fans berat akhwat *as always*

Di tengah keremangan senja yang cahayanya semakin meredup karena sisa mendung sehabis hujan sore ini, berkolaborasi dengan kabut tipis yang semakin menjadi-jadi.
Dan tak ada lagi yang lebih menarik saat ini untuk saya lakukan di tengah listrik padam selain memanfaatkan sisa bateray HP, yah… sembari mendengarkan lagu kesukaan, membaca beberapa halaman blog yang cukup berisi dan menarik ulur timeline facebook adalah aktivitas selingan yang cukup lucu(?) Untuk saat ini.

Dan lagi-lagi facebook menyediakan begitu banyak informasi yang seharusnya tidak saya ketahui, karena ini akan membuat rasa keingintahuan saya semakin menjadi-jadi *kepo kata anak2 gahoel jaman sekarang*

Demi melihat taburan foto di beranda, yang kemunculannya merayu-rayu minta diintip, akhirnya saya tak kuasa membuka album foto dari akun seorang sahabat yang sangat saya kagumi *jiwa stalker kumat*

Sampai detik ini rasa kagum itu tak berkurang sedikit pun. Setidaknya dengan memperhatikan bagaimana bentuk fotonya sekarang, saya bisa memprediksi kabarnya saat ini setelah sekian tahun kami tak pernah lagi beraktivitas bersama secara rutin.

Namun point besar yang akhirnya menarik mata dan sedikit menjadi beban pikiran adalah sesuatu yang berubah dari penampilannya. Hijabnya tak lagi seindah dan sesederhana dahulu. Sekarang semakin indah tentu, karena terdiri dari berbagai macam warna yang cerah ceria, didesign sedemikian rupa dengan berbagai bentuk, meski tetap menutup dan sedalam hmm setidaknya thorak, namun tak lepas dari kesan trendy dan “kini” . Senyumnya mengembang. Seyum yang cantik.

Entah demi apa, saya merasa sedih. Bukan…. bukan karena kecewa, sungguh saya TIDAK kecewa. Saya hanya sedih menanggung rindu dengan sosoknya yang dahulu. Jujur saya jatuh cinta pada pandangan pertama karena penampilan dan pembawaannya yang sederhana. Akhwat manis nan cerdas, dengan jilbab berwarna lembut dan kadang gelap, ia terlihat begitu anggun dengan senyum yang menenangkan. Saya begitu rindu dengan sosoknya yang seperti itu. Ya… hanya begitu.

Jujur, saya merasa bukan apa-apa ketika menuliskan ini. Bahkan saya sudah menjadikan beliau sebagai tauladan dan role model jauh sebelum saya akhirnya memutuskan untuk memakai hijab syar’i. Jika boleh memilih, saya rindu menatap akhwat dengan tampilannya yang sederhana. Kalau istilah sayanya ,”penampilan yang bisa diajak berjuang”.

Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa di sini. Saya juga tak akan kecewa delele memojokan akhwat bla bla ble ble… dan memang mungkin tak ada yang salah di sini.

Dear…. saya hanya sedang mengungkapkan rasa rindu, kepada kalian yang berpenampilan sederhana.
You still beautifull, just the way you are…

#NP ~ muslimah : fitri widjayanti

Bkt, 050314
By : Aini, Fans berat akhwat *as always* *percayalah!!*

image

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

4 Responses to fans berat akhwat *as always*

  1. lazione budy says:

    saya juga fan berat.
    haha..

    *kabuuuur

  2. wafimuhammad says:

    kalau kangen main ke rumahnya dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s