Hakikat Kematian ~ a live post

Ini merupakan “live” posting dari agenda wirid bulanan by: Ust. M. Hamdi. Mohon maaf jika terdapat typo dimana-mana, dan jika bahasanya berantakan.

Segala sesuatu yang dicipta akan hancur binasa. Dan kematian adalah makhluk. Dan kematian akan dimatikan pula. Kapan? Setelah kita sampai di stasiun terakhir. Akhirat.

Al quran menyebutkan kematian sebagai almaut; dimana saja kamu berada kematian akan menjemput walaupun kamu dilingkupi benteng yang kokoh.

Hakekat maut : berpisahnya roh dengan jasad. Kematian bukan kepunahan; tetapi hanya perpisahan saja.

•Ajal, umur, wafat~
Kehidupan dunia adalah tahapan yang harus kita lalui untuk menjumpai stasiun akhir : akhirat. Bahkan setiap Rasul yang diutus pada setiap kaum sudah mengingatkan ini.

Kita adalah kaum pendatang di muka bumi ini.
Bermula kita dikumpulkan di alam ruh. Sebelum dikirim ke bumi. Allah mengumpulkan semua ruh yang akan dikirim ke bumi ini. Diambil perjanjiannya, kemudian satu per satu dikirim ke rahim lewat janin. Ketika janin berusia 4 bulan, maka ditiupkan ruh dan terjadilah kehidupan ruh.

Tidak satupun manusia yang mengetahui berapa lama kehidupannya di rahim. Kehidupan di rahim berakhir (ajal di rahim), maka terjadilah lahir ( zahir, nampak, jelas) -》sebelumnya janin (artinya tersembunyi).
Dari gerbang lahir, kita dikirim ke dunia. Di dunia manusia diberi waktu. Berapa lama ruh menempati jasad –》 umur (lama memakai, memanfaatkan).

Jika jasad tidak dimanfaatkan lagi oleh ruh bukan umur lagi namanya. Kita tidak pernah tau berapa umur kita, tapi kita tau sudah berapa umur kita yang sudah terpakai.

Batas akhir pemakaian sesuatu –》” ajal ”
Segala sesuatu sudah ada ajal yang ditetapkan. Ajal tidak sama dengan mati.
Setelah sampai di batas ajal, maka terjadilah mati. Ketika hal tersebut, jasad berpisah dg ruh. Jasad dikembalikan ke ibunya (bumi, ummu, tempat asal mula, tempat berhimpun, tempat kembali), nenek moyang kita langsung berasal dari tanah, sedangkan anak keturunan tidak langsung dari tanah. Namun dari saripati, yang sesungguhnya juga berasal dari saripati tanah, yang kemudian menjadi “mani”, mani bertemu di rahim menjadi “nutfah”, nutfah pertemuan mani di rahim.

Jenazah akan dimuliakan oleh manusia, sedangkan ruh akan diurus oleh malaikat.
Ruh melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya (kematian).
Ruh tidak bisa mati sendiri, maka akan ada proses pencabutan nyawa. Dan ada malaikat spesial yang akan melakukannya. Dikirimlah malaikat, siap tidak siap ruh harus segera berpisah, keluar dari jasadnya (malaikul maut). Ketika seseorang tidur (pingsan, koma) ruh keluar sendiri.
Ada ruh yang diundang keluar (raihan),”istirahatlah….”
Pada hakekatnya kita ke dunia ini untuk bertugas, bukan berleha-leha.
Ada ruh yang keluar dengan lemah lembut, ada yang dipaksa.

Kematian bukanlah akhir, kematian adalah awal. Lahir–》 akhir kehidupan rahim, awal kehidupan dunia. Kematian –》 Akhir dari kehidupan dunia, awal dari kehidupan barzah –》 kehidupan ruh tanpa jasad.

Banyak manusia yang asyik masyuk dunia, maka manusia perlu diingat-ingatkan. Banyak manusia yang bangga dengan kehidupan dunianya. Bahkan lupa dengan tugasnya di dunia. Kenapa lupa?? Karena kita dilenakan oleh “keasyikan”. Jangan lupakan “jatah” kehidupan kita di dunia. Kita adalah kaum pendatang. Dan kelak kita akan dikumpulkan lagi di akhirat.

Mati hanyalah proses, proses yang harus kita lalui untuk menuju alam barzah. Dimana alam barzah?? Tidak ada manusia yang tahu sama halnya dengan janin yang tidak tau dunia itu seperti apa. (Dan tidak yang namanya : ruh gentayangan, ruh pulang ke rumahnya, ruh balas dendam!!!).

Alam ruh, dimana semua ruh berkumpul. Intinya : lambat laun, mau tidak mau, kita harus berangkat meninggalkan dunia.
The problem is ; “Sudahkah kita siap menghadapi kematian?? Sudahkah kita berbekal??”

Karena kematian tidak pernah diberitahukan kapan akan terjadinya, namun kita sudah diinformasikan tentang “kematian” dan bekal apa yang harus kita siapkan. Kapanpun kita harus siap untuk mati.
Itulah kenapa kita diharuskan mempelajari petunjuk agama.

~~~

image

Tambahan :
★Hukum alam –》 semakin banyak jumlah manusia, semakin kecil ukurannya, semakin pendek umurnya.

★Tidak semua apa yang dialami ruh akan terlihat pada jasad. Kita tidak bisa menilai bentuk jasad seseorang. Namun, di dalam agama ada Husnul Khatimah dan Su’ul Khatimah. Bukan berarti wajahnya harus bagus atau sedang tersenyum, namun ia meninggal ketika sedang berbuat baik, sedang beribadah, sedang berjuang dalam menghadapi penyakit, ketika melahirkan, dan lain-lain.

★Ketika ruh dicabut, mulut terbuka, mata terbelalak mengikuti ruh.

●○● Semoga bermanfaat readers!!! Mari bersiap-siap menghadapi kematian!!!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Hakikat Kematian ~ a live post

  1. Malam2 gini nyasar ke post ini jadi ngerasa horror… (: …Janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan Islam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s