Terjebak Baralek Demokrasi #Part2 Analisis Abal

[con’t]…..

Oke, ini beranjak sedikit serius. *eciyeh gaya beut!!😄

Perkara membaca peta perpolitikan di Indonesia, jujur saya sama sekali buta!!! Untuk hal-hal seperti ini saya masih membutuhkan semacam google map atau bantuan GPS (?), dalam artian saya sadar diri, ini bukan seperti “makanan keseharian” yang biasa saya kunyah-kunyah. Namun hawa pesta demokrasi yang begitu dalam terutama di berbagai akun socmed *saya bersyukur punya friend list, following yang melek politik*, setidaknya saya mendapatkan sedikit pencerahan tentang hasil pemilu ini lebih dari sekedar ,”Partai mana yang memperoleh persentase suara dan jumlah kursi terbanyak”.

Banyak prediksi dan opini yang beredar tentang skenario berikutnya akan dibawa kemana perolehan suara ini. Tampaknya sunting menyunting partai akan terjadi mengingat tidak adanya partai yang menang telak melampaui 20-25% suara. Seperti yang disampaikan oleh bg RYA (Ridwansyah Yusuf Achmad) di dalam statusnya yang saya baca beberapa jam lalu, hasil perolehan suara ini sepertinya cukup melegakan bagi beberapa pihak, seperti partai-partai Islam yang berhasil merebut “porsi” mereka kembali pasca terkaman demokrat beberapa periode lalu, dan melejitnya partai baru semacam Gerindra yang jujur saya sendiri menganggap ini “unpredictable”.

Awalnya saya berpikir PDI-P sungguh beruntung bisa mencapai posisi pertama dalam pertarungan jumlah suara ini hanya dengan “Jokowi Effect” mengingat kemerosotan di periode sebelumnya dan dari konflik-konflik Politik yang ada *mulai dari survey partai yang paling korup, partai yang tidak disiplin, siapapun yang membaca bisa menilai secara objektif citra PDI masa kini* Namun sepertinya, ada pemaknaan mendalam dari “Jokowi Effect” ini. Justru perolehan suara yang diprediksi lebih dari 25% merosot gegara failednya side effect Jokowi. Yah… saya harap ini adalah “efek” semakin cerdasnya masyarakat dalam menilai secara objektif tentang seperti apa sosok JKW sebenarnya.

Yang paling menarik dari fakta pengusungan JKW (selanjutnya jokowi disingkat JKW, saya ogah nulis Jokowi lengkap-lengkap =..=) oleh PDI-P ini adalah cerita mengerikan di balik itu semua. Saya tidak tau sumber yang saya baca di internet itu valid atau tidak, namun mengikuti kultweet dari akun fenomenal @triomacan2000 dan beberapa sumber lain, rasanya sebelas dua belas dengan artikel yang saya baca dan cukup rasional. Saya tidak akan memaparkan disini kronologis artikel yang saya baca, namun fakta tentang James Riady, mafia konglomerat Cina, ataupun arkansas connection, dll sungguh membuat perut saya mules tiba-tiba. Mengetik ini saja cukup membuat jantung saya takikardi. Namun saya percaya Ibu Mega yang Bapaknya seorang Founding Father negara ini tidak akan menjual NKRI ataupun salah langkah menamatkan generasi Soekarno di dalam tubuh PDI-P dengan melepaskan begitu saja JKW menjadi Presiden usungan PDI-P. Namun barusan saya baca di twitter : Jokowi belum Capres definitif!!! Jadi masih belum beneran?? Hah!!! See?

Seperti halnya PDI-P, PKB pun dikabarkan kecipratan isyu pencitraan dengan “Rhoma Irama Effect” –nya yang konon kabarnya lebih “Ngefek” daripada JKW effect. Yeeaaahhhh… menurut saya, JKW belum ada apa-apanya dibandingkan “Kak Rhoma” *versi Ikal di Laskar Pelangi!!! Rhoma Irama sudah menarik ribuan hati masyarakat Indonesia sejak belasan bahkan puluhan tahun yang lalu jauuuhhh sebelum JKW naik pamor gegara ‘pencitraan kalap’ media buatan!! !

Lalu apa kabarnya dengan Bapak kita tertjientah, SBY dan partainya??? Beberapa prediksi mengatakan meskipun perolehan suara PD anjlok, namun pihak SBY berada di dalam zona aman dimana ia masih memungkinkan untuk maju sebagai salah satu bintang yang akan bertanding setelah berdampingan dengan beberapa partai lain. Yeahh… mungkin semacam PG yang berkoalisi dengan PD, itu cukup “adidaya” juga mengingat ada dua Jendral besar di sana. Atau PD kemudian menggabungkan kekuatannya dengan beberapa partai di nomer urut 5,6,dan 7 ??? Bisa jadi.. bisa jadi… Kalau digabung-gabungin yaaah cukuplah sampai 30-40 persenan. Tapi yang “agak kurang mungkin” adalah koalisi PDI-P dengan golkar atau PDI-P dengan PG mengingat, menimbang adanya semacam kesenjangan ideologi di tubuh partai masing-masing. Apalagi PDI-P sama PG. Hah!! Sudah semacam Tom and Jerry mereka.

Nah, pertanyaannya siapakah bakal capres dan cawapres yang akan diusung dari beberapa kemungkinan koalisi di atas?? Ihiy!!! Sungguh menarik untuk disimak. Siapa saja pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden sungguh masih misterius dan rasanya saya tidak sabar menunggu progresnya. Tidak sama dengan sinetron-sinetron TV Indonesia “yang gampang ditebak” kali ini cukup banyak opini yang berseliweran. Masing-masing memiliki landasan dan teorinya.

Sungguh ‘aura’ pemilu kali ini berbeda dengan pemilu pertama yang saya ikuti di tahun 2009. Dulu, pesona jaringan media sosial belum semerbak saat ini. Jejamann itu kita begitu polos dan terkesan “nrima” dengan setiap informasi yang disodorkan media *atau Cuma saya yang merasa begini??* Sekarang socmed memegang kendali yang cukup ‘mengerikan’. Bahkan hanya dengan beberapa tweet atau status, bisa mengendalikan opini masyarakat. Termasuk tentang pembeberan fakta yang mungkin tidak akan kita temui di media masa “mainstream” Indonesia.

Sepertinya pembahasan saya sudah lari kemana-mana dan tidak fokus, Hahahha, demiiii apa perpolitikan Indonesia menjadikan saya cukup berpikir keras beginiiiii. Padahal saya sudah mewanti-wanti diri sejak lama “TIDAK AKAN MENJERUMUSKAN DIRI DALAM HAL-HAL BERBAU POLITIK”, tapi sepertinya ini semacam kurang berhasil mengingat politik sudah membaur dalam kehidupan keseharian kita. Atau apakah ini gegera Socmed Effect??? *plak!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s