Pernikahan Kedua

Hari itu untuk pertama kalinya dalam sejarah kehidupan bekerja, saya melarikan diri alias melanggar peraturan untuk tidak pulang tepat waktu dari kantor. Dengan modus bimbingan mahasiswa ke RS, setelah membimbing dan mengoreksi laporan mahasiswa, saya memutuskan untuk tidak kembali ke kampus, pulang lebih cepat!

Memacu diri di tengah rintik hujan deras Bukittinggi menuju Kota Padang demi menghadiri agenda pernikahan kedua kami,”Baralek” kawan karib semenjak kuliah. Ah, dalam perkiraan saya akan beangkat ke Padang pada pukul 11.00 tepat, tapi apa daya. Kegiatan bimbingan ternyata menyita waktu sampai pukul 13.20.

Dengan menumpangi salah satu mini bus menuju Padang, akhirnya langkah kaki kembali terhalang. Hujan deras dan lebih deras dibanding Bukittinggi sebelumnya. Finally, menjumpai sang pengantin dalam keadaan hampir kuyup di pukul 17.00. T____T

Berbicara tentang Pernikahan kedua, kami sama sekali tidak pernah mengira jika sahabat yang akan lebih dahulu menyempurnakan separoh agamanya adalah Ipit.🙂

Ipit yang sederhana, tidak neko-neko, tidak banyak cingcong, memiliki impian yang sederhana namun hebat dan indah; aaakkkk…. kadang aku begitu iri kepada mereka yang tidak terlalu berambisi. Yang memiliki perencanaan hidup rapi dan selalu sesuai dengan tahap perkembangannya. Hidup jadi terlihat lebih indah dan mudah. Hehehehe, sepertinya saya harus belajar banyak dari Ipit.

Kami sangat berbahagia pada akhirnya salah seorang sahabat menemukan tambatan hati sejatinya di dunia, telah terbebas dari cerita cinta labil masa lampau, dan tampak bersemangat dalam menyongsong masa depan.

Hari ini, satu per satu, prediksi akan segera terealisasi. Jika dulu kami melakukannya dengan canda dan tawa, namun kini semuanya lebih tampak nyata. Ya, satu per satu mereka akan mulai menemukannya, dan kemudian mengabarkan kepada kami sahabat-sahabatnya tentang rencana yang indah.

——-***——-

Nb : sayang sekali tak ada lagi foto bersama lengkap seperti di pernikahan pertama. Tidak ada lagi saling “ciyeeeeeeeehhh”, saling olok, dan saling bahu membahu menjelang detik-detik ijab qabulnya. Sepi dan rindu… Itu kita!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Pernikahan Kedua

  1. agus deso says:

    semoga dapat yg terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s