#Rempongtase Pilpres 2014

Saya dan teman-teman mungkin adalah orang-orang yang turut mserasakan dampak langsung pesta perpolitikan era abad social media. Kita semua bahkan ada yang berperan aktif menjadi pelaku pemanfaatan media sosial sebagai fasilitas mengangkat pamor calon presiden pilihan. Tipe pendukungnya beragam dan banyak varian. Ada yang hanya ngebuzz dengan cara memaparkan kebaikan calon pilihannya saja, ada yang menyebarkan keburukan calon lawannya saja (negative campaigne), ada yang iseng dan menabur-nabur berita yang tidak jelas kebenarannya alias fitnah belaka alias black campaigne, ada yang kemudian memilih untuk bersikap netral dan lebih melihat secara objektif, dan ada yang mete-mete karena terlalu banyaknya berita-berita pilpres yang berseliweran di timelinenya.

Saya pribadi lebih menyetujui tipe pertama dan kedua. Kenapa negative campaigne? Sebelumnya mungkin perlu dipaparkan disini bahwa negative campaigne bukanlah berita fitnah dan bohong, itu lebih kepada pengungkapan sisi keburukan dari (disini) calon. Apakah harus? Menurut saya harus. Karena untuk menilai secara objektif, kita harus mengetahui sisi positif dan sisi negatif dari kedua calon. Terus apa pentingnya? Ya penting, karena dengan mengetahui kedua sisi tersebut, kita akan bisa membuat perbandingan dan penilaian yang lebih akurat. NAMUN!!! Kebanyakan simpatisan (namanya juga simaptisan) suatu pasangan, lebih fokus kepada penyebaran info sepihak seperti hanya meluncurkan berita kebaikan capres dukungannya serta menutup mata terhadap keburukannya, dan begitu getol ngebuzzing keburukan capres lawan.

Memilih seorang mas’ul atau pemimpin (apalagi skal bangsa) bukanlah perkara mudah. Jika kita ingin mendapatkan yang terbaik serta tepat, begitu banyak penilaian dan pertimbangan yang harus dibedah dan didiskusikan. Tidak sebatas melihat pencitraan dan penampilan apa yang terlihat. Pengalaman saya ketika di kampus ketika harus memberikan penilaian terhadap dua kandidat pemimpin (*yang jelas-jelas kalau dilihat sepintas lalu dalam keseharian sudah terlihat sangat baik), pada akhirnya membuat saya pusing dan bingung sendiri. Ya, terlepas dari apa yang tampak, menilai kepribadian dan “isi di dalam” seseorang itu tidak mudah. Kita harus melepaskan sejenak “ego’, penilaian subjektif dan perasaan pribadi. Begitu banyak point yang harus dinilai secara objektif.

Dan sebagai orang yang tidak terlalu dekat dengan kedua pasangan capres-cawapres, mengunyah-ngunyah setiap pemberitaan media terhadap keduanya akan sangat membantu kita dalam melakukan penilaian. Di masa kini, kita tidak bisa terlalu percaya kepada mass media. Yah, seperti yang kita tahu, banyak media yang saat ini melacurkan diri kepada pihak-pihak tertentu, dan meninggalkan kode etiknya sendiri. Saya tidak masalah dengan media masa yang melulu mengabarkan hal-hal positif terhadap salah satu pasangan, BUT tolonglahhh…. apa yang dieritakan mustilah sebuah data yang faktual, bukan karangan dan kebohongan belaka.

Untuk perkara jatuhnya pilihan saya kepada pasangan nomer urut 1 Bapak Prabowo-Hatta, sebenarnya juga bukan suatu hal yang mudah. FYI saya tidak terlalu kenal dengan kedua tokoh ini, yang saya tahu juga pun awalnya hanya keburukan-keburukan keduanya. Apalagi dengan tokoh di nomer urut 2, pertama kali mendengar namanyapun, itu bisa dikatakan semacam ‘bad feeling’, hah… entahlah… Bahkan ketika keduanya diisyukan ingin nyapres, dalam hati saya Cuma berpikir,”Pak Prabowo semacam pungguk merindukan bulan jika ingin nyapres, dan Jokowi nyapres?? Hah… itu semacam tak tahu diuntung juga” (=..=) ya, saya memang punya reinforcement negatif terhadap beberapa tokoh politik yang tidak terlalu saya kenal.

Banyak pemberitaan, informasi, kultweet, yang kemudian berangasur-angsur saya dapatkan. Dan ini adalah hasil penilaian objektif saya. Bapak Prabowo lebih banyak memiliki point-point keunggulan.

Mari menjadi pemilih yang cerdas, menjadi simpatisan yang santun, hindari debat yang tidak perlu, dan jangan sampai hubungan persahabatan, rumah tangga, ukhuwah menjadi putus gegara beda pilihan.

Demikian…..

#rempongtase

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s