Dibuang Sayang ~ Repost IG

image

Reposting from InstaGram

Dulu jejaman cilik hingga menjadi remaja remaji tanggung SMA, saya suka menggambar penampakan manusia dengan tipe hidung semi mancung begini, mata bulat lonjong, dan shape kepala yang agak2 kurang normal; kadang bulat pipih, kadang juga lonjong, kadang tak beraturan.

Saya tidak peduli dg perspektif menggambar, pun dengan kesimbangan dan proporsionalitas.
Yang penting orat oret, kalau terlihat bagus alhamdulillah, kalau gak ya ngegantung segitu aja… makanya buku cetak/buku paket jejaman SD SMP dan SMA bakalan penuh dengan gambar mata saja, kadang mata hidung telinga, kadang pakai kepala, kadang cuma arsiran rambut saja. syukur2 kalau ada space lebih di buku cetak bisa ngegambar full body… keisengan yang terjadi sembari menyimak pelajaran guru.

Alhamdulillah gak ada guru yang marah…(*secara siswi teladan dan juara *plak!)  palingan cuma teman-teman yang terpana sambil melirik sarkas ,”what the hell you are doin there

Haaahhh… i miss my old sketchbook. Itu tidak terlihat seperti karya seni memang. Dalam 1 halaman akan terlihat ke randoman dan keacakadutan gambar. Kadang ada gambar kepala-kepala bertaburan, kadang gambar pemandangan, kadang penampakan penampakan makhluk tidak jelas. Dalam 1 minggu saya bisa langsung menghabiskan 1 buah buku gambar isi 20 entah 15. Namun ini tidak berlangsung lama. Saya hanya sempat mengkoleksi 4 entah 5 buku gambar, karena jenis buku gambar yang saya sukai tidak lagi diproduksi dan tidak dijual di toko biasanya. Saya sungguh sedih. Padahal kertasnya sangat bagus. Tebal dan berbeda dari buku gambar anak TK pada umumnya.

Oh iya… Saya juga merindukan lembaran2 kertas HVS fotocopy  soal kompetensi ketika UAN SMP… karena nyaris semua halaman fotocopyan lembar kompetensi yang kosong di belakangnya, saya jadikan media menggambar… kemudian gambar2 itu di tempel di dinding kamar. Sayang semuanya hampir tak terselamatkan semenjak ratu rumah tangga menjajah. Ama mencopot semuanya dg alasan logis ‘dinding kamar mau di cat’. Itu terjadi ketika tahun 3 kuliah. Gambar2 itu terpajang rapi dan berdebu nyaris 6 tahun lamanya. Sekarang hanya menjadi kertas teronggok yang tak tau statusnya. Mau buang sayang, mau disimpan rawan. Ahh sudahlah…

#sketch
#drawingBook

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s