Percakapan Singkat

Percakapan singkat di sela-sela menunggu pesanan nasi goreng di warung dekat kampus…

Saya       : Kak… Menterinya kabinet Kerja Jokowi keren-keren ya…

Kakak    : Iya keren… Ada yang lulusan SMP. Sampai-sampai dosen kita ngapdet status ada anak temannya yang kemudian becita-cita menjadi menteri… Karna gak perlu sekolah tinggi-tinggi.

Saya       : Iya kak… Hebat… Beliau wirastaswa, profesional kabarnya kak. Tapi merokok juga… *deep sigh*

Kakak    : Trus kabarnya pakai tatto gitu…

Saya       : Mungkin Jokowi merasa untuk menjadi mentri Perikanan dan Kelautan itu butuh orang yang mampu mengolah hasil laut alias manggaleh ikan dengan baik kak. Makanya beliau terpilih.

Kakak    : Gak taulah kakak Ai… Benarkah etika dan moralitas tak lagi penting asal profesionalitas dan kerjanya bagus??

Saya       : *deep sigh* Kak, Ni merasa nasionalisme Ni saat ini telah memudar kak. Meski sedikit rusuh di hati menyaksikan ini semua, tapi tak begitu peduli lagi dengan gonjang-ganjing perpolitikan. Semacam apatis gitu kak

Kakak    : Sama Ai, bahkan kepedulian kakak sudah mulai memudar semenjak DS jejaman Pak Irwan Prayitno saat mau jadi Gubernur.

Saya       : *deep sigh again* Kita menyedihkan ya kak… Tapi Ni yakin, akan ada pahlawan yang akan muncul dan sedikit menyelamatkan ini semua.

Kakak    : Mudah-mudahan Ai…

Kemudian stasiun populer RCTI yang disetel pemilik warung kembali menayangkan siaran ulang *untuk kesekian kalinya* acara “Kamulah Takdirku Raffi-Gigi in Bali*

Saya       : *deep sigh again and again*Kak, di atas dunia ini, gak ada acara lain yang lebih bermanfaat ya???

—***—

Saya merasa menjadi pemudi Indonesia yang tak baik kali ini. Saya hanya bisa membaca berita di portal-portal media online, membaca gosip-gosip dan spekulasi yang berkembang tentang Pemerintahan yang baru dilantik, dan sama sekali menghindari berita dari TV swasta yang bertaburan. Kemudian menarik nafas dalam karena bagaimanapun usaha saya untuk menyukai mereka, saya tetap tidak bisa. Yah, setidaknya untuk saat ini. Hati saya masih diliputi gemuruh ketidak-ikhlasan. Meski sudah berkali-kali pemikiran positif berusaha saya sugestikan. Dan ujung-ujungnya saya akan menempatkan diri sebagai warga yang apatis. Cukup membaca dan mengikuti perkembangannya. Tanpa banyak komentar (*meski hati saya tak begitu).

Saya tidak peduli lagi dengan Mentri yang Cuma tamat SMP, yang bertatto, merokok di depan publik, poliandri, yang namanya di stabilo-merah-kan KPK, menteri yang dulunya juga pernah menjadi menteri dan sukses menjual harta benda negara ke asing, menteri yang pesanan Taipan konglo kaya *bahkan saya tidak begitu paham apa itu pengertian taipan!!*, saya tidak peduli lagi dengan itu semua. Saya cukup menyaksikan carut-marut dan opini yang berkembang tanpa ingin terlibat di dalamnya. Saya tinggal duduk manis di rumah, menunggu berita kerja, kerja, dan kerja mereka! Saya yakin, jika mereka tak kerja dengan benar, hukum Allah itu jauuuuhhhh lebih adil dari judge manusia. Saya justru excited dengan makna dan rahasia apa yang Allah ingin tunjukkan dengan semua kejadian ini.

Jadi, satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah berdoa dalam diam, sambil memupuk pengharapan Indonesia akan baik-baik saja. Ya… Cuma itu yang bisa saya lakukan.

Dear Pemerintahan yang baru… Jangan sakiti Indonesiaku!

image

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Percakapan Singkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s