Hari Ayah

Tanggal 12 November ternyata adalah hari Ayah. Selama ini kita (*mungkin hanya saya), Cuma terpapar dengan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Meskipun demikian, peringatan hari Ibu maupun hari Ayah lebih menjurus kepada ceremonial sosial sebagai pengingat dan warning menjeda waktu untuk lebih lama merenung. Sedangkan sesungguhnya ayah dan ibu adalah dua sosok yang di atas dunia ini mestilah mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang berlebih dibandingkan orang lain sepanjang waktu dan masa.

Berbicara tentang ayah, mungkin sama halnya dengan ibu. Cukup banyak hal penting dan menyentuh tentang ayah yang bisa membuat kita beruraian air mata. Saya cukup tahan dan kebal terhadap hal-hal menyedihkan, namun jika sudah membahas tentang Ayah & Ibu, perasaan akan otomatis melunak dan menimbulkan nuansa haru biru. Ini lebih merupakan manifestasi dari sifat asli (harfiah) manusia yang penuh dengan kasih sayang, dan memang sedari janin, ayah dan ibu adalah dua sosok yang tak pernah luput melimpahkan kasih-sayangnya kepada anak-anak mereka.

Saya memiliki sebuah cerita, saya harap pembaca tidak melihat kepada bentuk kejadiannya, namun kepada hikmahnya. Baru-baru ini ada kejadian yang cukup membuat miris hati dan perasaan yang terjadi di ICU Rumah Sakit. Ada seorang anak gadis (*mungkin tidak gadis lagi), yang ditemukan sedang mencoba bunuh diri dan membunuh bayi yang dikandungnya di kamar kontrakannya. Ia membelit perutnya dengan bermacam kabel, dan sepertinya sudah meminum bermacam-macam obat untuk membunuh janin yang sudah dikandungnya selama 9 bulan…….. dan ia belum menikah. Orang tua jauh di kampung, dan tidak satu orangpun di sekitarnya yang mengetahui bahwanya ia sedang mengandung. Begitu pintar dan hebat dalam menyembunyikan kehamilannya. Saya tidak tahu pasti alasan ia mencoba bunuh diri ataupun menggugurkan janin justru di usia aterm (sudah cukup bulan), sepertinya ada semacam depresi dan ketakutan karena tidak adanya sebentuk tanggung jawab dari lelaki yang menghamili. Ayahnya datang tergopoh-gopoh (setelah menempuh perjalanan 8 jam lebih dari kampung) ke ruang ICU tempat anaknya dirawat, dan menangis tersedu-sedu sambil memegang kaki orang yang menghubunginya,”Saya hancur Pak… Hancur…”.

Ah… saya tak sanggup lagi membayangkan bagaimana hancur dan sedihnya perasaan Bapak paruh baya itu. Saya tidak begitu peduli kondisi anak perempuannya, saya sedih dengan kondisi bayi tak berdosa yang akhirnya meninggal serta betapa hancurnya perasaan ayah dan ibu si perempuan atas kejadian ini. Anak yang mereka banggakan serta besarkan dengan sepenuh hati, mengorbankan apapun untuk kesusksesan anaknya, dan secara diam-diam malah dibalas dengan racun oleh anaknya.

Ini baru contoh kecil. Dan selama ini begitu banyak kejadian yang terjadi di sekitar kita, dimana banyak anak yang ketika ia telah menginjak usia dewasa… lebih concern dan peduli dengan hal-hal dan orang-orang tidak penting di sekitarnya ketimbang ayah ibunya sendiri. Ia seperti lupa diri, dan lupa siapa pahlawan-pahlawan yang akan kecewa jika ia melakukan suatu perbuatan buruk. Ketika kuliah, saya terlalu membenci para anak gadis yang setiap malam terus-terusan menelfon pacarnya berjam-jam… dan hanya menghabiskan waktu tidak lebih dari 10 menit untuk menelfon orang tuanya. Itupun sekali sebulan dan lebih berisi kepada rengekan ini itu serta kemarahan atas ketidaksanggupan orang tua dalam memenuhi keinginannya. Saya marah, sakit hati, dan sempat menghardik,”Jangan habiskan uang hasil keringat ayahmu hanya untuk membeli pulsa menelfon pacar!!”. Dan akhirnya saya menangis sendiri setelah kejadian itu. Saya benar-benar tidak rela… jerih payah Ayah difoya-foyakan untuk mengadakan pembicaraan tidak penting dengan seorang lelaki yang bahkan dia tidak pernah menjanjikan sebentuk tanggung jawab apapun.

Sungguh saya masih belum bisa dikatakan sebagai anak yang baik (*sehingga saya bisa menulis apapun tentang anak-anak yang mengabaikan orang tuanya—. Saya masih sering membuat Ama dan Apa kecewa, masih sering terlupa untuk menghubungi mereka, masih banyak harapan mereka yang belum bisa saya penuhi…. Namun saya ingin mengajak para anak… bahwasanya senantiasa berupaya menjadi baik kepada orang tua merupakan tanggung jawab dan hal penting yang harus kita lakukan di atas dunia ini. Meskipun tak ayal banyak hal yang membuat kita sendiri kecewa kepada mereka, banyak prinsip mereka yang tak berkesesuaian dengan paham yang kita anut, banyak terjadi cekcok dan silang pendapat…. namun… jauh lebih daripada itu, sudah terlalu banyak hal-hal besar yang dikorbankan orang tua untuk kita anak-anaknya. Dan kita tidak boleh mengabaikannya begitu saja serta berpura-pura lupa terhadap jasa-jasa mereka.

 

17:23: Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibubapa. Jika salah seorang dari keduanya ataupun kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah kamu berkata kepada mereka  (sebarang perkataan yang kasar) sekalipun perkataan “Ha” dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun)

17:24: Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

3 Responses to Hari Ayah

  1. Uni.. Hari ayahnya 12 november un.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s