In Time …

IN TIME…

Pernah menonton film In Time?

Pertama kali menonton film ini dari Liza beberapa tahun yang lalu. Dan malam ini salah satu stasiun TV swasta Indonesia kembali menayangkan film tersebut. Sebuah film tentang dimana waktu merupakan hal paling berharga melebihi harta benda dan kesenangan lainnya. Segala sesuatunya tidak diukur dengan uang, tetapi waktu. Umur sudah mengambil alih posisi uang di dunia ini. Jika ingin membeli makanan, membayar karcis bus, membeli pakaian, mobil, sewa apartment, alat pembayarnya adalah waktu: sekian menit, sekian jam, sekian hari tergantung seberapa berharganya benda-benda yang akan mereka bayar. Disini orang-orang memiliki waktunya tersendiri. Mereka sadar berapa waktu mereka yang tersisa, bisa dilihat di lengan bawah ada hitungan waktu yang selalu berjalan mundur. Sehingga orang-orang yang memiliki waktu terbatas, dengan tergesa-gesa bekerja keras untuk mendapatkan bayaran waktu untuk menyambung kehidupannya.

Orang yang kaya adalah orang yang memiliki waktu yang panjang. Ada orang yang akhirnya bisa hidup melebihi 1 abad karena waktu yang ia punya. Mereka tidak menua. Dan juga banyak orang yang meninggal begitu saja di tengah jalan karena waktu yang ia punya habis. Dan kehidupannya berhenti begitu saja. Tanpa sakit, kecelakaan, meninggal begitu saja.

Banyak orang yang tiba-tiba rakus, dan kemudian menghalalkan berbagai cara untuk mencuri waktu yang dimiliki orang-orang untuk kehidupannya sendiri. Banyak orang yang akhirnya kehilangan rasa kemanusiaan, simpatinya, menjadi begitu pelit dan tidak memiliki rasa kasihan ketika ada orang yang meminta beberapa waktu mereka untuk bertahan sedikit lama.Mereka yang memiliki waktu yang banyak memiliki komunitas mewah mereka sendiri. Sedangkan mereka yang fakir waktu berada di lingkungan yang keras dan penuh perjuangan.

Kehidupan dimana yang bisa menyelamatkanmu hanyalah seberapa banyak waktu yang kamu miliki. Dimana semua orang ingin hidup selamanya…

~

Well, hikmah film ini sangat aplikatif di kehidupan nyata. Tetapi Allah sungguh adil dalam mengendalikan kehidupan ini. Perkara waktu manusia adalah sebuah misteri bagi manusia itu sendiri. Tak seorang pun yang bisa hidup abadi. Maut adalah hal yang pasti, namun tidak ada yang tau kapan waktu mereka habis.

Sehingga manusia dibiarkan untuk bekerja untuk kehidupannya, seolah-olah ia akan hidup selamanya. Untuk memanfaatkan waktu yang ada sebaik-baiknya untuk beribadah, seolah-olah ia akan meninggal esok.

So, DONT WASTE YOUR TIME…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s