Pelupa ~

Mengingat nama seseorang adalah salah satu kelemahanku. Terutama harus mengingat nama banyak orang baru dalam satu kesempatan waktu yang singkat. Jika tidak terlalu lama menghabiskan moment bersama atau ada kejadian-kejadian spesial, alhasil aku akan begitu mudah melupakan nama orang tersebut. Namun aku cukup mudah mengingat wajah, postur, gestur seseorang ketimbang mengingat namanya. Cukup memfokuskan pemikiran sekilas mengamati tampang seseoran, itu cukup lama menempel di otak ketimbang harus mengingat nama. Begitu juga dengan membaca nama seseorang. Sepertinya ingatan visual lebih mengena ketimbang audio.

Makanya ketika tetiba ada yang menyapa di jalan, aku berhasil mengingat wajah orang tersebut, tetapi… lagi-lagi tidak tahu harus memanggil dengan sapaan apa. Kalau lebih tua biasanya otomatis menyapa dengan sapaan uni atau kakak. Nah… kalau dia duluan menyapa dengan “kak” atau “uni”? Biasanya aku akan memberikan embel-embel ‘say’ di akhir kalimat jika itu adik perempuan. Jika anak lelaki?? Hahahah…. matey!! Ya nyerah… angkat tangan… dan langsung menanyakan ,”huaah, akak lupo-lupo ingek… sia namonyo?”😀 atau pura-pura sombong sambil bercanda…”Sia yo… sia yooo??” à padahal lupa beneran.

Lain kasus jikalau dilupakan. Sebagai seseorang yang ogah untuk melarikan diri dari kebiasaan sopan-santun beramah tamah di jalan dengan cara menyapa duluan, aku selalu sukses membuat orang speechless karena mereka exactly lupa siapa namaku. Kalau begini ceritanya, untuk menghindari awkward time, aku langsung menyebutkan nama sendiri atau memulai percakapan dengan menyelipkan embel-embel nama,”Aini mau ke …. kak…”. Demikian juga jikalau bertemu dengan orang-orang baru, demi membangun suasana keakraban dan menciptakan komunikasi yang menyenangkan, aku selalu memakai sapaan orang pertama tunggal dengan nama sendiri.

Dan masih dalam rangka menjunjung tinggi sikap ramah tamah bangsa Indonesia, sebenarnya aku orang yang cukup maibo. Hahahah, maibo karena sering menjadi orang yang dicuekin setelah SKSD Palapa menyapa dahuluan orang-orang yang kutemui sepanjang jalan yang sering kulalui, sayangnya tidak ada balasan. Jangankan senyum tipis, menoleh pun tidak. Hahaha. Keesokan harinya sih ingin langsung nyerah menyapa duluan. Namun hal ini tentu tidak langsung membuat jera. Kewajiban kita menyapa, nah terserah deh mau ditanggapi atau tidak.

Jadi untuk teman-teman sejagat yang jikalau di suatu saat di masa depan kita berpapasan, kemudian kalian merasa ingat dengan diriku yang pelupa ini, jangan sungkan-sungkan menyapa ya! ^_^ Sebetulnya aku orang yang cukup ramah dan enggan membuat suasana kaku atau awkward. Dan mohon dipahami jika aku sering terlupa maklum kalapo acok talakak.

Semoga dengan begini kita selalu bisa membangun persahabatan yang lebih indah. Hahah.

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s