Sebut Saja Doorprize -..-)”

Setelah lama tak berurusan dengan Polisi Lalu Lintas, akhirnya beberapa minggu lalu terpaksa kembali bernostalgia menikmati detik-detik menyebalkan bernegosiasi dengan mereka di kota Padang.

Sore itu, aku bisa melihat secara jelas ada razia Polisi beberapa meter di depanku, namun aku cukup percaya diri untuk melewati mereka karena rasa-rasanya sudah melengkapi persyaratan wajib semacam SIM STNK Helm terstandar, spion lengkap, dan tidak macam-macam. Dan fiuf, tetiba polisi menghentikanku… Meminta SIM dan STNK yang entah kenapa dengan mudahnya kuserahkan, baru kemudian ia mengatakan untuk menghidupkan lampu di siang hari dan segera selesaikan urusan “Penilangan” di pos Polisi… Apa pasal? Karena LUPA MENGHIDUPKAN LAMPU di SIANG HARI???Just it??Dengan ogah-ogahan kuikuti si Polisi yang menyetor SIM STNK ku di lapak penilangan. Sudah banyak korban berjatuhan ternyata. Mulai dari kasus mobil sampai hal ecek-ecek semacam lupa menggeser tombol lampu menjadi ON. Asli bete nya overdose kaka….

Dengan tidak ramahnya, si Polisi di pos yang cukup ramai (*karena dibuat menjadi sebentuk posko panitia penilangan masal), menanyakan apa kesalahanku. Sebenarnya aku tidak terlalu merasa bersalah, dengan sedikit ogah-ogahan Kujawab : “Lupa menghidupkan lampu Pak”. Tau apa katanya? “Tujuh puluh lima ribu!”. Tanpa keterangan apapun… Seolah-olah, kami sangat bersalah dan hanya bisa dibayar dengan rupiah senilai 75.000, seolah-olah semua orang akan mempermudah urusan ini tanpa perlu ke persidangan dan lebih memilih untuk menyogok mereka. Selain sayang uangnya, sejujurnya aku lebih benci kepada tata krama si Polisi. Apa-apaan itu!!! Tanpa nasehat yang ramah, tanpa menganjurkan untuk mengikuti prosedur resmi. Tentu aku tak mau bayar. Dengan hati-hati, aku meminta kembali STNK dan SIM ku. Ofcourse dia tak mau -_- *siapa gueh?? Kenalan dekat polisipun tak ada. Hah!.

“Kalau tak ada urusan lagi, harap minggir buk, di belakang masih ada antrian!” IYA!! ANTRIAN MAU NYUMBANGIN UANG YANG ENTAH KEMANA PERGINYA! Sorry guys! I can’t stop my Suudzonitas saat ini. Setelah minggir, di tengah kegalauan orang-orang, dan SIM serta STNK ku yang dioper-oper tidak jelas, dan aku yang hanya menatap bete ke arah si Polisi, akhirnya Polisi tersebut menyerahkan STNK dan masih menahan SIM. Kuambil STNK tersebut, dan tanpa tedeng aling-aling, tanpa ucapan terimakasi, atau pamitan, aku balik kanan segera meninggalkan tempat menyebalkan itu.

Okeh, lupakan SIM yang akhirnya tak berjodoh lama denganku itu… Karena aku memiliki SIM yang lain!😀 Yeay! Ingat kisah tentang dompet yang kecurian di angkot kemudian ditemukan kembali itu? Beberapa saat setelah dompet hilang, aku segera mengurus semua surat termasuk kartu-kartu urgent semacam KTP, SIM,& STNK. Jadi setelah dompet tersebut ditemukan, aku memiliki 2 buah KTP (yang satunya sudah expired), 2 buah SIM (akhirnya yang 1 diambil polisi), dan 2 buah STNK (yang 1 nya sudah diambil polisi juga semasa adikku kena tilang tapi ogah membayar, jadi dia membiarkan STNK yang pajaknya sudah mati itu untuk dikoleksi Polisi saja).

Oh iya, perkara menghidupkan lampu di siang hari, sebenarnya aku masih gagal paham apa manfaatnya. Karena jujur justru lampu jauh itu sungguh menyilaukan, membuat mata semakin menyipit di tengah terik matahari. Cukup mengganggu! Dan untuk motor-motor keluaran 2010-an yang lampunya tidak hidup otomatis, agak-agak menjengkelkan kalau kita musti selalu repot-repot mengingat untuk menghidupkan lampu. Apalagi motor matic yang sudah kukendarai sejak 2011 itu sudah beberapa kali bola lampunya putus karena keseringan dihidup-matikan.

Well, tidak ada orang yang ingin berurusan dengan polantas. Namun akan sangat menyenangkan jika kesalahan-kesalahan yang tidak fatal (bukan semacam lupa memakai helmet, kaca sipon yang tidak terstandar, tidak punya SIM & STNK), seperti lupa menghidupkan lampu cukup menghentikan pengendara, dinasehati, kemudian dibiarkan pergi. Seandainya! -____-)”

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s