Teman Lama :D

Dalam keadaan lapar dan tetiba bad mood karena belum bisa mengerjakan tugas evaluasi mahasiswa berhubung nilai mahasiswa dikunci di laci teman sekantor yang sekarang sedang asyik shopping di pasar. (-β€œ-), ada baiknya aku menulis saja. Ada sebuah cerita tentang kawan-kawan lama πŸ˜€

Hari Sabtu kemaren, ketika menghadiri acara pernikahan kakak seorang teman SMA, aku kembali bertemu dengan sahabat-sahabat lama yang sejak kami menyelesaikan sekolah sudah tidak pernah bertatap muka dan bertemu secara langsung. Hahh… ternyata benar, jaulah/menghadirkan diri ketika diundang itu bisa mempererat silaturrahmi. πŸ˜€

Teman pertama, sahabat satu tempat les sejak SMA. Meskipun berbeda SMA, kami cukup berhubungan baik. Komunikasi mulai terputus sejak menginjak bangku kuliah. Sempat bertemu sekali di acara pelatihan di kampus, selebihnya hanya sekali atau dua kali melihat berita tentangnya di social media. Teman pertama ini sudah bekerja cukup lama di sebuah Bank.

Teman kedua, sahabat sekampung halaman. Saling berkenalan ketika SD, meskipun sekolah di SD yang berbeda, kami dipertemukan dalam kelas yang sama ketika mengikuti Sekolah Unggul. Yaitu program pendidikan tambahan bagi anak-anak unggul masing-masing SD se-kenagarian untuk dibina lagi. Kami sering bertemu juga di acara-acara lomba dan agenda di kampung. Teman kedua ini menyelesaikan SMA nya di Jawa, sampai sarjana dan kemudian mengikuti program dual degree Master di ITB dan Perancis. Ya, seorang teman yang hebat. Ia baru saja menyelesaikan Program Masternya. Kami cukup sering berkomunikasi di socmed, namun sudah lama tidak ngobrol langsung sejak tamat SD. πŸ˜€

Teman ketiga, yang mengundang datang ke pesta pernikahan kakaknya, pertama kali bertemu sejak SD di sekolah Unggul juga, namun tidak begitu akrab. Sampai akhirnya bertemu di SMA yang sama. Aktif di organisasi yang sama, Ia ketua OSIS dan ketika itu aku menjadi bendaharanya. Ia saat ini sedang menyelesaikan program Master nya di Padang. Kami sudah sangat jarang bertemu sejak tamat SMA, hanya pada acara reunian atau event-event tertentu bisa saling menyapa. Teman ketiga ini juga satu SMP dengan teman kedua. Makanya teman kedua juga diundang di acara yang sama. Kami bisa mengobrol lagi bertiga, benar-benar perjumpaan yang langka. πŸ˜€

Teman keempat. Kenal sejak SD, masih di Sekolah Unggul, kemudian pernah sekelas ketika SMP dan satu organisasi ketika SMA. Aku, teman kedua dan teman keempat ini berasal dari wilayah jorong yang sama. Sudah lama tidak bertemu sejak tamat SMA. Paling hanya bertegur sapa ketika berjumpa di tanah lapang ketika solat Id. Ia sudah menikah, baru pulang dari Bandung ikut suami, dan memiliki seorang anak yang sangat lucu. Perawakannya cukup berubah, namun tidak dengan keceriaan dan sifatnya yang fiendly. Teman yang sangat berbakat, ia merupakan artisnya di kalangan kami. πŸ˜€

Dari perjumpaan ini, kami mengurai cukup banyak kisah dan cerita lama. Tentang hari-hari ketika masih bocah hingga remaja. Saat ini kami tak lagi muda belia, namun sudah menjadi dewasa muda. Menanyakan kabar beberapa mutual friend yang saling dikenal, sehingga aku bisa mengetahui informasi yang tak terungkap di social media. Hahahahha…

Sampai akhirnya teman kedua mengajakku untuk berkunjung ke rumah teman kelima. Siapakah teman kelima ini? Nanti akan kukisahkan. Yang jelas, teman kedua dan teman kelima ini satu SMA, mereka bersekolah di sekolahan pesantren dengan sistem akselerasi. Teman kedua juga sudah lama tak bertemu dengan teman kelima sejak mereka tamat SMA. Aku menyanggupinya. Menghabiskan cuti akhir tahun di rumah cukup membosankan, lagian aku sudah lama tidak berbincang-bincang lama dengan teman kedua.

Malam itu juga, kami mem-fix-kan jadwal kunjungan keesokan harinya ke rumah teman kelima yang kebetulan sedang pulang kampung juga. Kuajak teman keenam, seorang teman satu SMP juga satu SMA, yang dulunya pernah sekelas dengan teman kelima ketika SMP. Kupikir teman keenam harus diajak karena mereka juga sudah lama tidak bertemu. Teman keenam ini adalah seorang kawan akrabku sejak SMP, dan baru saja diangkat menjadi PNS di Kota Padang Panjang. Kami sama-sama memiliki ketertarikan terhadap Korea, dan pernah mengagendakan beberapa kali pertemuan untuk barteran film. Hahahahha. Teman Keenam menyanggupi, dan alhamdulillah teman keenam mengetahui alamat rumah teman kelima. Sedangkan aku dan teman kedua, kami sama-sama buta arah. πŸ˜€ Sebuah kemudahan. Oia, teman kedua dan teman keenam belum pernah saling berkenalan secara resmi sebelumnya, namun ternyata mereka sudah berteman lama di social media.

Sepanjang perjalanan menuju rumah teman kelima, lebih banyak cerita lagi yang kudapatkan dari teman kedua.

Tentang teman Kelima….. Aku dan teman kelima ini bersekolah di SMP yang sama. Kami sama-sama bersaing untuk memperebutkan gelar juara Umum. Persaingan ketat ini berjalan selama 3 tahun. Di semester-semester awal SMP, misi utamaku adalah merebut gelar juara Umum darinya, namun baru berhasil mengunggulinya di kelas III. Kami tidak pernah ditempatkan di kelas yang sama, sehingga jarang berkomunikasi. Aku ingat, satu-satu nya komunikasi kami yang β€˜cukup normal’ adalah ketika kami sama-sama diutus menjadi perwakilan sekolah untuk lomba bahasa Inggris. Ya hanya itu. Selebihnya semacam ada rasa segan untuk saling berinteraksi di sekolah. Teman kelima ini sama hebatnya dengan teman kedua. Jika teman kedua berhasil keliling Eropa, teman kelima sudah pernah ke Amerika dan Rusia, dan sebentar lagi ia akan terbang ke Australia untuk melanjutkan program Masternya. Wah mereka sungguh membuatku Iri setinggi langit. Jadi meski tidak begitu akrab semasa SMP, dan sangat sangaaat jarang berinteraksi di socmed, aku merasa ajakan teman kedua untuk bersilaturrahmi ke rumah teman kelima merupakan moment yang baik untukku belajar dari mereka berdua. Dan inilah pertama kalinya kami bisa berkomunikasi selayaknya dua orang sahabat. Tidak bertemu selama hampir lebih dari 10 tahun, ia sudah banyak berubah. Tidak kaku dan lebih dewasa, tidak ada lagi jiwa persaingan terhadapnya. Hahaha… at least, aku mendapatkan banyak masukan dan hikmah dari perjalanan teman kelima dan teman kedua, meskipun awal perjumpaan kami cukup awkward karena sama-sama sudah lama tak bertemu.

Ya.. begitulah. Dua hari yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Tak pernah terlintas di pemikiranku aku akan bertemu kembali dengan sahabat-sahabat lama dengan cara tak terduga seperti itu. Semuanya berawal dari pemaksaan diri sendiri (*yang sebenarnya ketika itu cukup enggan) menghadiri undangan seorang teman. Awalnya rasa malas menghampiri karena tidak ada teman yang bisa diajak. Jadi aku datang sendirian. Namun jika tak datang, aku merasa aku akan menyesal. Dan ternyata benar… Allah mempertemukanku dengan orang-orang yang tak terduga. Sampai berujung dengan reunian di rumah teman kelima, yang sama sekali tak pernah terlintas di otakku untuk bertemu lagi dengannya. Hah!

Oke…

Sekian…

πŸ˜€

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s