Percakapan Siang

Selama ini takjub dengan diri sendiri yang bisa bertahan di tengah kesepian dan kediaman. Larut dalam kesendirian.
“Mungkin ini yang dirimu butuhkan” jawab hati suatu waktu. Mungkin benar…

Namun seorang kawan menyadarkan.
“Hatimu tidak bisa membaur dengan mereka. Makanya kamu memilih sendiri. Iya kan?”
“Ya…” lidah menjawab seketika.
“Tapi kamu adalah seorang yang terbiasa dengan keramean. Bersosialisasi dan berinteraksi dengan yang lainnya”
“Itu tetap kulakukan… Namun sewajarnya….”
“Kamu hanya butuh bertemu dengan komunitas yang sepadan denganmu sesekali”
“Mungkin….”

“Kamu adalah si otak kanan. Lebih cenderung kepada karya seni…” si kawan masih dengan keterampilannya yang sok membaca kepribadian orang lain.
“Ya… Aku menyukai mereka”
“Kamu butuh wadah untuk berekspresi…”
“Itu yang tak kudapatkan disini…”
“Makanya kamu mencari jalan untuk pergi…”
“Ya… hanya sejenak ingin kembali mencicipi nuansa yang memungkinkanku untuk kembali melakukan segala hal yang ingin kulakukan seperti dulu”
“Jadi apa rencanamu??” Si kawan tidak bisa berhenti untuk mengkepo.

“Melanjutkan perjalanan menuju impian… Karna dengannya aku bisa menjadi diriku sendiri… ”

~percakapan siang
3.2.15

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s