…. Catatan Malam ….

Berada jauh dari komunitas yang dahulu selalu menyajikan zona yang teramat nyaman, membuatku benar-benar memaknai dan menikmati sesuatu yang bernama Sepi.

Tidak… sepi disini bukan seperti hal yang sering digambarkan orang-orang ketika menyebutkan kata “SEPI”. Bahkan aku tinggal di wilayah pusat kota yang akses transportasinya begitu mudah, banyak fasilitas publik serta deretan pertokoan, menyajikan apa saja, yang begitu gampang dicapai disekitar sini. Bahkan kau hanya tinggal jalan kaki jika mau ke pasar atau beberapa tempat pariwisata. Ada banyak orang yang berlalu lalang. Ada banyak wajah baru yang kutemui ketika berjalan kaki ke kantor. Tempatku bekerja bahkan dihuni oleh ratusan orang setiap harinya. Begitu banyak interaksi dan komunikasi. Setiap saat aku bisa terhubung dengan jaringan internet gratis! Ada wi-fi dan satu kabel LAN khusus untuk netbookku. Tidak terlihat sepi bukan??

I mean, the word lonely that have more deep meaning. Sepi ketika kamu tidak bisa lagi bercengkrama dengan topic-topik silly yang kamu sukai. Sepi karena mungkin banyak hal berharga yang terlewati karena kesibukan dan keterbatasan ruang gerakmu. Sepi karena biasanya kamu bergelut dengan beragam masalah yang kamu sukai karena banyak orang yang akan membantumu memecahkannya, namun saat ini ada banyak masalah baru yang datang dan sedikit annoying sedangkan kamu hanya sendirian di kota ini. Sepi karena mungkin kamu selalu merindukan suatu tempat yang bernama rumah.

Tampaknya sangat tidak membahagiakan bukan? Hahaha…

Sepi tidak selalu tidak membahagiakan sebenarnya. Aku hanya perlu sedikit mengeluarkan usaha untuk memodifikasi kehidupanku yang sekarang banyak berubah dan tidak seperti bertahun-tahun sebelumnya agar aku tetap merasakan kenyamanan. Yah, kadar dan ukuran kenyamanan bisa dirubah dan distel sesuai dengan kebutuhan jika kamu mau. Begitu juga dengan kebahagiaan. Well, seperti banyak orang bijak katakana… kebahagiaan itu bukan dicari atau ditemukan, namun diciptakan! Dan aku merasa punya andil terbesar untuk memutuskan apakah diriku bahagia atau tidak.

Balik lagi tentang sepi. Kamu bisa memodifikasinya menjadi produk yang menghasilkan dengan meningkatkan nilai dan kualitasnya. Ya… dan Itu yang sedang aku coba untuk lakukan. Semua manifestasi kesepian ini membuatku setidaknya memiliki banyak waktu untuk kembali memikirkan tentang kehidupanku. Tentang beragam impian, tentang pencapaian-pencapaian baru dan strateginya, tentang kabar serta perkembangan teman-teman. Aku juga tidak perlu lagi memikirkan banyak hal menyebalkan sebanyak yang pernah kulakukan back then when I was in last city. Aku lebih bebas menyaring apa yang seharusnya menjadi beban pemikiran atau hal yang seharusnya aku buang jauh-jauh. Mungkin dengan cara seperti inilah akhirnya aku bisa menikmati setiap waktu, sambil berproses menuju hal-hal baru yang ingin kutemukan.

Hhhhh… Aku menyukai udara disini. Aku menyukai pemandangan indahnya. Aku menyukai langit biru yang cerah dan tidak menyilaukan di kota ini. Aku menyukai makanannya. Aku menyukasi fasilitasnya. Ya… rasa suka yang baru. Meskipun aku merasa sepi… sepi karena aku juga rindu dengan segala kesukaanku di kota sebelumnya.

Bukittinggi, March 6, 2015

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s