W A K T U untuk B E R T E M U

Akhirnya datang juga… Hari yang sejak awal tahun telah kami antisipasi!

“Ngumpul-ngumpul Time!”

Aku tidak tahu harus memberikan judul apa untuk hari pertemuan dengan sahabat-sahabat dekat kampusku. Karena kalau dikatakan reuni, kami sama sekali rasanya tidak seperti orang reunian. Setiap kali bertemu, masih sama seperti dulu, tidak terlalu heboh seperti orang yang sudah lama tidak bertemu. Kami saling menyapa seperti biasanya dan kemudian lanjut berceloteh tentang segala hal yang diingat.Mungkin ini efek selalu menjaga komunikasi di grup.

Tanggal 14 Maret menjadi tanggal pilihan karena aku dan Feni sudah berencana berkunjung ke Kota Padang untuk melakukan tes ITP di Pusat Bahasa Unand. Liza telah memiliki rencana untuk pulang ke Jambi diawal bulan setelah memastikan surat penelitian tesisnya telah diurus, sehingga di pertengahan bulan bisa melancong ke Padang, begitu juga dengan Nami yang sebelumnya bekerja di salah satu RS Swasta di Batam, akhirnya kami paksa resign sebelum Maret, selain untuk agenda ketemuan, juga untuk persiapan menjadi warga Ahok dengan menyandang status CPNS Kemenkes RS Otak Jakarta. Mbak Rin akan berusaha membujuk orang tuanya agar mendapatkan izin ke Padang sekalian mengurus legalisiran dan surat rekomendasi untuk lanjut S2. Sedangkan Anit, seperti biasa… Pegawai BPJS yang mendapatkan liburan 2 hari di akhir pekan ini akan selalu menghabiskan waktunya di Padang. Sayang sekali nduk Desi yang sedang hamil tua tidak bisa bergabung begitu juga dengan Ipit, yang kemungkinan besar akan kesulitan mendapatkan jatah liburan dari jadwal dinas RS nya yang padat di Pekanbaru. Lagian Ipit saat ini sudah punya suami, selain izin RS, izin suami juga mutlak adanya😦 .

Diawal rencana, kami ingin sekali menghabiskan malam bersama. Seperti beberapa tahun lalu ketika kami semua menginap di kontrakan rumahnya Ipit di malam sebelum hari pernikahan Mutia. Dan atas saran Liza, kami ingin kembali mabit bareng! Karena menghabiskan waktu di malam hari sambil ‘qodoya’ lebih intens dan lebih efektif. Dan syukurnya Mutia menawarkan rumahnya untuk dijadikan posko. “Biar Abi-nya anak-anak disuruh ngungsi dulu”, begitu kata Mutia. Yattta!! Gayung bersambut. Fix! Sabtu malam kami akan mabit di rumah Mutia!😀 Minggu paginya, baru menyusuri sepanjang jalan kenangan bersama. Rasanya rencana kami begitu padat dan komplit.

Namun, meskipun telah merencanakan ini dengan cukup baik, dalam aplikasinya tentu saja banyak masalah dan kendala. Ha Ha Ha. Liza yang sebelumnya mengusulkan untuk mabit tetiba ada agenda makan malam keluarga di kampungnya Lubuk Basung (*moduusss modusss khkhkkh). Finally, di sore hari yang mendung dan sedikit mengerikan itu, mengerikan karena kami sama sekali tidak ada yang tahu persis alamat rumah Mutia meskipun dulu waktu gempa di kampus kami sempat mengungsi kesana, dan konon kabarnya kompleks perumahan mutia cukup jauh ke dalam, sedangkan hujan lebat sudah bersiap-siap menyerang dari langit kota Padang. Feni sedang flu berat, bahkan saking gak enak badannya, Feni nyaris putus asa untuk melanjutkan agenda reunian ini. Kasihan Feni😦 . Aku, Feni, dan Nami pukul 16.30 masih menunggu Anit di Mesjid Munawaroh Tarandam (*mesjid yang dulu sering dijadikan sebagai posko Liqo), Mbak Rin??? Masih dalam perjalanan dari PKU-PDG, sopirnya pakai acara ngetem ngopi di Bukittinggi. Sesampainya Anit, kloter pertama segera berangkat ke rumah Muti. Setelah melakukan lobi, akhirnya Muti bersedia menjemput teman-teman di simpang rumahnya. Fiuft… selesai satu step. Next… menunggu kedatangan mbak Rin. Aku dan mbak Rin akan menyusul pada malam harinya untuk ke rumah Muti dengan motor. Alhamdulillah, meski mendung menggantung sejak sore, namun tak hujan di malam itu. Pukul 20.30 kami sampai dengan selamat di rumah Muti dengan membawa seplastik besar makanan : Stick keju dan Kue buatan Mbak Rin dari PKU, martabak, skoteng. Pesta! Sesampainya di rumah Muti, ternyata Muti juga sudah mempersiapkan seporsi martabak mesir dan kawan-kawannya. Oke fix! Kita benar-benar pesta. Tak lupa mencoba melakukan video-call-an dengan Liza di Lb.Basung.

Inilah malam yang kami rindukan. Saling bercanda dan berbagi kisah seperti dulu. Kapan terakhir kali kami pernah tidur di satu tempat begini??🙂 Aku sangat bersyukur karna pada akhirnya kami masih bisa dipertemukan lagi. Jika tanpa izin Allah, mungkin agenda ini tidak akan pernag terjadi. Bahkan kami yang semula cemas dengan kondisi kesehatan Feni, plus kabar buruk kalau Feni harus piket di kampusnya pada pagi hari Minggu, sehingga kemungkinan besar tidak bisa bertemu Liza yang rencananya akan menyusul ke Padang di pagi hari Minggu. Tapi semuanya menuai kelegaan ketika Feni akhirnya tidak jadi piket dan flunya mulai membaik dan Liza tepat pukul 8 sudah mendarat di Padang.

Minggu pagi kami semua berkumpul di rumah Muti plus dengan kedua bocah kesayangan kami, Afif dan Wildan. Mengagendakan acara jalan-jalan bersama sampai sore harinya. Sampai akhirnya aku mengantarkan Feni ke pool bus untuk balik ke Bukittinggi, Mutia kembali pulang dengan dua jundi kecilnya, dan sisa dari kami melanjutkan perjalanan ke Taman Budaya dekat taplau. Sayang sekali hujan justru turun di sore hari, sehingga tidak ada agenda menatap matahari terbenam bersama.

Agenda menatap sunset terjadi di hari Senin sore yang cerah ceria dengan segelas es kelapa muda traktiran mbak Rin.

Haaaah…..

Alhamdulillah wa syukurillah…
image

WAKTU tidak pernah bersalah ketika memisahkan kita

WAKTU tidak pernah berdosa karena menumpuk kerinduan

Karena kemudian ada WAKTU yang membuat kita bisa kembali bersama,

meski WAKTU juga membatasi durasi untuk menikmati kebersamaan.

Aku dan kamu kembali menunggu WAKTU… memupuk rindu untuk kembali bertemu

Dalam durasi satu atau dua WAKTU yang tidak pernah kita tahu, yang selalu tak pernah bisa kita prediksi.

Karenanya, biarkan WAKTU yang akan menjawab….

 

Bukittinggi, 18 Maret 2015

 

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to W A K T U untuk B E R T E M U

  1. Ami says:

    Seru kayaknya, Kak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s