Wanita-Ibu-Karier

Gagal paham itu adalah ketika menemukan pemandangan seorang ibu, terlihat seperti wanita karir kebanyakan, sedang duduk di atas motor menjemput balitanya yang baru keluar dari TPA (*tempat penitipan anak). Hal menakjubkannya adalah, si anak keluar TPA diantar oleh seorang suster yang menjaganya selama dititipkan di TPA.

Lah trus apa yang salah??? Jangan sok-sok gagal paham deh!!!

Bagaimana tidak gagal untuk memahami “apa yang berada di pikiran seorang ibu”, wanita karir, BERJILBAB, YANG MENITIPKAN ANAKNYA DI TPA YANG DIJAGA SUSTER. Ini SUSTER…! BUKAN PERAWAT! Berkerudung juga…
tapi mengabdinya di gereja!
*tolong cubit saya, saya mulai emosi!!*

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya menyewa sebuah kamar kosan yang berada di lingkungan kristiani sekaligus lingkungan islami. Terletak di pertigaan jalan. Di sebelah kiri berbatasan dengan rumah tetangga dan setelah rumah tetangga merupakan kompleks SD, SMP, SMA Xaverius, di depannya ada praktek dokter, depannya lagi gereja, di belakang langsung berbatasan dengan ruang rawat inap RSI Yarsi. Sedangkan kosan saya sendiri merupakan tempat belajar membaca Al Quran.

Saya yakin sekali praktek dokter ini merupakan kepunyaan seorang dokter kristiani karena nama beliau, bentuk bangunannya yang merupakan bangunan lama khas Belanda dan masih satu kompleks dengan gereja di depannya. Selain praktek dokter juga dibuka TPA. Sepertinya bangunan di dalamnya cukup luas.

Setiap kali lewat di depan praktek dokter tersebut, saya selalu berharap yang berobat kesana bukanlah muslim, karena sudah ada RS Islam megah tak jauh dari sana. Namun banyaknya ibu-ibu berjibab yang keluar masuk cukup membuat kening saya berkerut. Ada banyak kemungkinan mengapa mereka berada disana. Mungkin berobat, mungkin ada keperluan lain, atau menitipkan anak-anaknya. Kemungkinan terakhir cukup membuat saya ngeri-ngeri sedap.

Isyu tentang wanita karir yang lebih memilih menitipkan anaknya untuk diasuh orang lain merupakan fenomena sosial yang sedang berkembang di masyarakat. Begitu juga dengan “side effect” dan resiko yang kemudian ditimbulkan, cukup marak diberitakan di berbagai media.

Saya yang bekerja dengan para ibu-ibu muda yang merangkap sebagai wanita karir sering mendengar beragam info tentang baik buruknya menitipkan anak. Mulai dari kasus petugas TPA yang sering abai menjaga anak *saking banyaknya anak yang harus diawasi, sampai perihal higienitas sanitasi lingkungan TPA yang buruk, sehingga anak-anak yang dititipkan di TPA rentan sakit dan cepat tertular penyakit dari anak lainnya.

Hal ini memang cukup membuat miris. Sehingga saya menerka-nerka alasan-alasan apa yang membuat seorang ibu muslimah ‘menitipkan’ anaknya kepada non muslim di lingkungan gereja.

Bisa jadi pelayanan disana lebih prima dari TPA yang lain, atau karena faktor lebih dekat dengan tempat bekerja, atau karena karena lebih murah, atau karena TPA lain sudah penuh…..
Namun masalah aqidah si anak kedepannya siapa yang akan bertanggung jawab? Menjaga aqidah anak adalah harga mati yang tidak bisa dipertaruhkan dengan fasilitas sebaik apapun.

Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi seorang anak. Ketika ibu memutuskan untuk menjadi wanita karir atau rangkap jabatan, maka ia harus memilih untuk mengorbankan satu dua hal untuk menyeimbangkannya.

Saya sendiri tidak tahu persis bagaimana perasaan seorang ibu yang harus bekerja dan meninggalkan anaknya. Namun tetap ada hak anak yang harus dipenuhi orang tua sesempit apapun waktunya.

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s