Saya Sedih

Saya sedih karena mereka terlalu berkonsentrasi dalam mengurusi hal-hal kecil dan remeh temeh. Seolah-olah di atas dunia ini tidak ada lagi perkara yang lebih penting untuk dibahas.

Saya merasa sedih, karena saya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menanggapi dan memberikan perhatian lebih untuk hal-hal yang mereka sampaikan.

Saya merasa sedih dengan pemikiran saya sendiri tentang ‘menganggap kecil’ apa yang saudara saya pikirikan.

Saya sedih ketika tak mampu menyelaraskan ‘gaya’ berpikir kami. Dan saya merasa sedih dengan sistem berpikir mereka.

Saya merasa sedih karena saya menganggap pemikiran saya lebih penting dan saya kemudian merasa kasihan terhadap apa yang mereka pikirkan.

Saya sedih jika harus merasa kasihan…

Saya sedih jika mereka akan terlihat menyedihkan di mata orang lain…

Saya tidak membenci, namun saya merasa sedih jika mereka terus-terusan berakting menyedihkan…

Dan…

Saya sedih dengan opini otak saya yang menganggap mereka menyedihkan.

😦

~

Have you ever feel the same?

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s