Kekinian~~

Papa begitu prihatin ketika disetiap malam menelfon anak gadisnya di perantauan yang tak begitu jauh, dan ditanya sedang ngapain, si anak selalu menjawab:”lying on my bed while checking some notifications on smartphone”.

Si Papa prihatin jika si anak tidak memiliki sesuatu yang lain yang akan menjadi penghibur di malam hari selain Handphone. Sehingga anak disarankan untuk membeli TV, TV kecil yang murah harganya.

“Tapi acara di TV gak ada yang bermutu Pa….”

“Kamu kan bisa nonton berita…”

“Berita zaman sekarang lebih seru untuk diikuti dari internet Pa, lebih komplit dan beragam”

“Kamu bisa nonton film”

“Bahkan film di eksternal HD-ku belum selesai kutonton semuanya Pa. Kita bisa streaming juga di youtube dengan HP”

“Sepertinya HP sudah cukup bagimu…”

“Yaaa… begitulah Pa. By the way…. Papa sendiri gimana? Jauh dari rumah masa cuma ditemani TV doank. Ayo pa… beli tablet… android. Ada banyak hal yang bisa Papa dapatkan dari sana”

“Oh… begitu ya… apakah Papa bisa ngecek berita dari twitter?”

“Tentu pa… bahkan Papa bisa memfollow instagram pemain bola!”

Si anak gadis begitu bersemangat menularkan semangat bersocialmedia dan kebermanfaatan HP canggih kepada orang tuanya.

“Oke…. setelah lebaran, antar Papa beli tab”

Yeay!

~

Minggu berikutnya, si anak pulang ke rumah. Kembali bertemu dengan TV sekali dalam sekian minggu. Saking jarangnya melihat TV, ia sampai takjub dengan beragam iklan-iklan yang baru dilihatnya. Tampaknya ia lebih tertarik menonton Iklan daripada sinetron 7 Manusia Harimau yang sedang diseriusi Mamanya.

Pertanyaan-pertanyaan usil mulai muncul di otaknya ketika ia berusaha mencerna sinetron tersebut.

“Ma… kenapa mereka selalu berkelahi? Kapan mereka makan? Bekerja? Darimana mereka mendapatkan uang untuk hidup?”

“Si Gumara kan guru… kok dia gak ngajar?”

“Ma…. Hangcindah keren ya… contact lens nya bisa gonta-ganti gitu warnanya”

“Ini nunggu mau perang ama hangcindah aja pake acara musyawarah dengan musuh dulu. Beuh…. perangnya PHP seperti perang Baratayudha-nya Mahabratha”

“Warga desa ini kerjanya ngumpul-ngumpul ngerumpi aja ma??”

“Katanya warga desa…. tapi kostumnya udah pada modern ya….”

Si anak terus bertanya sampai Mamanya bosan dan kesal tak menjawab.

“Ma…. Nenek X kemaren meninggal di Jakarta”

“Innalillahi… Kok kamu tau?”

“Iya… ada pengumuman dari grup facebook”

“Bahkan facebookmu itu juga mengabarkan berita duka orang yang sudah lama di perantauan?”

“Exactly ma… informasi begitu cepat tersebar disini. Bahkan kemaren aku menemukan foto reunian Mama dan teman-teman seangkatan Mama di gruo SMA”

“Haaa.. foto kami reunian di Harau? Kok bisa?”

“Ya bisalah Ma… sepertinya ada teman mama yang upload kesana”

“Kemaren ada perampokan di desa sebelah, beritanya udah keluar belum di facebook?”

“Haa!!? Iyakah?? Mungkin sebentar lagi Ma…”

“Canggih juga ya si facebook-facebook ini!”

“Canggih Ma! Makanya Mama ayo punya facebook. Biar aku yang buatkan Akunnya! Tapi sebelumnya Mama ganti HP canggih dulu. Bahkan Mama bisa nonton Jodha Akbar sepuasnya di youtube tanpa harus menunggu siarannya di TV”

“Benarkah??”

“Yeahh….”

~

Singkat cerita… Kedua orangtua si anak mulai aktif di social media. Mereka mulai asyik bermasyuk dengan beragam postingan dan hal-hal baru yang ada disana.

Si anak mulai frustasi. Karena orangtuanya mulai bersikap norak di facebook seperti mengupload foto-foto jadulnya ketika kecil, dan mengkomen setiap status facebooknya.

Sekarang setiap pulang kampung, si Mama dan Papa lebih banyak berkonsultasi tentang penggunaan socmed.

Sedangkan saat si anak bertanya, si orangtua mulai cuek dan abai. Orangtuanya tampak seperti remaja yang bertemu dengan kawan baru. Sungguh…

~

Disini si anak mulai sadar. Zaman dan respon orang tua terhadap kecanggihan teknologi, dengan respon anak muda masa kini terhadap “kekinian” sungguh jauh berbeda. Termasuk penggunaan ‘gaya bahasa’, topik pembahasan, arah diskusi, yang menurut si anak…”Bukan gueh banget”.

Si anak berdoa… semoga orangtuanya tidak overdosis dalam memanfaatkan social media.

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s