#NulisRandom2015 (Pt. 14) Assalamualaikum Beijing

Assalamualaikum Beijing,,,

Jadi setelah berbulan-bulan film ini beredar, aku baru berhasil menontonnya kemaren. Bukan, bukan di bioskop, tidak pula bersama teman-teman seperti anak muda kekikinian lakukan. Aku tidak terbiasa dengan bioskop. Seumur hidup, baru 1 film yang berhasil kutonton di bioskop Kota bersama teman-teman. Itulah film Laskar Pelangi. Dan sepertinya, I have NO sense to go there for the second, third, and so on… Ya, passion orang dalam menonton berbeda-beda. Dan aku bukanlah tipe manusia yang senang menonton film secara bersama-sama, I just don’t like it.

Pernah nonton bareng teman di laptop, dan akhirnya hanya teman-teman yang melanjutkan sampai selesai. Sedangkan aku berakhir dengan guling-guling tak jelas sambil melirik filmnya sudah sejauh mana, sort of I have no interest at that film anymore. Except for some types of short film, or that film was for group task, I will be the one who have a full of concentration. The conclusion is, I prefer to watch movies alone! So I can stop it freely, rewind, repeats the scenes, speed up the movie, jump to the ending, or stuf like that. Yeah, I like to do that kind of thing.

Kembali ke Assalamualaikum Beijing, sebelumnya aku sudah pernah bertemu dengan novel karangan Mbak Asma Nadia ini entah 1 atau 2 tahun yang lalu. Novel punya teman sekamar. Ia terlihat intens membacanya, katanya jalan ceritanya bagus. Aku sudah berencana untuk meminjam setelah si teman selesai membaca. Namun seperti biasa, too much excuses, sehingga buku itu berakhir dengan tergeletak pasrah di atas lemari pakaian si teman tanpa sempat kusentuh. Aku cuma sempat membaca sinopsisnya. Mungkin jika dibaca keseluruhan akan sangat menarik.

Jadi ketika mbak Asma Nadia mengumumkan di instagram novel “Assalamualaikum Beijing” akan segera difilmkan, yaahh semacam tidak terlalu tertarik juga, hehehe…. Kita sudah cukup trauma dengan berbagai novel hebat yang difilmkan namun ujung-ujungnya berakhir tragis! Tragis dalam artian… kamu tidak menemukan perasaan meletup-letup seperti yang kamu rasakan selama membaca, ketika menonton film itu! It’s totally out of your expectation! Dan kemunculan film sejatinya akan merusak daya hayal dan imajinasi dari pembaca yang sebelumnya sudah terlarut dalam euforia Novel. Karena aku belum membaca Novelnya, jadi kuputuskan untuk menonton filmnya jika salah seorang teman, atau teman dari teman, atau teman dari teman dari teman sudah memiliki copyannya. Atau ketika youtube dengan berbaik hati sudah melaunchingnya. Hahaha… Aku sama sekali tidak berniat melihat via Bioskop! Yaa… mungkin karena tidak ada bioskop kece disini!! Bahkan jika ada bioskopun! I won’t! Ya,,, sorry for my very bad habits! I can’t handle it! Haaah!

Setelah beberapa saat launching, aku hanya mendengar decak kagum dan beberapa pelesetan meme dari judul film yang cukup earcatching. Apalagi quote nya mbak Asma yang kece badai: “Jika Tak Kau Temukan Cinta, Biar Cinta Menemukanmu..” Acihuyy beeut~ apalagi di era dimana kasus percintaan merupakan lahan basah, sangat diminati, and bulliable pastinya. Banyak para kreatif yang kemudian menggubah dan dibuat plesetannya. Yah, I just can laugh at them, but still can’t watch the movie.

And finally!!! Here it is!!! Iseng membukan publik dokumen di komputer kampus, ternyata ada film ini nyelip di folder movie seorag kakak. Yah, lanjut nonton dong pas lagi gak ada kegiatan. Pandnagan pertama terhadap film ini, teknik pengambilan gambarnya kece ya!! Gambarnya bersih, bagus banget!! Akting dari para bintangnya? Yahh,,, seperti prediksilah! Gak jelek tapi juga gak hebat-hebat banget. Saya cukup takjub dengan penampilan Morgan ex. Smash “You know me so well” yang mendadak berwibawa meskipun sedikit agak-agak kurang tepat memerankan tokoh pria Beijing, but Not bad lah… Ada juga Laudya C. Bella yang tampak sangat cantik, anggun dengan jilbabnya, dan full of ekspresi di film ini. Beda dengan film dan sinteron Bella sebelumnya- sebelumnya. Dan saya sangat suka dengan penampilan Desta yang keren banget tapi tetap kocak disini!! Haha… cool banget si om Desta! Revalina S.Temat?? Huaaaa saya sangat berharap suatu saat mbak Reva ini benar-benar berhijab karena mata saya sudah sangat terbiasa melihat dia dengan jilbabnya. T_T

Dan seperti biasa saya selalu tertarik dengan bahasa, aksen, gaya berbicara, dan latar belakang pengambilan gambar, (*ingat film cahaya di langit Eropa, saya menghabiskan part. 1 yang kurang lebih cuma 1,5 jam jadi berjam-jam karena sering diulang-ulang demi menikmati pemandanga, mempertajam pendengaran dengan gaya bicara pemerannya).

Sedangkan untuk jalan ceritanya, sepertinya saya akan lebih menghayati ketika membaca di novel ketimbang menonton film. Hehehe… *peace*. Akhirnya saya tidak bisa sabar untuk menyelesaikan film ini dengan baik, saya langsung lompat ke ending.😀

Last but not the least, bagus bagus bagusss!! J

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in #NulisRAndom2015, Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s