#NulisRandom2015 (Pt.15) #LGBT Fenomena Kembalinya Kaum Luth

Beberapa hari belakangan ini dunia digegerkan dengan kabar menghebohkan dari negeri Paman Sama, Amerika Serikat, yang menjadi negara ke 21 yang mengesahkan UU pernihakan sejenis di seluruh negara bagiannya pada Jumat 26 Juni 2015 lalu. UU Kontroversial ini lahir setelah Mahkamah Agung AS memenangkan gugatan Jim Obergefell. Putusan ini pun disambut baik Presiden Obama.

Wow, dunia langsung heboh, berbagai pro dan kontra bermunculan secara langsung dan tak kalah dunia maya pun bergejolak.

Berbicara tentang pernikahan sesama jenis, tentu kita (*barangkali.. mungkin.. maybe.. perhaps…) punya argumen yang berbeda-beda. Saya tidak akan menonjolkan pendapat pribadi saya kali ini. Saya ingin memaparkan based on Evidence (*asik), yakni hukum agama dan ditilik secara psikologis.

Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas, dalam kontinum heteroseksual-homoseksual. Homoseksual yang diperuntukkan antara laki dengan laki biasa disebut gay. (Wikipedia, 2012).

Secara psiologis banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang bisa mengalami kelainan seksual. Diantaranya: Faktor biologis (Faktor Genetik Faktor Hormonal Urutan Kelahiran), selain itu juga ada teori perilaku, serta faktor psikologis seperti trauma masa kecil, ata karena pelarian.

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” ( An-Naml 27:54-55).

Ditilik dari agama islam, homoseksual adalah perbuatan dosa. No offense untuk ini. Ketika seseorang yang beragama menyadari bahwa dirinya sedang terpuruk ke dalam suatu perbuatan yang terlarang, yang sudah jelas-jelas dituliskan di dalam Al-Qur’an, maka yang harus dilakukan adalah berusaha memperbaiki diri dengan pengobatan. Pengobatan tidak hanya secara fisik, namun juga secara mental psikologis dan bertobat yang terutama. Bukan malah mencari-cari celah untuk mendapatkan pengakuan dari manusia. Mata manusia mungkin bisa dibutakan, namun hukum Allah adalah pasti sifatnya. Tidak akan ada yang bisa mengelabui dan menghindar darinya.

Sedangkan penyakit jiwa lainnya masih ada obatnya, insyaAllah kelainan homoseksual ini juga ada ‘cara’ untuk mengembalikannya menjadi normal. Adapun terapi secara psikologi dan kedokteran maka bisa ditempuh beberapa cara berikut:

1. Menjauhi segala macam yang berkaitan dengan gay (homoseksual) misalnya teman, klub, aksesoris, bacaan dan segalanya. Ini adalah salah satu faktor terbesar yang bisa membantu.

2. Merenungi bahwa gay masih belum diterima oleh masyarakat (terutama di indonesia), masih ada juga yang merasa jijik dengan gay. Terus menanamkan pikiran bahwa gay adalah penyakit yang harus disembuhkan.

3. Terapi sugesti

Misalnya mengucapkan dengan suara agak keras (di saat sendiri),:

  • “saya bukan gay”
  • “gay menjijikkan”
  • “saya suka perempuan”
  • Bisa juga dengan menulis di kertas dengan jumlah yang banyak dan berulang, misalnya 1000 kali.

4. berusaha melakukan kegiatan dan aktifitas khas laki-laki. Misalnya olahraga karate atau bergabung dengan komunitas kegiatan laki-laki

5. Terapi hormon. Jika diperlukan dengan bimbingan dokter bisa dilakukan terpai hormon secara berkala untuk lebih bisa menimbulkan sifat laki-laki.

6. Menjauhi bergaul dengan laki-laki yang menarik hati. (Sumber)

Saya teringat dengan beberapa pasien yang saya temui di Rumah Sakit Jiwa. Mereka mengalami gangguan persepsi, halusinasi, dan memiliki waham yang cukup parah. Ada yang seperti mendengar suara-suara sedangkan sebenarnya itu hanya suara palsu, menganggap dirinya sebagai orang lain, sebagai presiden, sebagai Nabi, bahkan ada yang menganggap dirinya sebagai teroris. Ini adalah gangguan persepsi. Maka terapi keperawatan yang sering kami berikan adalah dengan mengembalikan mereka kepada realitas/kenyataan (orientasi realita), mengajak mereka bercakap-cakap, kemudian menemukan aktivitas-aktivitas yang bisa mereka lakukan untuk menghindari kembali ke persepsi yang salah.
Apalagi seorang homoseks yang masih dikaruniai akal untuk berpikir, dengan adanya hukum agama dan norma yang melarang seharusnya sudah berpikir untuk segera memperbaiki diri.

Berikut saya lampirkan sebuah note yang saya temukan di facebook, sangat bagus sekali untuk brainstorming tentang kasus ini, yang sebenarnya sudah sangat sangat sangaaat lama terjadi (*tetapi masih ada agama, norma dan adat yang membatasi perkembangannya dengan sangat kuat), namun seperti ada proyek dan program yang sudah sejak lama yang menginginkan kaum ini mengeksplore diri lebih dan lebih, sehingga LGBT kelak menjadi sesuatu hal yang lumrah dan normal. Naudzubillah…

○●○

Bendera Pelangi Kaum Luth di Amerika dan Keberhasilan Agenda Zionist
Oleh : Raidah Athirah

****

Pejuang LGBT di dunia merayakan kemenangan besar-besaran setelah simbol kemenangan mereka berupa bendera pelangi berkibar di negeri Paman Sam .Bendera pelangi yang dipasang oleh Mark di profile Facebook ,para seleb di dunia serta tokoh -tokoh yang mengatasnamakan pejuang HAM dan kesetaraan hal hidup merupakan tanda keberhasilan zionist dalam agenda mereka merusak tatanan hidup di dunia .

Beberapa artis di Indonesia pun terang-terangan menyatakan dukungan terhadap kaum Luth atau sekarang lebih dikenal dengan istilah LGBT.

Kita orang awam membaca berita dengan penuh rasa terkejut ,heran bahkan ada diantara kita ikut-ikutan memasang warna pelangi di profile .Bagaimana bisa hal yang abnormal kini disahkan menjadi normal dan dipandang sebagai hal yang lumrah.
Sebelum bendera kemenangan dan sorak sorai kaum Luth dirayakan di Amerika Serikat , sejumlah gerakan propaganda dan penyusupan ajaran LGBT telah berjalan sangat rapi , terstruktur dan massif di seluruh dunia dengan Amerika sebagai pusat dan hampir semua negara Eropa menjadi pendukung legal organisasi pejuang LGBT ini.

Tak mengherankan bila kaum LGBT ini kemudian berani memproklamirkan diri bila melihat sepak terjang mereka diposisi penting pemerintahan Paman Sam.

Agenda LGBT bukan hanya propaganda diskriminasi hak hidup .Ada agenda besar yang melatarbelakangi kemunculan mereka .Agenda ini tak lain adalah agenda zionist yang berusaha merusak norma agama dan sosial dengan melemahkan bahkan menghancurkan lembaga-lembaga pernikahan di seluruh di dunia .

Kevin Boyle ,seorang sejarawan ,professor ,penganut Kristen dan juga seorang penulis pernah mempublish artikel di tahun 2013 menguraikan agenda besar LGBT di seluruh dunia bahkan sejarahnya telah dimulai dari tahun 1930 -an .Jelas ini bukan gerakan atau agenda main-main .

Bahkan Rodney Martin seorang direktur dalam yayasan anak yang menyerukan kepada masyarakat terutama kalangan Kristen untuk mewaspadai dan melindungi anak-anak dari agenda besar Zionist .

Dalam salah satu situs paling populer yang menyajikan sejumlah fakta permainan konspirasi untuk memenangkan pengaruh LGBT di seluruh dunia .

Tak mengherankan sejumlah nama yang merupakan pejuang LBGT paling radikal dan agresif di Amerika Serikat menguasai hampir semua sisi pemerintahan tak mengherankan bila kemudian mereka merayakan kemenangan mereka secara terbuka.
Bila kita meneliti lebih jelas kita akan menemukan fakta bahwa ternyata pendiri gerakan LGBT adalah Yahudi Zionist yang memakai baju dan label organisasi HAM.

******
Nama -nama yang tidak asing bagi kita merupakan orang-orang berpengaruh yang juga pejuang LGBT .
1.Larry Kramer, Co-founder dari “Act Up,” homoseksual / organisasi aktivis AIDS; co-founder Kesehatan Gay
2.Alan Klein, Co-founder kelompok ACT UP, co-pendiri kelompok Queer Nation, National Direktur Komunikasi dan kepala juru bicara Gay & Lesbian Alliance Against Defamation, GLAAD. Klein juga ikut mendirikan kampanye multimedia sukses STOPDRLAURA.COM
3.Arnie Kantrowitz, Co-founder Gay dan Lesbian Alliance Against Defamation AKA: GLAAD.
4.Jonathan D. Katz, mendirikan dan memimpin Harvey Milk Institute, aktivis politik homoseksual dan juga co-founder “Queer Nation” di San Francisco.
5.Harvey Fierstein, aktor film dan aktivis homoseksual terkenal.
6.Moisés Kaufman, penulis naskah dan sutradara film, anggota homoseksual Laramie Proyek.
7.Israel Fishman, pendiri Gay Liberation Kaukus pada tahun 1970, hari ini-Gay, Lesbian, Biseksual, Transgender dan Round Table dari American Library Association, organisasi profesi gay pertama di dunia.
8.Bella Abzug dan Edward Koch,keduanya orang Yahudi New York, adalah anggota pertama dari DPR AS untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang diskriminasi berdasarkan orientasi seksual pada tahun 1974.
9.Winnie Stachelberg, direktur politik, Kampanye Hak Asasi Manusia.
10.Michael S. Aronowitz, Anggota, The Log Cabin Republik.
11.Tony Kushner, aktivis gay; Tony dan 1993 pemenang hadiah Pulitzer dramawan.
12.Len Hirsch, presiden kelompok karyawan pemerintah federal GLBT, GLOBE.
13.Barbara Raab, seorang produser NBC-TV; a “Yahudi lesbian wartawan feminis, penulis.”
14.Charles Kaiser, penulis & anggota pendiri “Lesbian dan Gay Nasional Asosiasi Jurnalis”, NLGJA.
15.David Goodstein, pemilik / penerbit majalah homoseksual utama “The Advocate” dari tahun 1975 sampai 1985 dan co-pendiri “Nasional Hak Asasi Gay Lobby”.
16.Judy Wieder, Editor-in-chief, The Advocate majalah homoseksual.
Beberapa artikel yang ditulis kalangan professional menyerukan kewaspadaan terhadap agenda berbahaya dari gerakan LGBT ini .Salah satunya adalah pendapat professor Kevin Boyle yang membahas sejarah LGBT sebagai sebuah penyakit sosial dan membantah LGBT lahir secara alami dari penyakit genetika kecuali beberapa orang di dunia yang dilahirkan dengan kasus kelamin ganda.
LGBT dan Obama bukan hubungan yang baru .Beberapa portal di dunia termasuk website Yahudi mengulas dukungan Obama dan kalangan Yahudi dalam proyek zionist ini.
http://www.realjewnews.com/?p=458
Seorang pejuang homoseks di dunia ,Masha Gessen bahkan terang -terangan mengakui agenda besar kaum Luth ini adalah menghancurkan institusi pernikahan .
Bisakah Anda bayangkan generasi yang muncul akibat dari gerakan zionist ini ?
http://www.dailystormer.com/homosexual-jewess-admits-true-purpose-of-gay-agenda-is-to-destroy-marriage/
Tak diragukan lagi kita hidup di zaman dimana fitnah melanda semua sisi hidup .Betapa berat ujian yang datang untuk generasi hari ini .
Setiap umat telah diperangatkan akan bahaya fitnah akhir zaman termasuk fitnah zionist Dajjal .Hanya orang -orang yang lalai yang menganggap ini sebagai konspirasi yang lucu ,cerita yang tidak perlu dibesar-besarkan .Dan hal yang biasa -biasa saja.
Beberapa peringatan Rasulullah Sallahu alahi wassalam yang patut kita renungi jangan sampai kita masuk dalam gelombang fitnah ini .
” Segeralah kalian melakukan amal saleh, sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu seseorang pada pagi hari mu’min, tiba-tiba pada sore berbalik kafir, atau pada sore masih beriman tiba-tiba pagi telah kafir, mereka menukar agama mereka dengan sedikit keuntungan dunia”. (Shahih Muslim: 169)
” Sungguh kamu akan mengikuti tradisi (sunnah) orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal sampai pun mereka masuk ke lobang biawak kamu akan ikut juga”. Sahabat bertanya: “Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?” “Siapa lagi!”. (Shahih Bukhari: 3197; Shahih Muslim: 4822; Musnad Ahmad: 7990)
“Sendi-sendi Islam akan lepas satu demi satu, setiap satu sendi lepas manusia akan berpegang sekuatnya dengan berikutnya. Sendi yang akan pertama lepas adalah pemerintahan, dan yang terakhir adalah shalat”.( Musnad Ahmad: 21139)
Dan hadist Rasulullah Sallahu alahi wassalam yang menjelaskan tentang fenomena kebejatan moral ini yakni propaganda incest dalam film -film Yahudi yang terang-terangan dipertontonkan .Naudzubillahmindzalik.
” Pasti akan datang kepada ummatku, sesuatu yang telah datang pada bani Israil seperti sejajarnya sandal dengan sandal, sehingga apabila di antara mereka (bani Israil) ada orang yang menggauli ibu kandungnya sendiri secara terang terangan maka pasti di antara ummatku ada yang melakukan demikian”. (at-Tirmidzi: 2565)
****

Updated 1.07.15

Menu

Iwan Yuliyanto
– Fight For Freedom –
Runtuhnya Teori ‘Gen Gay’
…dan Dialog Tentang Indonesia Tanpa Diskriminasi |

Gay

Bismillah…
Jurnal ini tambahan penjelasan tentang runtuhnya teori ‘Gen Gay’ pada jurnal sebelumnya: Kasus Sodomi Anak dan Perilaku Homoseksual Anak.

Berawal dari obrolan dengan Tyas Sarce, pegiat Indonesia Tanpa Diskriminasi (ITD); juga dengan teh Onya Aza, pegiat Anti Sepilis dan Anti LGBT. Saat obrolan sampai bagian tentang fitrah manusia, Tyas Sarce menulis:

“Pengertian dan pemahaman tentang patuh, taat dan pasrah terkadang dimanfaatkan oleh politik tertentu menjadi pemaknaan beda. Patuh, taat, pasrah sesuai aturan Tuhan itu adalah apa yang sudah disuratkan Tuhan dari awal, ngapain juga diubah-ubah? Logika sederhananya, ketika Tuhan sudah menakdirkan seseorang jadi homoseksual, kenapa manusia pada riweuh pengen ngubah? Selanjutnya, disebut-sebut homoseksual itu bukan fitrah manusia. Logikanya, kalau bukan fitrah, Tuhan pun menciptakan.”

Kaum homoseksual yang didukung aktivis liberal di negeri ini sudah mulai berani unjuk diri di berbagai media guna memperjuangkan cita-cita utamanya, yaitu pernikahan sesama jenis diakui secara hukum. Dengan dalih HAM dan alasan genetis bahwa perilaku homoseksual adalah karena faktor keturunan berdasarkan penelitian yang melahirkan teori ‘gen gay’ atau ‘born gay’ (sifat bawaan yang ada pada kalangan yang kemudian menjadi pembentuk karakter gay pada seseorang). Atas dasar itulah rata-rata pegiat ITD berargumen seperti Tyas di atas. Validkah teori ‘gen gay’ tersebut?

Penelitian Gen Gay

Ilmuwan pertama yang memperkenalkan teori “gen gay” adalah Magnus Hirscheld dari Jerman pada 1899, yang menegaskan bahwa homoseksual adalah bawaan. Dia kemudian menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual.

Pada 1991, peniliti Dr.Michael Bailey dan Dr.Richard Pillard melakukan penelitian untuk membuktikan teori tersebut. Mereka meneliti pasangan saudara: kembar identik, kembar tidak identik, saudara-saudara biologis dan saudara-saudara adopsi; salah satu di antaranya adalah seorang gay. Riset tersebut menyimpulkan adanya pengaruh genetik dalam homoseksualitas. Terdapat 52% pasangan kembar identik dari orang gay berkembang menjadi gay. Hanya 22% pasangan kembar biasa yang menunjukkan sifat itu. Saudara biologis mempunyai kecenderungan 9,2%, dan saudara adopsi 10,5%. Namun gen di kromosom yang membawa sifat menurun itu TIDAK BERHASIL DITEMUKAN.

Pada 1993, riset dilanjutkan oleh Dean Hamer, seorang gay, yang meneliti 40 pasang kakak beradik homoseksual. Hamer mengklaim bahwa satu atau beberapa gen yang diturunkan oleh ibu dan terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh pada orang yang menunjukkan sifat homoseksual. Hasil riset ini meneguhkan pendapat kaum homoseksual bahwa homoseksual adalah fitrah / bawaan, bukan penyimpangan sehingga mustahil bisa diluruskan.

Hasil penelitian dari seorang gay inilah yang kemudian dipakai sebagai senjata kuat mereka untuk memperjuangkan hak-haknya.

Lantas apakah para peneliti lainnya percaya begitu saja?

Faktanya: Gay Bukanlah Genetis

Sampai 6 tahun kemudian, gen pembawa sifat homoseksual itu tidak juga diketemukan real-nya. Dean Hamer pun akhirnya mengakui bahwa risetnya tidak mendukung bahwa gen adalah faktor utama yang melahirkan homoseksualitas.

“Kami menerima bahwa lingkungan mempunyai peranan membentuk orientasi seksual … Homoseksualitas secara murni bukan karena genetika. Faktor-faktor lingkungan berperan. Tidak ada satu gen yang berkuasa yang menyebabkan seseorang menjadi gay … kita tidak akan dapat memprediksi siapa yang akan menjadi gay.”

Hamer mengakui bahwa risetnya gagal memberi petunjuk bahwa homoseksual adalah bawaan.

“Silsilah keluarga gagal menghasilkan apa yang kami harap temukan yaitu sebuah hukum warisan Mendelian yang sederhana. Faktanya, kami tidak pernah menemukan dalam sebuah keluarga bahwa homoseksualitas didistribusikan dalam rumus yang jelas seperti observasi Mendel dalam tumbuhan kacangnya.”

Terimakasih atas upaya riset dan kejujuran Anda, Profesor Hamer.

Pada 1999, Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada, mengadaptasi riset Hamer dengan jumlah responden yang lebih banyak. Rice dan tim memeriksa 52 pasang kakak beradik homoseksual untuk melihat keberadaan empat penanda di daerah kromosom. Hasilnya menunjukkan, kakak beradik itu tidak memperlihatkan kesamaan penanda di gen Xq28 kecuali secara kebetulan. Para peneliti tersebut menyatakan bahwa segala kemungkinan adanya gen di Xq28 yang berpengaruh besar secara genetik terhadap timbulnya homoseksualitas dapat ditiadakan. Sehingga hasil penelitian mereka tidak mendukung adanya kaitan gen Xq28 yang dikatakan mendasari homoseksualitas pria.

Penelitian juga dilakukan oleh Prof Alan Sanders dari Universitas Chicago, di tahun 1998-1999. Hasil riset juga tidak mendukung teori hubungan genetik pada homoseksualitas. Penelitian Rice dan Sanders tersebut makin meruntuhkan teori “gen gay”.

Ruth Hubbard, seorang pengurus “The Council for Responsible Genetics” yang juga penulis buku “Exploding the Gene Myth” mengatakan:

“Pencarian sebuah gen gay bukan suatu usaha pencarian yang bermanfaat. Saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks. Ada berbagai komponen genetik dalam semua yang kita lakukan, dan adalah suatu kebodohan untuk menyatakan gen-gen tidak terlibat. Tapi saya tidak berpikir gen-gen itu menentukan.”

Simak wawancara bersama Ruth Hubbard di http://gender.eserver.org/exploding-the-gene-myth.html

Hasil riset-riset di atas, meski menemukan adanya link homoseksual secara genetika, namun menyatakan bahwa gen bukanlah faktor dominan dalam menentukan homoseksualitas. Jadi, istilah “Terlahir Gay” adalah MITOS belaka!

Sumber argumentasi saya di atas:

‘Gay gene’ theory fails blood test. [TheGuardian]
Gay-Gene Theory Gets a Slap in the Face. [Time]
“This is the Way God Made Me” – A Scientific Examination of Homosexuality and the “Gay Gene” [True Origin]
Xq28 [puluhan referensi artikel penting dikompilasi di Wikipedia]
Gen homoseksual tidak terbukti. Teori yang menyatakan bahwa gay adalah sifat genetis (‘ciptaan’ Allah) adalah PROPAGANDA PALSU yang dirilis oleh peneliti yang gay. Teori gen gay sifatnya politis, sarat akan kepentingan kaum gay sendiri.

Dalam dunia psikologi terdapat Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang merupakan sebuah ‘kitab’ yang berisi mengenai kriteria gangguan mental. DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA), yang selama ini dijadikan panduan bagi para psikolog dan psikiater untuk menentukan diagnosa seseorang jika terjadi kelainan, penyimpangan atau gangguan jiwa.

Yang mengejutkan, lima dari tujuh orang tim task force DSM adalah gay dan lesbian, sisanya adalah aktivis LGBT [Hidayatullah]. Wah, ternyata DSM dibuat dan disusun oleh pengidap kepribadian menyimpang.

Di Indonesia, ada buku saku yang merupakan rangkuman singkat DSM bernama (Pedoman Penggolongan & Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Hanya saja, DSM selalu digunakan para aktivis LGBT dan aktivis HAM untuk dijadikan pembenaran bahwa perilaku para LGBT tidaklah menyimpang.

Pembelaan yang menjerumuskan

Para aktivis liberal yang membela homoseksualitas biasanya memberikan argumen kurang lebih seperti ini:

Setiap orang berhak untuk memiliki orientasi seksual masing-masing. Karena itu tidak boleh ada penindasan terhadap orang dengan orientasi seksual yang berbeda.
Manusia tidak perlu men-judge atau mengadili, bila haram menurut agama, biarkan Tuhan yang menghukumnya.
Pakai logika saja untuk menjawab argumen di atas:
Jika benar seorang berhak menjadi homoseks, it’s fine, tapi dia TIDAK BERHAK menularkannya kepada orang lain!

Paul Cameron Ph.D dari Family Research Institute telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa di antara penyebab munculnya dorongan untuk berperilaku homoseksual adalah pernah disodomi waktu kecil. Berbagai kasus yang disebutkan di sini adalah buktinya. Penyebab lainnya adalah pengaruh lingkungan, yaitu sbb:

Sub-kultur homoseksual yang tampak dan diterima secara sosial, yang mengundang keingintahuan dan menumbuhkan rasa ingin mencoba.
Pendidikan yang pro-homoseksual (bayangkan bila di sekolah-sekolah kita –seandainya para pendukung homoseks berhasil menggolkan agenda politik mereka—ada kurikulum tentang kesetaraan seksual, setiap orang berhak jadi apa saja, heteroseksual atau homoseksual).
Toleransi sosial dan hukum terhadap perilaku homoseksual.
Adanya figur yang secara terbuka berperilaku homoseksual.
Penggambaran bahwa homoseksualitas adalah perilaku yang normal dan bisa diterima.
Penelitian Cameron menunjukkan bahwa kecenderungan homoseksualitas bisa disembuhkan, antara lain, melalui pendekatan diri kepada Allah. Selain itu, dari sisi kesehatan, homoseksualitas juga berdampak sangat buruk bagi pelakunya. Lengkapnya bisa dibaca di sini: http://www.biblebelievers.com/Cameron3.html

Setelah kita benar-benar memahami hasil riset yang didukung banyak fakta, maka bentuk pengakuan terbaik kepada para pelaku homoseksual adalah mengakui bahwa perilakunya menyimpang. Kemudian mendukung / membantu mereka untuk bisa sembuh dan kembali pada kodratnya. Bukan malah memberikan motivasi untuk tetap mengidap perilaku menyimpang tersebut dan dibenarkan atas nama HAM.

Membela dan membenarkan perilaku homoseksualitas atas dasar teori gen gay (padahal nyatanya propaganda palsu) justru membuat pelaku homoseksual menjadi makin terjerumus, menjauhi pintu-pintu taubat. Ingatlah: “Dosa Pemikiran itu tidak ringan, karena menyebarkan pemikiran yang salah juga berat dosanya, apalagi jika kemudian diikuti oleh banyak orang” [Prof.Dr.KH Adian Husaini, MA].

Kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri. Sekarang apakah Anda yang menyimpang dari fitrah itu:
[1] mau berjuang untuk kembali ke fitrah sebagai manusia normal?
ataukah,
[2] tetap bersama lingkungan yang menjerumuskan Anda, meski berbagai petunjuk Allah sudah terpapar nyata?

.
———————————————————-

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in #NulisRAndom2015, Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to #NulisRandom2015 (Pt.15) #LGBT Fenomena Kembalinya Kaum Luth

  1. dhanny says:

    Nice article, Lam kenal aja ya buat kamunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s