#NulisRandom2015 (pt.19) Analisa Situasi Tipe-tipe Dosen Pembimbing #2

Kedua, pembimbing skripsi!!

Lagi-lagi saya amat sangat teramat bersyukur karena dianugrahi dosen pembimbing skripsi yang baiiiiiiiiiik banget. Gak suka marah-marah, open minded, bersedia mendengarkan curhatan saya, bisa dihubungi via sms *dan biasanya langsung dibales, kalaupun telat membalas sms, si Ibu akan meminta maaf, “Sorry telat balas say… Nanti Ibu ke kampus jam 11 yaaa”… Nahh… siapa yang gak melted pengen punya dosen pembimbing seperti ini coba. Hehehe, sehingga justru saya yang merasa gak enak karena sering molor-molorin jadwal bimbingan karena ketidaksiapan saya.

That’s why, saya ingin menjadi seperti dosen pembimbing panutan saya ini dalam menghadapi mahasiswa. Saya tidak ingin mempersulit, dan membuka kesempatan seluas mungkin dalam berkomunikasi (you can contact me in my Line, WA, wechat, BBM, my fb, email, or my twitter). Gampang ditemui dan mudah diajak komunikasi bukan berarti menjadikanmu No worthy, it doesn’t liw our level down, kadang mahasiswa hanya butuh kepastian. Siapa yang akan nyaman jika digantung tak bertali seperti itu. Jadi sampaikan situasi dalam komunikasi yang efektif agar kedua belah pihak merasa aman dan tentram kondisi kebathinannya. *aghem*🙂

Nah… kasus dosen pembimbing yang susah ditemui dan mempersulit mahasiswa bimbingannya tanpa memberikan solusi kayagnya udah mainstream banget yah… Saya menemukan kasus yang justru menurut saya lebih gawat dan sadis!! Dosen yang terlalu cepat nge-ACC penelitian mahasiswanya tanpa membaca detail demi ngejar target jadwal ujian, tapi pas mahasiswanya ujian dibantai sama penguji karena ketidaksempurnaan hasil penelitian mereka, eh si dosen pembimbing malah ikut-ikutan nyudutin mahasiswa. What the…. !!!

Prinsipnya begini… (*ini menurut saya yaa…), perjalanan karir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan sebuah penelitian atau tugas akhir itu adalah sebuah proses pembelajaran. Ada yang akan berlangsung cepat, ada yang berjalan wajar dan normal, dan akan ada yang menjadi lebih lambat tergantung kemampuan si mahasiswa dalam mencerna ilmu. Nah, dosen disini memegang peran dalam mengarahkan, memberikan saran perbaikan, kritikan terhadap apa yang sudah mahasiswa kerjakan. Ada dosen yang kemudian masih terus menerus memberikan tantangan kepada mahasiswa (*read: perbaikan) agar si mahasiswa terus berproses mendekati sempurna. Jadi wajar ada yang masa bimbingannya akan menjadi lama dan panjang. Di luar alasan dosen “susah ditemui” adalah kewajiban mahasiswa untuk terus mengupayakan kesempatan bertemu dengan dosen as soon as, as frequently as POSSIBLE, selagi mereka memberikan bimbingan yang tetap prima, yaahh mahasiswa sebagai pihak yang butuh dibimbing, agar merelakan waktu, tenaga, materi untuk mempermudah proses pertemuan ini. Hehehe…

NAMUN… keterlaluan itu… jika ada dosen yang tidak memberikan bimbingan secara maksimal dan membiarkan mahasiswa bergulat dengan kesalahan yang tidak mereka sadari. Hey that’s WHAT a lecturers are for right??!!?? Jadi saya tidak habis pikir dengan dosen yang malah menyalah-nyalahkan anak bimbingannya di sidang hasil demi menjaga harga dirinya. Salahin diri sendiri dear dosen pembimbing!! Lebih baik mereka berdarah-darah di medan latihan ketimbang di medan perang!! Itu akan menjadi mental breakdown banget bagi mahasiswa. Yah kalau alasannya mahasiswa yang mendesak-desak untuk segera ACC karena waktu yang mepet, kalau saya sendiri sering berkata begini kepada tipe mahasiswa yang seperti itu,”Saya tidak bisa membiarkan Anda maju sidang sementara apa yang Anda tulis masih perlu diperbaiki. Lebih baik saya sebagai pembimbing yang nge-bully Anda selama bimbingan ketimbang Anda di bully di sidang hasil” #SayaGituOrangnya.

Well… jika mahasiswa masih ngotot, itu mah sudah menjadi problem internal si mahasiswa…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in #NulisRAndom2015, Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s