#NulisRandom2015 (Pt. 22) ~Poetic “Diam…”

image

Selain beratus-ratus kilometer jarak dan beribu menit waktu, hal lain yang membuat kita terpisah adalah diam.

Diam sama sekali membentang jurang yang terlalu luas, yang tak akan mampu dilintasi bahkan di dalam mimpiku sekalipun.

Diam tidak akan pernah tau tentang perkara hati yang sedang menunggu.

Diam tidak pernah peduli tentang arti perhatian dan keberanian untuk berharap.

Diam tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan sampai kapan ini semua akan berakhir.

Pun diam tidak pernah bisa menebak sampai sejauh mana seseorang bisa bertahan di kediaman.

Menjadi diam merupakan favorit kita saat ini. Namun dalam kediamanku, aku belajar untuk mulai membuat sebuah akhir yang baik, untuk kebaikan masa depanku, entah untuk masa depanmu.

Diam membuat aku percaya bahwa semua ini pasti akan berlalu, meski ini tidak akan mudah. Namun diammu menemaniku untuk melewatinya.

Ada lagu yang tak harus disenandungkan, cukup digubah menjadi lirik yang hanya akan mengarung di dalam hati…

Seperti cinta di kediaman…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s