Balada Baju Baru

Siang ini sungguh cerah. Iklim yang sangat menyenangkan secara matahari bersinar terang benderang, langit jelas menggambarkan warna biru dengan gumpalan awan dengan jarak yang tidak beraturan, seperti di negeri dongeng! Tak lupa hembusan angin sepoi-sepoi yang nyaman…. Musim kemarau yang menyenangkan, meski puasa… namun tidak begitu panas untuk beraktiviyas di luar ruangan.

Suasana kantor masih sibuk dengan aktivitas bimbingan skripsi dan mahasiswa-mahasiswa akhir tahun yang bolak-balik ke kantor untuk mengurus sidang hasil mereka. Saya baru saja selesai sholat Zuhur, sedikit terlambat karena tadi baru pulang dari Rumah Sakit mengunjungi mahasiswa yang sedang dinas di sana. Menit-menit menunggu ceklok untuk pulang, saya manfaatkan untuk duduk di depan komputer dan menulis sesuatu yang tampak menarik akhir-akhir ini.

Beranjak menuju pertengahan Ramadhan, aura kantor mulai berubah. Penghuni kantor yang mayoritas Emak-emak, mulai disibukkan dengan aktivitas chit-chat, ngerumpi sana-sini, mendiskusikan tentang fashion hari raya nanti. Tak jarang beberapa di antara mereka yang kemudian kabur ke pasar untuk mencari pakaian mereka, pakaian suami, anak, orang tua, dan semua manusia yang dirasa perlu untuk dibelikan pakaian. Aktivitas seperti itu berlangusng beberapa hari belakangan ini, hampir tiap hari. Ada juga yang membawa beragam pakaian muslim anak untuk dijual, dan itu sukses menjadi pusat perhatian, ada pula yang mulai menjajal calon konsumen yang ingin memesan kue lebaran. Intinya aktivitas dan topik hangat tak beralih dari baju baru lebaran, persiapan hari raya, daan… perkara THR yang masih belum mengetuk rekening Bank masing-masing, sementara naluri shopping sudah menggebu-gebu.

Saya sendiri, nyaris tidak begitu terpengaruh dengan topik ini sehingga menimbulkan pertanyaan dari penghuni kantor.

“Aini gak ikut ke pasar?”

“Gak Kak… Gak ada yang mau dibeli”

“Emang gak beli baju baru untuk lebaran?”

“Gak kak… Sebelum Ramadhan Mama sudah membeli kain untuk baju seragaman hari raya. Jadi gak beli baju lagi kak. Baju lama juga masih banyak yang mau dipakai” Jawabku sambil tersenyum.

“Wuoohh.. hebat, kalau ada predikat karyawan teladan karena gak sering kabur ke pasar, mungkin Aini kandidat kuatnya”

Heol…. ada gitu kak??? Hahaha…

Saya bukannya tidak suka shopping, namun saya sedikit tidak menyenangi aktivitas berputar-putar di pasar mencari sesuatu *yang juga tidak pasti pilihannya mau seperti apa* kemudian berlama-lama memilih, melakukan adegan tawar-menawar yang ujung-ujungnya cuma beralih beberapa digit rupiah. Fiuf, apalagi pasar di saat-saat sekarang akan sungguh ramai dan yaaah melelahkan. Saya lebih senang belanja dengan cara santai yang menyenangkan, dengan konsep fashion yang sudah jelas, di lingkungan yang nyaman, dan tidak perlu melakukan penawaran. Harga sudah Fix, tanpa banyak cincong. Makanya saya jarang sekali ikut melibatkan diri dengan aktivitas shopping emak-emak di sini.

Yah, siapa yang bisa menyalahkan kegemaran wanita yang satu ini, hehehe, mungkin sudah harfiah-nya wanita ingin tampil cantik dan menarik, kemudian melakukan beberapa upaya yang salah satunya adalah shopping untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apalagi jika sudah memiliki suami dan anak-anak, maka prioritas shopping akan juga diisi dengan pemenuhan fashion anak dan suami. Bahkan kakak-kakak disini mengaku sudah menghabiskan sekian juta justru untuk hanya baju anak-anak. Bukan untuk pakaian mereka sendiri. Yah, kecintaan kepada anak kadang membuat orang-orang kalap.

 

Namun saya tidak habis pikir dengan ibu-ibu berkeluarga yang rela menghabiskan uang jutaan untuk sepotong pakaian. Seperti kemaren siang ketika lobi mulai heboh karena seorang pegawai umum membawa beberapa potong pakaian yang tampak cetar membahana.

“Ibuk, ini harga pakaiannya berapaan?” tunjukku kepada gamis yang dibalut semacam rompi panjang, terbuat dari bahan tidak biasa, entah jenis benang apa. Unik sih, Cuma terlalu mencolok.

“Kalau bayar lunas 700.000, kredit 3 kali bayar 1 juta sajoo”

“Hwaattttttttt… muahaall… it’s not my level yet buk. Heheheh. Mending uang 1 juta itu Aini beliin ke paket data internet selama 1 tahun. Wanita masa kini lebih membutuhkan paket data ketimbang baju baru buk”, celotehku.

He he he… menghabiskan uang sekian juta untuk membeli pakaian mahal yang mungkin cuma dipakai sekali-dua kali, Ooouuwwh Mam…. saya punya keperluan lain yang lebih prioritas actually.

Tapi beda kisah ketika saya melihat tag harga pada gadget, jam tangan, ransel, atau sepatu. Saya akan sangat maklum dan bisa saja kalap membeli barang-barang tersebut dengan harga yang sedikit melambung. Karena menurut saya sesuatu yang akan dipakai lama, harus memiliki kualitas yang tinggi. Dan yah, harga tentu mencerminkan kualitas. Mau yang murah? Silahkan tanggung kualitas yang juga murahan. Ya… saya wanita dengan orientasi shopping yang sedikit berbeda dengan kebanyakan wanita lainnya (-..-)”. *kan iko lo*

Dan seperti biasa, pandangan fashion ibu-ibu saat ini sedikit banyaknya juga akan berkiblat ke fashion yang lagi “in” dan taraaa… saat ini mode yang kekinian adalah “hijab syar’i”. Maka beramai-ramailah para emak ini mencari model pakaian gamis dengan berbagai bahan yang dipadukan dengan hijab syar’i dalam. Seperti hari Jum’at dan Sabtu ini, banyak yang bikin saya nyaris tidak mengenali (*dari belakang), karena busana muslimah plus hijab yang berbeda. Huwwwooooowww banget.

Iseng-iseng denger percakapan mereka, kebanyakan ada yang PD memakai hijab syar’i (*meski kesehariannya memakai hijab biasa dengan level menutupi batas toraks, bahkan kadang cuma sampai os.klavikula dengan beragam mode dan style berbelit hijab seperti di TV), karena alasan fashion… “Yahh sekarang kan lagi modelnya yang beginian”.

Ada juga yang tidak percaya diri memakasi jilbab lebar dan dalam ala-ala “syar’i” yang baru dibeli, “Aini, gak pa-pa kan Uni pakai hijab syar’i ini? Meski sehari-hari gak pernah syar’i sih… takutnya orang-orang pada shock….! Okeh, saya cukup bingung dan takjub ada yang sadar untuk bertanya hal beginian… hehehe…

“Yah.. gak apa-apa donk! Masa gak boleh. Anggap aja uni sedang belajar dan membiasakan diri untuk menggunakan hijab dengan cara yang lebih baik” jawabku.

“Kalau ibuk gimana buk? Tanggapan orang-orang ketika pakai hijab syar’i?” Tanya si Uni ke Ibu-ibu rekan sekantor di sebelahnya.

“Pede aja lagi…. bahkan banyak yang nanya ibuk beli dimana bajunya. Kan ini emang lagi ngetrenddd sekarang”

*tepok jidat*

Ada juga yang kurang nyaman dengan jilbab yang terlalu dalam, kemudian memodifikasi cara pemakaian dengan memodifikasi kedalaman jilbab. He he he…

Saya kira ada hal penting lainnya yang juga harus diseriusi dan dibahas secara mendalam oleh kita (*ya.. KITA!!), disamping pembahasan tentang baju baru dan trend hijab saat ini… yaitu… sudah sampai dimana amalan yang KITA lakukan di Ramadhan ini???

Pertanyaan klasik, dan sering diulang-ulang ustadz di ceramah Ramadhannya. Namun, ada hal esensi yang kadang diabaikan oleh umat manusia karena kelalaian kita dalam memandang urgenitas Ramadhan. Merugilah umat manusia yang seluruh dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT sementara Allah sudah memberikan kita kesempatan bertemu dengan Ramadhan.

Anggap ini ramadhan terakhir kita, anggap ramadhan ini bekal amalan kita untuk setahun kedepan, sadari bahwa Ramadhan bulan dimana doa-doa dihijabah, ingat-ingat lagi doa, impian, target kehidupan kita yang butuh restu Allah, dan jangan lupa ingat-ingat lagi DOSA kita serta BERAPA BANYAK bekal amalan yang sudah disiapkan untuk kehidupan yang lebih kekal di akhirat kelak.

-by Aini, yang sedang berusaha memperbaiki diri di Ramadhan ini

Seorang kakak bertanya,” …………………………….

“con’t…..”

 

 

 

 

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s