Asdfghjkl

19 Juli 2015
Hari Raya Ketiga
Pukul 11:37

Aku menunggu detik demi detik waktu bergerak melewati angka 12 tanpa tau demi apa aku harus menanti sesuatu yang tidak berkejelasan seperti ini.

Aku benci menunggu. Apalagi jika itu adalah sesuatu yang tidak tau kepastiannya. Lagian siapa yang bisa memastikan sesuatu di masa mendatang? Hei… 1 jam, 1 menit, 1 detik berikutnya kita tidak pernah tahu akan seperti apa! Satu hal yang jelas dan pasti adalah detik ini!! Dan di detik ini aku masih menunggu apa yang akan terjadi berikutnya. Ribet? Entahlah… aku hanya sedang tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk situasi ini.

~

Bertahun-tahun semenjak duduk di bangku sekolah, berjumpa dan berkumpul bersama teman-teman merupakan hal yang aku senangi. Namun, bagian tidak menyenangkannya adalah, bergerak mengumpulkan orang-orang itu terasa susah dan menyebalkan sekali.

Tingkat kesulitan dan menyebalkannya semakin bertambah dari tahun ke tahun, apalagi ketika kita sudah memiliki pekerjaan, sudah ada yang berkeluarga, maka mencari waktu yang sama dimana semua orang bisa menghadirkan diri itu seperti mencari jarum diantara tumpukan jerami. Menyebalkan!

Yah… semuanya memiliki kepentingan, semuanya memiliki urusan. Aku (*sebagai seseorang yang kerap ditunjuk sebagai “host” dan TJ pengatur acara) kerap merasa gondok, dan pada akhirnya hanya bisa pegang sikap: Oke, kita ambil suara terbanyak, komit dengan kesepakatan, dan whatever dengan excuse-excuse lainnya.

Namun, semuanya terasa semakin tidak mengenakkan ketika tiba-tiba setelah beberapa saat palu diketok salah seorang anggota mengajukan keberatan lanjutan. Bla…bla..bla…. ah…

I can’t handle it anymore! You know? I am not a kind of person who can stand with this situation.

Kalau sudah begini, aku biasanya memilih menyerahkan kepada forum. Terserah mereka mau mengambil keputusan seperti apa. Terlalu banyak alasan membuatku berada di posisi seolah-olah: Acara ini hanya penting buatku, hanya aku yang membutuhkan! Dan aku paling tidak suka dengan perasaan negatif yang secara otomatis entah kenapa selalu muncul.

Jadi, disinilah aku sekarang. Berdiam diri di kamar Mama dan membiarkan masalah, yang sebenarnya SANGAT BISA diselesaikan dengan komunikasi ini, berlalu begitu saja.

Ya… kadang ada masanya kita berada di dalam kondisi mood yang tidak bagus untuk menyelesaikan problem. Aku butuh waktu untuk mencerna dan mendinginkan perasaanku. Jika pada akhirnya planning yang sudah disusun tidak terlaksana sama sekali, mungkin ada waktu yabg lebih tepat untuk kami berkumpul. *deep sigh*

Sama sekali kekanakan sekali. Hahahahha!

~

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Asdfghjkl

  1. adienesia says:

    menunggu kadang memang melelahkan…haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s