Rindu Dulu…

Tentang seorang sahabat semenjak remaja.

Kami saling membersamai sejak mengenal apa itu yang namanya puber, ABG, majalah aneka, Sheila On 7 dan menyanyikan Seberapa Pantas serta membahas puisi yang muncul di film AADC bersama.

Namun tuntutan kehidupan yang mengharuskan kamu (anak remaja) untuk menjadi yang terbaik di antara yang lainnya menimbulkan benih-benih persaingan perlahan tumbuh secara dingin di antara kita.

Lingkungan yang entah bagaimana membuat sekat yang kokoh tentang siapa yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi dan apa status kedudukan akademis seseorang.

Jika kamu tak berhasil mencapai nilai setinggi aku, kamu kemudian merasa rendah dan menjauh.
Jika aku tak mampu menjadi yang terbaik di mata pelajaran itu, aku merasa kamu seperti tersenyum meremehkanku.

Perlahan hubungan yang hangat menjadi dingin dan kemudian membeku….
Waktu dimana kita beranjak menjadi remaja yang semakin dewasa dan masih menjadikan ‘prestasi akademis’ sebagai topik hangat di antara kita.

Kita sudah lupa bagaimana menikmati perjalanan bersama, kita lupa cara bernyanyi dengan riang gembira, tak ada lagi gelak tawa, tak ada lagi saling curah rasa.

Entah kemana perginya sikap bersahabat….
Yang ada hanya basa basi yang dibuat-buat….

Mengungguliku secara tidak langsung menjadi target dalam hidupmu,
Merasa mengalahkanmu kadang selalu muncul ketika melihat wajahmu.

Helaan belas tahun kita saling mengenal.

Kita mulai meninggalkan akademis dan kemudian bekerja.
Bekerja dan menafkahi diri secara mandiri.
Kamu bergelut dengan targetan akademikmu…
Aku mendalami cita-cita serta impianku.

Kita tidak pernah lagi membahas siapa yang mengungguli siapa.

Aku berjalan, berusaha memperbaiki diri semampuku… Memperbaiki hati dan qalbuku….
Tanpa peduli lagi terhadap seberapa besar pencapaianmu.
Tidak ambil pusing lagi kamu sudah menjadi apa…

Aku ingin tersenyum tulus dengan setiap keberhasilanmu.
Aku ingin ikut merayakan kebahagiaanmu.

Sebagai seorang sahabat…
Sahabat yang sudah kamu kenal semenjak remaja.
Sahabat yang sering bermain bersama dan berbuat kejahilan-kejahilan yang indah…
Sahabat dimana kamu bebas mengungkapkan rasa….

Ya….

Aku rindu kamu yang seperti itu…

image

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

9 Responses to Rindu Dulu…

  1. Bang Cup(uh) says:

    wah. sheila on 7 tuh, band paporit aku lo.

    main-main ke sini ya, kakak:

    http://notedcupu.com/

  2. Fie Banaty says:

    Nuraaaa. Ternyata aku merindukanmu🙂

  3. Fie Banaty says:

    Eh, ternyata saya salah tempat komen. Maaf maaf -_-

  4. ratnamaruti says:

    rasa-rasanya setiap orang yang mulai menua merasakan itu mba🙂 hhehe tua bukan berarti usia ya😀 tapi saya juga mengalami hal sama loh🙂 keep blogging salam kenal ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s