Persepsi

Saya menemukan waktu yang tepat untuk menulis di malam ini. Menuliskan sesuatu yang selama ini mungkin menjadi bagian dari kegelisahan, partikel kecil dari kehidupan yang kadang luput untuk dibahas.

Ini tentang persepsi.
Kau tau apa itu persepsi?
Persepsi menurutku adalah suatu kesimpulan yang diambil oleh seorang manusia, yang merupakan hasil olahan data yang ia tangkap dari stimulus yang dihantarkan oleh panca indra.

Ya… ya… teoritisnya memang seperti itu, hehehe… pengertian di atas juga merupakan persepsi saya pribadi dari mata kuliah yang saya ajarkan di semester ganjil dengan subjek serupa,”Sistem Sensori Persepsi”. Maaf jika pembahasan kali sedikit berbau ilmiah. (*ah gak juga kali Niii… πŸ˜€ )

Berbicara tentang persepsi, yang merupakan kerjasama otak dengan stimulus, adakalanya juga akan memberikan efek terhadap suasana perasaan seseorang. Ya, setiap orang memiliki hak prerogatif untuk mengendalikan persepsinya sendiri, semacam kemampuan berpikir untuk membentuk kesimpulan pribadi.

Jika persepsi memiliki kaitan dengan perasaan, secara tidak langsung manusia juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan perasaannya sendiri. Tidak melulu “baper”, terbawa perasaan tanpa mampu mengendalikannya dengan membentuk persepsi lain.

Rumit?

Hehehhe…. actually, saya tidak yakin ada teori seperti ini, karna saya pribadi belum pernah mencari proses kerja sensorik yang seperti ini, baik ditilik dari fisiologis ataupun psikologik. Ini murni dari hasil renungan beberapa hari belakangan yang yahh, cukup bagus juga untuk dishare.

Contoh sederhanya seperti ini, ketika kamu tiba-tiba melihat seorang ibu yang memarahi anaknya diikuti beberapa pukulan kecil di kaki si anak, mungkin otakmu akan berproses menyimpulkan beragam persepsi. Bisa jadi kesimpulan itu berupa: What the hell is that Mom doing to her son!!?!! Did she want to kill him? *lebay*… Bisa juga: “What a naughty kiddos!! He should make something trouble… rude!! Sedangkan kita tidak akan pernah mengetahui the truth, sebelum kita mengkonfirmasi kepada si ibu. Di dalam islam, hal ini disebut tabayyun.

Contoh lain yang lebih kekinian, ketika ada lawan jenis yang kemudian flirting, doing something nice and stuff like that, ada baiknya kamu jangan baper duluan… Just don’t!! Jangan langsung berpersepsi dia suka, fall to you, and so on… just stay cool… Maybe she/he never mean to does those thing to you. Yaah… You should find the real reason first… or just wait if time will give you the answer πŸ™‚

Nah, pengendalian diri terhadap pembentukan persepsi ini amat sangat bermanfaat untuk menciptakan pikiran positif, terutama ketika input atau masukan yang ditangkap oleh panca indramu hanyalah masalah, bad thing, the worst thing…all you need to do is controlling your OWN mind to make the aura better.

But how???

Allah sesuai persangkaan hambaNya πŸ™‚

Dan tetaplah berprasangka baik, tetap jalin komunikasi dengan Allah untuk menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut, lakukan hal terbaik… tetap berpikiran positif bahwa selalu ada alasan dari setiap kejadian. Kemudian bertawakal, menyerahkan keputusan terbaik dari Allah.

Ketika mungkin terjadi kesalahpahaman dengan orang sekitar, amarah, rasa kesal, lelah, takut, cemas, curhatlah kepada Allah. Mintalah agar Allah mengubah suasana hati menjadi lebih baik. Heii… Allah Maha Pembolak balik hati, right?

Ketika kamu memiliki hajat/permintaan/impian/cita-cita… namun tak kunjung terkabul dan terjadi, just keep positive mind that… something happen by a reason. Mungkin Allah memiliki sketsa lain yang pastinya tidak akan merugikanmu sama sekali. Sekali lagi, percaya kepada Allah.

Nah… persepsi buruk yang akan semakin memperburuk suasana hati adalah keputusan otak kita sendiri. Namun kita juga BISA (SANGAT BISA), untuk berperilaku membuat keputusan/persepsi yang lebih menyenangkan.

Susah?

Ya… segala sesuatunya akan susah di awal percobaan.

Ofcourse…. I still on progress to persisted controlling my self to have a good response for all the kind of stimulus.

πŸ™‚

Bukittinggi, 23:53

image

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s