Dylan & Lingga (1) They have their Own Path!

“Sudah berapa kali kuingatkan kepadamu, bahwa takdir yang sudah ditentukan Allah di lauh mahfuz BERBEDA antara si A, si B, si C, atau si Z!!! Jadi tidak ada alasan untukmu mebanding-bandingkan nasib di antara mereka!!!” Lingga berteriak kepada Dylan.

“Lalu, apakah si C yang bernasib buruk tidak berhak mendapatkan takdir seindah si A? Ah… si A hidupnya terlalu sempurna, kau tau!!”, Dylan tak kalah keras berteriak di depan wajah Lingga

“Heii… apa maksudmu dengan sempurna?”

“Ya… coba kau lihat! Si A begitu perfect! Terlahir sebagai manusia dengan wajah rupawan, yang sepertinya berimbas kepada nasibnya yang juga selalu baik. Semuanya terlihat sempurna. Dia lulus kuliah 3 tahun 8 bulan! Wisuda dengan IPK sangat memuaskan. Mendapatkan pekerjaan yang bonafit, tak lama kemudian dia menikah dengan seseorang yang tak kalah rupawan. Punya anak yang lucu menggemaskan dan kudengar kemaren mereka baru merayakan wisuda 6 bulanan ASI eksklusif anak mereka. Kurang apa lagi coba!! Too perfect to tell huh!!”, panjang lebar Dylan memaparkan kepada Lingga, tak ubahnya seperti seorang orator ulung dalam mempengaruhi massa.

“Okke… menurut seorang manusia bernama Dylan, dari sisi pandangan manusiawinya, si A mungkin sempurna… lalu apakah jalan cerita berbeda yang dirasakan si C langsung dianggap tidak sempurna begitu?”

“Yaah… menurutku begitu…. si C terlalu menyedihkan. Ia menghabiskan waktu 5 tahun lebih untuk mendapatkan gelar sarjana. Butuh beberapa waktu untuk mencari kerja. Dan sekarang lihatlah Lingga… buka matamu lebar-lebar! Si C seperti pekerja rodi jaman romusa yang menghabiskan 12 jam dalam kehidupannya untuk bekerja. Ia bahkan tidak sempat bergaul apalagi memiliki kekasih. Hah… jomblo perak 25 tahun! Tchk!”

“Dari sisi mana kamu melihat itu sebagai sesuatu hal yang menyedihkan? Kau sudah bertanya kepada mereka?”

“Tentu saja! Si A terlihat bahagia ketika memposting foto anak nya di social media. Sedangkan si C…. ah…bahkan dia tidak senang dengan akunnya sendiri. Ia sudah jarang update! Mungkin dia sedikit malu jika harus tampil di depan umum”

“Kamu sudah mengukur kadar kebahagiaan mereka secara objektif? Picik sekali naluri kemanusiaanmu membanding dua hal yang sudah pasti berbeda! ”

“Errr…. apa maksudmu??”

“Kebahagiaan itu adalah hak setiap manusia. Si A berhak untuk berbahagia, si C juga PASTI  berhak untuk bahagia, dengan jalan kehidupan mereka masing-masing! Okeh… mereka tampak memiliki dua kisah yang terlihat kontras, namun keputusan untuk menjadi manusia yang baik atau keputusan merasakan kebahagiaan atau tidak, mereka masing-masing memiliki hak untuk itu. Terserah si C mau jalannya berliku, penuh halang rintang, bersemak atau berduri, tidak selancar jaya si A, namun keputusan menjadi bahagia ada di tangan mereka. Bukan di kepala picik manusia, dan juga bukan bersumber dari argumen sentimen sok tau dari orang-orang”

“Jadi bagaimana seharusnya? I don’t get it…”

“Everyone have their OWN story dear… jangan selalu menganggap remeh kisah yang kamu alami hanya karena kamu terlalu picik membanding-bandingkannya dengan fairy tale orang lain. Yang harus kamu lakukan adalah berdiri dengan kakimu sendiri, gunakan otak, tangan, kemampuan yang kamu miliki semaksimal mungkin demi harapan-harapan yang kamu impikan. Dan yaah… mungkin impian kamu mirip dengan orang lain atau mungkin berbeda. But all you have to do is do your best, keep prayin’, and positive mind. Perkara waktu kapan terwujudnya, itu urusan Allah! Kita tidak berhak ikut campur. Alllah lebih tahu yang terbaik bagi umatNya, sementara manusia punya keterbatasan dalam hal tersebut. And most things worth never come easy, dear…” kali ini Lingga berujar dengan senyuman manis di wajahnya.

“I just wondering about si C’s feeling. Maybe he has the pretty same dream of life as si A’s life”.

“So… what’s wrong with that? Memang cuma si A yang berhak punya cerita life happily ever after? Tentu saja si C boleh mempunyai impian yang sama. Impian harus berbanding lurus dengan usaha. Perkara jadi atau tidak, itulah yang dinamakan Qadar seorang manusia. Keep positive mind, mungkin saja Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebiiiiiihhh indah yang tak pernah si C duga. Impian boleh sama, jalan cerita mewujudkannya SANGAT MUNGKIN berbeda. Stay cool, apa yang sudah ditakdirkan menjadi milikmu, tidak akan berpindah ke tangan orang lain. Tenang aja… rezeki sudah Allah atur, bahkan jauh sebelum kamu mengenal seperti apa rupa ibumu.  Hahahah”

“Kau berkata seolah semuanya begitu sederhana dan mudah”

“Jadi dimana letak keribetan mereka?”

“I don’t know exactly yet… but …ah sudahlah…”

“Hahahha… jika diberi kemudahan, bersyukurlah…. jika diberi ujian dan cobaan, bersabarlah… Ada pahala dan hikmah pada kedua kondisi tersebut. Jadi nasib buruk tidak berarti buruk ketika seorang manusia bisa menempatkan diri sesuai kadar dan kodrat mereka sebagai seorang hamba”.

“Yaah… baiklah… Lingga sang motivator jiwa!! Kau menggambarkannya dengan begitu mudah dan elegan. Tapi kau mungkin tau persis, tidak semua manusia yang memiliki konsep dan mindmap seperti itu”. Dylan mulai memutar-mutar sendok di cangkir kopinya. Kopi itu mulai dingin, berbanding terbalik dengan semakin menghangatnya diskusi mereka.

“Itu diluar kekuasaan kita. Tapi kita bisa mengingatkan mereka… that’s what the friends, the human, are for… dan tentu manusia masih harus terus belajar dan belajar untuk memanajemen hati mereka” Lingga menutup diskusi mereka malam itu dengan menyeruput habis 3/4 gelas kopi yang mulai dingin.

Bukittinggi,19.08.15

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Dylan & Lingga (1) They have their Own Path!

  1. Sandurezu サンデゥレズ says:

    Suka!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s