Refleksi Diri

Berpura-pura sedang tidak terjadi apa-apa itu sama seperti berlama-lama menahan urine di dalam kandung kemih.
Tampak tidak menyakitkan, namun sungguh tidak nyaman. Membuatmu ingin segera berlari secepatnya menuju kamar kecil untuk mengeluarkannya.

Sama halnya dengan menyimpan kemarahan namun bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja, itu seperti pus yang mengendap di bawah lapisan kulit. Terlihat bagus dari luar, namun sungguh perih jika ada yang menyentuhnya. Ia butuh dipencet dan dibersihkan jika ingin sembuh. Semakin lama dibiarkan, ia akan semakin menginfeksi.

Seperti itulah hati kita.
Ada banyak hal yang mungkin bersarang di dalam sana. Ada beragam pernak-pernik yang membuatnya merasakan beragam hal, namun otak seolah memerintah untuk menyembunyikannya serapat mungkin. Bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
Mengingkari bahwa sebetulnya kita butuh pertolongan, kita butuh untuk mengakhiri semua kepura-puraan ini.

Kira enggan mengakui dan bersikap jujur pada diri sendiri bahwasanya kita sedang merasakan sakit hati, benci, marah, iri, dengki, perasaan berdosa, dan sebagainya. Sehingganya tubuh tak kunjung bergerak menuju obat penawarnya. Sama hal nya dengan rasa malas berjalan ke kamar mandi ketika ingin pipis, atau seperti perasaan takut untuk dibuka kulitnya untuk mengeluarkan pus/nanah yang menginfeksi. Ya… kita takut untuk merasa terluka jika menngungkit-ungkit perasaan sakit tersebut. Padahal untuk memperoleh kesembuhan, memanglah sebuah proses yang didalamnya terdapat rasa kesakitan.

Maka, rendahkanlah diri…
Tundukkanlah hati,
Berikhtiar bergerak dan mengikuti proses dari sang Maha Penyembuh.
Dengan penuh tunduk dan patuh mengakui kelemahan hati untuk tidak menjadi marah.
Mengakui kekurangan diri untuk tidak merasa benci.
Mengakui keterbatasan jiwa raga dalam menjaga diri dari perbuatan dosa.

Kadang kita tidak pernah tau obat seperti apa yang akan diberikan. Bisa jadi obat itu terasa sangat pahit di lidah, bisa saja berupa treatment yang sangat menyakitkan, bisa saja ia berupa hal manis yang menguatkan. Namun apapun itu, kita percaya Sang Maha Penyembuh bisa memberikan kesembuhan untuk kesakitan yang kita derita.

Apalagi yang kita punyai di atas dunia ini selain Allah?

In life there are 2 types of problems: one you can do something about, one which is outside of your power. You have to act to the first one, so you don’t have to worry about it. The 2nd one, you don’t have to worry about as well, cause it is outside your power. All we humans can do about these second type, is pray. No need to lie awake at night about it
-Unknown

image

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Refleksi Diri

  1. Tulisan kayak gini selera saya banget, hahaha…! Kereeen pokok e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s