Pembelajaran sebagai Proses

Selama ini, sebagian besar mahasiswa menganggap proses evaluasi itu bertumpu kepada nilai yang mereka dapatkan di ujian tulis setiap semesternya. Sehingga banyak yang pada akhirnya mengabaikan “proses” serta menyepelekan keaktifan dalam belajar. Sebenarnya hal ini juga terkait dengan metode pembelajaran dan bagaimana dosen mata kuliah melakukan transfer ilmu di dalam kelas. Sehingga, cara dari dosen mengarahkan, akan berdampak terhadap bagaimana mahasiswa menjalani proses pembelajaran.

Sedangkan, proses pembelajaran yang kita kenal banyak memiliki berbagai metoda yang cukup efektif untuk meningkatkan keaktifan dan parsipasi mahasiswa di kelas. Karena mindset sebagian besar mahasiswa masih berporos kepada “Nilai yang bagus adalah nilai yang tinggi”, maka memodifikasi metode pembelajaran dengan ‘iming-iming’ memberikan nilai di setiap peran aktif mahasiswa cukup efektif untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk terlibat aktif di dalam proses perkuliahan.

Kurikulum berbasis kompetensi, dan atau penggunaan metode SCL sekiranya dapat dikreasikan lebih menarik, sehingga tidak monoton dan membosankan. Penggunaan proses pembelajaran melalui: Kunjung Karya, dimana mahasiswa dibentuk per kelompok, masing-masing kelompok membahas 1 topik/kasus, dan menterjemahkannya ke dalam sebuah poster. Poster tersebut kemudian ditampilkan di depan kelas, anggota kelompok lain kemudian memberikan masukan dan pertanyaan terkait poster/topik. Masing-masing anggota kelompok harus menguasai bahan sehingga mampu menjadi perwakilan kelompok untuk menjelaskannya kepada kelompok lain.

Metode lain yang juga bisa menarik perhatian dan keaktifan mahasiswa diantaranya: lomba cerdads cermat dengan ‘iming-iming’ nilai tinggi bagi siapa yang mampu menjawab pertanyaan. Meskipun tidak semua mahasiswa mampu menjelaskan suatu topik dengan baik, namun peran dosen disini adalah sebagai fasilitator/tutor yang berperan sebagai katalisator/memicu keingintahuan anak serta keinginannya untuk mencari tahu sendiri pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Dengan adanya beragam metode pembelajaran yang sudah dipaparkan sejak awal pertemuan kuliah (kontrak mata ajar), setidaknya mahasiswa tidak lagi meng’under estimate’kan kehadiran di kelas. Karena sejatinya proses pembelajaran lebih penting ketimbang evaluasi nilai ketika ujian. Bahwasanya, proses dan bagaimana mahasiswa menyerap ilmu, adalah lebih utama dibanding memberikan mahasiswa setumpuk teori untuk dihapal.

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s