Kaleidoskope 2015

It’s new year already!

1 Januari 2016 sudah terjalani selama 9 jam 47 menit 40 detik (*penetapan lama waktu terhitung dari note ini ditulis) ß semacam penting dirinci.

Tidak banyak yang berubah selama 1 tahun terakhir. Dimulai dari pertengahan tahun 2013, saya masih berstatus sebagai dewasa pemula yang bergelut dengan dunia karir dan pekerjaannya. Rutinitas kurang lebih masih sama dengan tahun sebelumnya, malah keekstriman frekuensi sibukannya makin bertambah. Bukan sesuatu yang saya gemari, sebenarnya.

Tahun 2015, di umur 25 tahun yang merangkak menuju 26, namun sejatinya saya tetap merasa muda belia, dengan energy positif yang berlimpah untuk mencoba hal-hal baru. Saya merasa excited menjalani aktivitas sebagai seorang pekerja, namun kadang kala mencapai limit dan batasan yang nyaris membuat muak dan muntah. Hoeks!

Gak banyak hal istimewa yang terjadi, I am still me btw, a single, active, dan awesome girl! *disoraki*

Okay, let me write my kaleidoscope of 2015 from the first stair till the twelfth.

Januari. The second wedding was held!!

Yah, finally akak found her future man! Masa kegalauan akak dan keresahan Ama dan Apa berkurang beberapa level dengan adanya perhelatan ini. Dan sebagai adik yang baik, aku turut berpartisipasi hampir di semua lini kepanitian. Mulai dari menjadi runner untuk melengkapi kebutuhan emak-emak yang masak sebelum baralek, sebagai suruh-able girl, mengkoordinir dekorasi, mencari bahan baju nikahan sampai bantu mengkritik designnya *sampai-sampai akak kesal, kemudian menjadi MC rangkap fotografer, rangkap penanti tamu di hari pernikahan. What a busy tired day!!

Dengan berakhirnya 1 kegelisahan, maka akan muncul 2 sampai 3 kegelisahan berikutnya. Siap-siap menjadi target nynyiran para tetua berikutnya Ni!!!

Oia, di bulan yang sama, two of my very best friends akhirnya menyadari mereka saling berjodoh dan memantapkannya dalam gerbang penikahan meski banyak ‘ciyeeeeh’ bertaburan menanggapi berita tersebut. Congrats makuwo dan Riko bela wong!

Februari. Masa Berduka

Seperti yang pernah kukisahkan, akhir Januari merupakan masa berduka bagi keluarga kami, dengan meninggalnya Pak Etek Buyuang di Malaysia, 2 minggu kemudian, menyusul Pak etek Mul (adik Pak etek Buyuang) meninggalkan keluarga kami semua. Hari pemakaman adalah masa-masa paling berduka di rumah, belum kering kesedihan kehilangan pertama, sekarang sudah disusul yang kedua.

Maret. Hello Bussy girl!

Sibuk… sibuk… sibuk… hari-hari di bulan Maret dipadati dengan aktivitas mengajar, membimbing mahasiswa praktek profesi Ners, sekaligus meladeni mahasiswa galau tahun akhir dalam bimbingan dan ujian proposal skripsi. Oh ya, Maret juga masa-masa on fire dalam meningkatkan ilmu pengetahuan (*aseeek) terhadap materi per-TOEFL-an. Di bulan ini, aku dan Feni juga sibuk merancang masa depan(?). Aktivitas juga diisi dengan menjadi bintang tamu pemateri dalam kegiatan yang diadakan adik-adik BEM KM F.Kep.

April. Hello Bussy Girl (*part II)

Masih melanjutkan aktivitas di bulan Maret, mengajar, bimbingan, konsul skripsi, menguji skills lab dan mengurus persyaratan beasiswa (*rencananya mau ikut AAS gitu. Nah, di bulan April juga, aku diamanahi sebagai operator untuk mengurusi proses pendaftaran akreditas kampus (*yang pada akhirnya benar-benar riweuh). Aura-aura lembur akreditas pun dimulai. Sementara kancah perdosenan juga mulai disibukkan dengan rencana kuliah S2. Hahaha, banyak hal terjadi di bulan ini, penuh intrik dan konflik. But, it’s done already…uahhahha

Mei. Demam akreditasi

Seperti yang sudah kutulis di atas, kampus kami sedang dalam masa-masa persiapan akreditasi. Hwat! Akreditasi! Terdengar mengerikan, dan ternyata memang sangat menyeramkan! Jadwal pulang kerja yang sebelumnya pukul 14.30 bergeser menjadi 17.30… di tengah masa-masa pengisian borang dan persiapan akreditas, kami juga masih harus melaksanakan kegiatan Prodi. Aaarrrghh… masa-masa melelahkan.

Untunglah aku tidak lupa untuk bahagia. Bersama teman-teman se kosan, di bulan Mei kami memulai tour pertama ke Pulang Pagang. The most beautiful beach ever!

Juni. Gank motor.

Karena beberapa insiden yang terjadi di rumah, pada akhirnya Ama mengizinkanku untuk membawa motor ke Bukittinggi. Jadilah semenjak itu, perjalananku tak lagi sebagai penumpang bus, namun rider.

Di bulan Juni juga merupakan bulan-bulan galau menentukan pilihan. Finally, aku membatalkan rencana ikut Simak UI 2015 yang persiapannya sudah kulakukan sejak bulan kemaren. Yah… you know what? I still can’t give up on my dreams. Saya merasa tidak bisa menyerah begitu saja untuk sesuatu yang sudah saya cita-citakan sejak lama. Meskipun konsekuensinya adalah perjuangan ekstra dan kesabaran yang mendalam untuk menunggu waktu itu datang.

July. It’s Ramadhan! It’s bully time!

Ramadhan kali ini aku tidak mau kecolongan lagi untuk tidak beribadah dengan betul-betul *beugh* dan Agenda lembur akreditasi masih berlanjut, dengan target yang entah kenapa makin lama makin keundur-undur gak jelas. Hahaha. Ya Tuhan, segeralah badai akreditasi ini berakhir!

Idul fitri kali ini, aku menjadi bulan-bulanan tetemanan SMA yang yaaah, kondisinya: 1 gank, hanya denai sendiri anggota perempuan yang belum menikah. Mateeey! Teman-teman yang lain melancarkan aksi bullyannya dengan sangat rapi, massif, dan terstruktur. *terus ainun harus ngapain kaka?

Gak hanya di kalangan teteman SMA, dengan kak Dewi dan kak Juned yang juga pada kahirnya mengakhiri masa lajang mereka, officially, denai menjadi satu-satunya anak gadih paling bungsu nan indak kabaradiak lai di kantor, dan bisa disuruh-suruh tentunya. -..-)

Agustus. Farewel …

Ya… Akhirnya para senior di kantor menemukan pelabuhan pendidikan S2 mereka masing-masing. Kak Juned ke Thailand, Kak Dian dan Uni ii mengambil Spesialis di UI, Kak Siska berujung sesuai keinginannya mengambil S2 Jiwa di Unand. And me? Hahhaha… I’m still here though! Dengan usaha untuk mencapai pendidikan S2 impian yang masih sama, dan amanah yang semakin bertambah tentunya. Pasca banyak yang meninggalkan kantor, akhirnya Kampus memberikan amanah sebagai Sekretaris Prodi kepadaku, dalam artian akan lebih banyak kesibukan, kepanikan, kecemasan, kelelahan, dan pemasukan *plak!

Suasana kantor sepi mendakdak. But, life must go on… fiuf…😦

September. My favorite one!

Gimana gak favorite… bulan kelahiran, yang sedapat mungkin aku sembunyikan. Hahaha… pada dasarnya aku tidak terlalu suka untuk diistimewakan oleh orang-orang, namun Alhamdulillah ada dua pesta kejutan di bulan ini.

27 September aku habiskan dengan tour de Mandeh bersama kawan-kawan se kosan. Dan tentu mereka tidak tahu itu hari ultahku. *dengan modus agar gak dimintai traktiran sih… huheheheh

Oktober. Hello Bussy girl (*part III)

Heol,,, ternyata demam akreditasi masih belum berakhir. Malah bertambah parah setiap saat. Semakin dipreteli, semakin banyak yang harus dikerjakan. I hate it! Penderitaan ini harus segera diakhiri! And finally kami akhirnya menyelesaikan borang di akhir-akhir Oktober dan bersiap-siap untuk menuju tahapan berikutnya dalam proses akreditasi.

Oh ya… Aku dan feni, kami berdua masih berkutat dengan usaha kami untuk mendapatkan pendidikan S2 dengan jalur beasiswa. Ya, kami sama-sama berprinsip untuk tidak mengambil peluang pembiayaan yang disediakan oleh Yayasan.

Oh… ya! Happy graduation my lil Sister! Ayi, SKM! Finally you got it on your perfect time girl!! Gak nyangka setelah melewati perjuangan panjang nan mendebarkan, Ayi akhirnya wisuda! Fiuf… lega. Sejak bimbel sampai konsul skripsi, aku sebisanya hadir mendampingi Ayi. Dan wisuda Ayi merupakan kebahagiaan yang besar bagi Ama dan Apa di tahun ini.

Sehari setelah wisuda Ayi, mendadak disuruh terbang ke Bandung untuk mendampingi mahasiswa praktek profesi Ners di RSJ. Dengan persiapan ala kadarnya, Alhamdulillah bisa mengantar mahasiswa dengan selamat. Dan yang paling penting bisa meet up dadakan dengan beberapa orang teman di sana.🙂

 

November. Mabok akreditasi never end!

Oke, sepertinya akreditasi kampus menjadi agenda kami sepanjang tahun ini. Persiapannya makin diperketat, lembur makin diperlama, dan kesibukan semakin ditekan. What a day!!

Desember. The D!!!

21-22 Desember 2015, puncak dari kesibukan sepanjang tahun kami! Akhirnya kampus dikunjungi asesor. Yah… perasaanku campur aduk! Mulai dari cemas, tegang, takut, dan pasrah…

Yah… hari H yang mendebarkan itu ternyata memang tidak se-chaos dan semelelahkan persiapan-persiapan dan simulasi sebelumnya, namun yah… tekanan bathinnya lebih terasa.

Selepas akreditasi, ada semacam kelegaan karena perasaan pasrah dan ikhlas yang berusaha kupupuk. At least, we have tried our very best effort all year. Jadi, meski masih banyak kekurangan di sana-sini, aku berusaha untuk tidak memikirkan bagaimana hasilnya.

Next: Focus on my target!! Huaaa… aku rasanya mau berteriak lepass untuk menyusun kembali rancangan agenda pentingku di tahun beikutnya! Yosh!! Banzai!!!

 

Okeh… selesai sudah notes panjang kali ini.

Selamat tahun baru bagi teman-teman yang merayakan!

Apapun itu nama hari dan perayaannya, do your best folks!!

 

 

image

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

4 Responses to Kaleidoskope 2015

  1. Aktipisss ainun maaa. Bussy girl sampai triple 😝

  2. Bisa dong *keplak fajar*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s