Balada Pelem India

Jadi setiap sekali minggu, ketika jadwal pulang ke rumah datang, saya yang jarang lihat TV dan sekali-sekalinya lihat rasanya pengen menguasai TV seorang diri, masih harus mengalah dengan Ama yg kesengsem dengan drama Hindi Antv di siang hari (yang uttaran uttaran itu tu ha), dan manusia harimau di malam hari (*2 acara wajib Ama). Sehingga mau tau mau, 1, 2 episode saya terpaksa ikuti.

Dan ternyata, menonton drama India di TV swasta itu sama menyebalkannya dg sinetron. Too much zoom in zoom out, space antara 1 dialog dengan dialog lainnya terlalu lama, kebanyakan merenung (dikit dikit melamun, dikit-dikit musik, dikit-dikit baru dialog lagi), dan kebanyakan, eh salah…. bukan, over dosis bumbu drama emang.

Saking kesalnya dengan jalan cerita yang itu-itu aja, dan progresnya terlalu lama (*masa saya nonton 1 minggu lalu sama episode sekarang gak banyak berubah, padahal tayang tiap hari), akhirnya saya searching di google sinopsis langsung episode terakhir. Ama khusyuk lihat Uttaran di TV, saya khusyuk baca sinopis akhir di google.

Sampai tiba-tiba, “Bahahahaha….”, saya tertawa, ngakak keras… Ama sampai kaget.
“Dek a?”, Ama asked.
“Tau ndak Ma, kecek google, pemain utama drama iko mati sadonyo. Si Vans bunuh diri, si Veer dibunuah urang, si Icha sakik tu mendonorkan livernyo ke Tapasya, akhirnyo mati lo, tu tapasya menderita ujung-ujungnyo mati lo…bhahahhaa… lawak akhirnyo ma, antilah Ama nonton drama iko lai”.
“Wwwhhaaaaatt…. tu hampia tamat pilem iko lai?” Ama panik.
“Lamo lai ma… tapi rancak ama hentikan menonton kini daripado kecewa Ama di akhir, soalnyo ndak happy ending doh. Mungkin si Icha jo si Veer bahagia di akhirat ajo lai”.

Ama bete, dan saya masih sakit perut menahan tawa demi membaca sinopsis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya itu.

Nb: that’s why, saya tidak suka lagi sinetron, drama, karena jalan ceritanya cukup menyebalkan dan saya bukan tipe orang yang cukup sabar untuk menunggu akhir cerita yang berbelit-belit. Sama dengan si nduk Desi, i would like to,”Bisa sekip ke episode terakhir aja gak????”.

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s