Novel “Rindu” Tere Liye

Ini Novel karangan Tere Liye, berjudul “Rindu”.

Novel ini dicetak pertama pada tahun 2014, dan saya baru berhasil membelinya 2 minggu yang lalu, ya… di kesempatan awal tahun yang entah kenapa saya baru ingat dengan resolusi hidup beberapa tahun lalu semenjak menjadi mahasiswa; ketika kelak sudah bekerja, saya akan menggunakan sebagian kecil penghasilan untuk membeli buku setiap bulannya.

Namun hal ini luput… dan akhirnya yaa… awal tahun 2016, untuk pertama kalinya berfoya-foya di toko buku, membeli langsung beberapa buku sekaligus diantaranya novel novel Tere Liye.

Berbicara tentang novel Rindu, plot ceritanya tidak melulu seperti judulnya yang mungkin akan membuat pembaca langsung menduga bahwa ini adalah novel romansa. Beda! Sungguh… dan ini yang saya sukai dari novel genre senada dari Tereliye. Ceritanya susah ditebak. Namun penuh kejutan dan seru pastinya.

Rindu berfokus tentang 5 kisah dengan 5 pertanyaan yang kemudian terjawab dengan sendirinya dengan alur yang begitu rapi.

Di masing-masing bab dimana pertanyaan itu dijawab, Tereliye menjabarkan jawabannya ke dalam bentu nasehat yang sungguh menyentuh dan mengena. Tak hanya kepuasan sebagai pembaca novel, namun ada sebentuk santapan rohani yang membuat perasaan menghangat ketika membacanya.

Saya sudah menandai halaman-halaman dimana jawaban itu dijabarkan. Hehehe…

Well, masih ada beberapa buku Tereliye lagi yang harus diselesaikan, dan prospek menarik untuk membeli buku lainnya di bulan mendatang.

πŸ™‚

And for sure…

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

4 Responses to Novel “Rindu” Tere Liye

  1. Arif Erha says:

    Aku juga udah baca. Sampe aku resensiin juga di blog. Hehe
    Inti pesannya hampir sama dengan “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”. Bedanya, ini lebih luas. Mencakup sejarah Indonesia juga.
    Salut buat Tere Liye!πŸ™‚

  2. Hawa says:

    ya, tere liye punya cara yang “hangat” untuk menasehati tanpa terkesan sok tahu… sama ai, kakak juga suka novel tere liye, terutama yang kalo gak salah judulnya “sepotong hati yang baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s