An Unexpected Journey (*Season 2), Bdg-Bgr

Hari Ketiga

Di hari ketiga ini, paginya Feni gak ke RSJ, rencana ke RSJ jika Kampus sudah mengkonfirmasi beberapa urusan yang perlu diselesaikan di sana, dan nanti akan dilaporkan ke RSJ. Jadi, pagi-pagi pukul 9.30 setelah sarapan nasi kuning yang entah kenapa lebih mirip rasa ketan, saya mengajak Feni ke Dusun Bambu, spot terdekat yang dalam artian jika semua urusan di kampus selesai, Feni bisa segera balik ke RSJ untuk mengkonfirmasi. Kami masih menyewa motor. Perjalanan tidak sampai 10 menit. Ini kali keduanya saya ke Dusun Bambu. Tempatnya masih sama cantik dan menariknya. 2 jam, kami habiskan untuk berkeliling dan makan siang di Dusun Bambu. Ini adalah makan siang kedua kami di luar, di hari pertama kami makan siang di Braga bersama adik Feni. Pengennya sih gak usah makan siang di luar, karena di asrama sudah disediakan makanan. Tapi berhubung kami Cuma makan 3-4 sendok nasi kuning (nasi kuning doang! Gak pake embel-embel lauk karena udah dihabisin mahasiswa! Khkkhkh), kami terlalu kelaparan jika harus mengharapkan makanan di asrama yang juga terancam habis karena keganasan mahasiswa (-..-)”.

12670347_10207656689668520_3595517031883984078_n

12928291_10207656660707796_4428957423589659479_n

(Arena bermain anak di Dusun Bambu)

cats

 

 

 

  • Jaraknya cuma 7menit dari penginapan. Kali ini saya tidak sendirian, tapi ngedate berdua.
    Nyasar berdua itu lebih seru ketimbang nyasar sendirian.

    Because two is better than one… *nyanyi*

 

Dusun bambu memang tempat yang sangat nyaman sekali untuk berwisata keluarga

Keinginan menjelajah utuk menemukan lokasi Cibaduyut akhirnya dibatalkan, karena kami harus segera menuju Bogor untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Ya, hari ketiga ini kami telah berenca untuk langsung ke Bogor, meet up dengan Mbak Rin dan Namia yang kebetulah sedang tidak dinas. Kita mau nginap bareng di Bogor! Horraaay!!!

Perjalanan ke Bogor tidak semudah yang kami bayangkan! Jika beberapa hari sebelumnya mobilisasi kami lancar jaya dan gak terlalu repot karena harus bawa-bawa travel bag, kali ini semuanya terasa merepotkan karena harus dua kali naik turun angkot menuju terminal sambil nenteng-nenteng koper dan tas. 1 jam perjalanan dari Cisarua ke terminal Leuwi Panjang, plus macet, plus panas, plus debu bertaburan… Feni bilang: “Kita sudah memasuki babak lain petualangan yang lebih membutuhkan perjuangan Ni!”. Yap! And I am ready for sure!

Singkat cerita pukul 5 bus nya baru jalan (*fase ngetemnya cukup lama), sepanjang perjalanan meninggalkan Bandung hujan petir menyambar-nyambar. Oh My Godness… sepanjang perjalanan kami gak ada yang bisa tidur, sibuk WA-an dengan mbak Rin dan Namia yang masih terjebak di stasiun entah dimana menuju Bogor, yaa… sore-sore begitu memang rush hour nya Jakarta banget. Si mbak dan Nami musti antri biar sedikit legaan pas naik kereta. Harusnya sih mereka duluan yang sampai karena naik kereta cuma butuh 1 jam perjalanan jika naiknya dari stasiun Manggarai Jakarta. Kita sepakat, siapapun yang duluan sampai di Bogor, silahkan check-in hotel duluan.

Tiga jam lebih perjalanan, pukul 8 lewat kami sampai di Terminal Baranang Siang Bogor. Naik angkot ke stasiun Bogor, dari stasiun naik angkot lagi ke lokasi hotel. Masih ribet dengan segala bawaan kami, harus jalan kaki lagi kira-kira 100 meter ke dalam. Ternyata Mbak Rin dan Nami masih dalam perjalanan. Nyampai hotel pukul 9 lewat, kami langsung tevaaaaaaaaaaaar.

Belum beberapa menit terkapar, kami harus segera turun ke bawah karena mbak dan Nami sudah sampai dan langsung nongkrong di tempat pecel pinggir jalan untuk makan malam. Iya, kita kelaparan dan belum sempat makan sejak terakhir makan siang di Dusun Bambu. ini adalah pertemuan pertama kami di luar Kota Padang!

Meski sudah terpisah lama,kecanggihan teknologi komunikasi membuat kami menjadi mungkin untuk berkomunikasi sesering mungkin, hampir setiaphari. Jadi ketika pertama kali bertemu, kita seperti baru ngobrol aja. Apalagi tidak banyak perubahan terhadap mereka, kecuali Nami yang mulai lebih kinclong wajahnya, hehehehhe…

Gak banyak kisah dan karena masing-masing sudah capek, kami beberes dan membersihkan diri sebelum memasuki sesi ngobrol-ngobrol cantik pengantar tidur sembari mengatur beragam agenda esok pagi.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s