An Unexpected Journey (*Season 2)

Pada suatu ketika, di salah satu grup tertutup yang hanya beranggotakan 3 orang, saya mengungkapkan kekecewaan, kegalauan, kekhawatiran yang saya rasakan atas kesalahan saya melewatkan jadwal tes TOEFL ITP di Padang. Ya, saya salah memprediksi jadwal sehingga harus absen tes, yang akibatnya adalah saya terancam ikut bulan depan, yang artinya adalah itu terlalu mepet untuk memasukan berkas aplikasi yang deadline nya di akhir bulan April.

Fiuf, ini benar-benar membuat galau!

Banyak nasehat yang saya dapatkan untuk curhatan kronis tersebut. Salah satunya adalah nasehat bahwa saya butuh piknik. Lagi-lagi sahabat karib menawarkan saya untuk main ke Jakarta, menemui teman-teman yang sudah lama tidak kami temui. Sesungguhnya itu seperti agak mustahil untuk saya lakukan dalam waktu dekat ini. Alasan paling utama adalah: Saya gak terlalu suka bepergian ke tempat baru sendirian! (read: Saya agak kurang nyaman kalau nyasar sendirian….hehehe).

Sampai akhirnya, sahabat saya menulis:”Ni, Feni terancam untuk ditugaskan kembali ke Bogor untuk agenda penutupan dinas mahasiswa di RSJ plus sekaligus serah terima mahasiswa baru di Bandung. I mean, wheter you wanna join with me… Ni kan bisa ambil cuti, ayo cuti aja Ni!!

Singkat cerita, dengan bahasa yang sangat persuasive, teteman di grup tersebut mendukung 1000% untuk saya mengambil cuti barang 4 sampai 5 hari untuk ikut bersama Feni, yang berarti menemani Feni dinas, dan kemudian tentunya melaksanakan aktivitas berlibur plus silaturrahim.

FIX! Saya bakal ambil cuti!! Keputusan berat yang kemudian saya putuskan hanya dalam waktu semalam. Tipis kemungkinan cuti ditolak karena hampir 3 tahun bekerja saya belum pernah mengambil cuti panjang sebelumnya. Dan berhubung Feni tidak memiliki cuti tahunan (*aneh beut instansi yang tidak memberikan cuti tahunan bagi karywan ini), jadi peluang ini adalah sesuatu yang langka serta tidak boleh dilewatkan. Kapan lagi coba bisa berpetualangan berdua Feni???

Berbagai rencana mulai kami susun untuk perjalanan 1 minggu ke depan. Waktunya sungguh mepet, karena ternyata jadwal turun dinas Feni dipercepat. Kami excited, teman-teman yang di Jabodetabek tak kalah excited. Padahal kami sudah menyusun jadwal reunion hari Minggunya di Padang et causa Namiun pulang kampung, namuan rencana Allah lebih indah, kami sepertinya akan diizinkan untuk hang out dan kumpul-kumpul di Jakarta saja.

Part I: Bandung…

Landing di Soeta, tujuan kami berikutnya adalah langsung ke Cisarua. Ini bukan pertama kalinya saya ke Cisarua, Cimahi. Sebelumnya saya juga pernah mendapatkan tugas dinas yang sama: mengantar mahasiswa ke Cimahi, kemudian sekalian putar-putar wilayah Bandung. Kami menginap di asrama mahasiswa diseberang RSJ Prov. Jabar.

RSJ

Setelah menemani Feni serah terima dengan pihak RSJ, kami kemudian memutuskan untuk jalan-jalan ke pusat kota Bandung. Berdua saja. Naik Angkot! Gak tau arah! Meski kami tahu perjalanan naik angkot ke bandung itu lama, melelahkan, dan resiko tersesat di jalan tinggi jika tidak ada guide. Ah, yang penting nanya-nanya dan nge-googling!

Meski pernah muter-muter Bandung, tapi waktu itu saya diantar, bukan pergi sendiri. Jadi yaa… a litle bit nerves jugak! Akan lebih mudah dan lebih cepat kalau kami menyewa motor sebenarnya dari Cisarua. Tapi saya (*Feni gak bisa bawa motor), masih rada belum yakin karena gak menguasai jalanan padat merayap Bandung, lagian saya yakin ide ini tidak akan disetujui Feni, dan terutama tidak akan mendapatkan restu dari kedua orang tua di rumah, Hahahha….

Setengah hari perjalanan putar-putar kota Bandung, kami cuma bisa mengunjungi spot-spot yang berdekatan saja (alun-alun, museum Asia-Afrika, Braga, Gedung Sate, Ciwalk), sekalian janjian dengan adik Feni. Sisanya kami lebih banyak muter-muter naik angkot, salah naik angkot, ditawarin buat diantar khusus sama sopir angkot tapi dengan bayaran selangit *tentu kami tolak, mending naik taxi sekalian… Tapi puaslah ya… foto-foto dan selfie-an bareng Feni.

 

(12494776_10207656009051505_728551125651308565_n

Saya selalu senang dengan tulisan Pidi Baiq yang terpampang di sini🙂

Hari kedua, Lost in Bandung…

Saya berekspektasi hari kedua ini bisa full main dan berpetualang di sekitaran Cisarua-Lembang. Kami sudah menyeleksi tempat-tempat mana yang akan dikunjungi. Berdasarkan saran seorang kawan yang seminggu sebelumnya juga ambil cuti main ke Bandung, Farm House adalah spot yang lagi kekinian banget di Bandung. Searching dan nanya-nanya warga sekitar, ternyata lokasinya gak terlalu jauh dari asrama. Cuma iyaaa… angkotnya rada ribet gitu. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa motor melalui bibik asrama yang entah kenapa punya banyak koneksi sopir angkot, ojek, dan penyewaan-penyewaan lainnya.

Paginya, seperti biasa… Feni ke RSJ dulu membereskan pekerjaan nya, salut beut sama Feni. Namun, di luar dugaan, ternyata Feni masih harus menyelesaikan pekerjaan kantornya yang tetiba datang melalui email dan deadline-nya SIANG itu juga!! What theeeee…..  Fiuf, sejujurnya saya gak bisa nunggu lebih lama lagi. Dan sampai selesai zuhur, saya udah ready si Feni nya masih sibuk dengan laptop dan tugasnya. Motor mana udah disewa lagi… kan rugi banget kalau seharian ini kita gak kemana-mana. Yah… resiko pergi bareng yang lagi melaksanakan tugas Negara ya begini.

Akhirnya saya minta izin Feni untuk jalan duluan. Nanti Feni selesai dengan tugas-tugasnya, tinggal miscall atau WA aja nanti saya jemput. Niat awalnya sih jalan pake motor di sekitaran asrama doank, sambil nyari-nyari jalan ke dusun bambu. Saya udah download aplikasi Waze buat lebih mendetailnya peta. Tujuh menit perjalanan saya sudah ketemu dengan spot dusun bambunya. Karena sudah pernah ke sana, saya gak niat nyinggah, nanti saja bareng Feni.

Lihat-lihat dimana lokasi Farm House di waze, wew keliatannya sih gak jauh. Cuma 20 menit perjalanan… yuk ah, cus ke sana. Sampai di sini, saya merasa mengkhianati Feni. Tapi si Feni-nya masih belum ngasih kabar coba.

Saya cukup pede untuk melewati jalan tersebut, karena sebelumnya saya pernah ke sana pakai motor juga waktu diantar ke Bandung sama anak bibi asrama. Sekali sekian menit, terutama pas nemu belokan, saya ngecek si waze, masih aman lanjut terus. Sepanjang perjalanan Cisarua-Lembang, banyak spot-spot rekreasi yang saya lewati, tapi ya kudu fokus. Niat awal mau ke Farm House! Jalannya mirip-mirip Silaiang Padang Panjang gitu. Untung lagi week-day, jadi jalanan tidak terlalu ramai.

Tapi ini udah lewat 20 menit kok gak ada pertanda keberadaan Farm House nya ya?? Lihat kembali ke waze, astagah! Saya kelewatan! Ini Farm house-nya tertinggal di belakang! Sampai akhirnya nemu simpang 4 besar, saya mulai bingung mau belok ke mana. Di papan penunjuk jalan kalau belok kanan udah nyampe ke Tangkuban Perahu dan Boscha. Atau saya ke sana aja? Tapi itu kan masih jauuuuh, gimana baliknya ntar!! You made a big mistake Ni! Harusnya si waze ini pakai alarm dan ngingetin kalau lokasi yang saya tuju udah kelewatan! Hiks! *malah nyalahin waze* Tips: Kalau kamu lagi mengendarai kendaraan, alangkah bagusnya applikasi waze dipegang oleh teman yang free di belakang, biar kamu lebih focus mengemudinya.

Nanya ke teteh-teteh di pinggir jalan, saya disuruh balik lagi ke arah kota Bandung(?), itu Farm House udah kelewat jauh katanya. Tapi liat di peta kok sepertinya gak jauh-jauh amat ya?? Hahaha saya makin bingung. Saya mau putar balik, tapi itu simpang empat dengan lampu merah. Saya harus puter balik ke seberang. Namun problematika berikutnya adalah: jalan tersebut forbidden 1 arah!! OMG!! Hahaha… ampun! Awalnya saya melawan arus dengan resiko besar dicegat polisi setempat, sampai akhirnya penjaga took jaket menyarankan saya untuk ambil jalan tikus untuk putar balik. Yosh! Tingkyuh A’!

Dikasih tau jalan pintas, saya masih aja nyasar balik ke spot awal, sampai harus nyoba beberapa kali. Setelah melewati jalan tikus yang berbelit dan beberapa kali salah arah, akhirnya saya nyampe ke jalan besar yang arusnya berlawanan dengan jalan sebelumnya. Nah! Ketika itulah saya menemukan gerbang Floating Market!! Saya memutuskan untuk singgah ke sini!! Harus!! Tinggal berbelok ini langsung sampai!! Meski floating market gak ada di list kunjungan, saya pernah dengar keindahan ini tempat dari beberapa mahasiswa saya yang sempat berkunjung ke sana ketika dinas.

Singkat cerita, saya menjelajahi Floating Market sendirian. Foto pemandangan sana-sini sendirian, selfie di bermacam-macam spot sendirian, gak jajan, gak ngobrol dengan wisatawan lain yang dominan bukan orang Sunda (*ditilik dari beragam bahasa yang saya dengar: Malay, China, Jawa, Jambi, dan Turki entah Arab). Saya udah gak peduli meski yang lain jalan bergerombolan. Waktu harus diefektifkan. Nah, lewat pukul 2, barulah Feni mengirim pesan: I am done! Aini dimana?.

Waduh… mau ngejemput tapi ini udah terlanjur kejauhan saya mainnya. OMG! Saya lagi-lagi merasa bersalah ke Feni. Akhirnya saya menyarankan feni untuk menyusul bersama mahasiswa ke sini. Setidaknya menyewa angkot bareng-bareng bakal lebih murah. Beberapa menit berlalu, belum ada kepastian dari Feni. Apakah Feni marah?? Saya telfon, tapi ternyata Feni disuruh balik lagi ke RSJ karena ada CI yang minta ketemuan. Fiuf… naga-naganya Feni emang gak bisa diajak main seharian ini. Akhirnya saya memutuskan untuk berpetualangan sendirian saja. Setidaknya sampai Ashar, sehabis ashar balik ke asrama trus ngajak Feni ke Dusun Bambu yang relatif dekat.

12923242_10207656040492291_33328778972873626_n

Ada rumah kelinci di sini🙂

10649992_10207656065372913_7279979983933690640_n

Saya gak bisa lama-lama di Floating Market, langit sudah tampak mendung dan gelap. Meneruskan perjalan balik, saya masih adem ayem dan menyimpan harapan ketemu dengan Farm House. Tanya sana-sini, katanya sih gak terlalu jauh. Dan tadaaaaa…. Gak sampai 10 menit perjalanan saya menemukan gerbang Farm House. Tchk! Perasaan saya sudah pernah lewat sini bukannya?? Atau saya salah dan emang rute kemari harus muter sejauh ini dulu?? Whatever! Saya udah gak sabar pengen selfie di depan rumah hobbit yang fenomenal di sana! Tepat pukul 15.30 dan target waktu pukul 16.30 saya sudah harus pergi dari sana! *tekad*.

Sama seperti Farm House, saya sibuk potrat-potret sana sini dengan kamera Canon yang saya bawa, dan menyempatkan selfie di beberapa spot yang paling kece. Saking banyaknya tempat kece yang harus diambil selama selfie-an, tangan kanan saya sampai pegal!

12919797_10207656084013379_1272788007469285754_n

Tidak boleh membawa makanan dari luar, makanya tempat-tempat wisata di Bandung bersih dan gak ada sampah plastik makanna bertaburan, oia… tiket masuk bisa dibarter dengan segelas susu sapi segar atau sossiz kalau kamu mau🙂

 

12923293_10207656110374038_3766524290975255773_n

Ikon Farm House..

Ini dia yang uni dari Farm House, ada rumah hobbit nya…

12376622_10207656088933502_1404405956978857431_n12924600_10207656085373413_1028419463397017803_n12670762_10207656096013679_6763294343782321785_n12524432_10207656087413464_9080171081206048055_n

  • And here I am…
    FARM HOUSE, Rumah Susu Lembang.
    Nuansa pertanian Eropa, lengkap dengan rumah ala-ala rumah Hobbit seperti di Film Lord Of the Ring and Hobbit the An Unexpected Journey.
    Ada rumah kelinci, domba-domba Sound of the sheep nya juga. Bukan.. yang di belakang saya bukan domba mainan… tapi sungguhan. Di sini tiketnya bisa ditukar dengan sebotol susu sapi segar atau sozzis. Sayang saya menghilangkan tiketnya pas di parkiran karna saking excitednya.

    Ada juga rumah-rumah ala Eropa kuno, plus kalau kamu-kamu mau bergaya seperti noni noni, juga ada penyewaan kostum dan spot foto yang kece badaaiii.

    Di samping depan, ada tempat untuk memasang gembok cinta ala-ala Korea gitu. Hahhaa… yang menarik, disini tempat ngejual pernak perniknya keceeee badaaaiiiii… pengen poto tapi gak pengen beli itu piye ya… hahah… Sama seperti floating Market, tempat ini juga selfie-able di setiap sudutnya.
    🙂

*to be continue*

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s