Ringkasan Ceramah Ramadhan Malam Kelima dengan Sedikit Curhatan

Alhamdulillah…. Ramadhan akhirnya datang menjumpai kita semua.

Malam ke Lima…
Apa kabar Ramadhan di hari kelima yang teman-teman jalani??
Bagaimana dengan targetan amalan yaumi-nya?
Masih dengan semangat membarakah??

Tiga hari bekerja kemaren, alhamdulillah kerjaan cukup padat sehingga tidak begitu terasa lagi puasa. Alhamdulillahnya lagi juga mendapat toleransi keringanan pemotongan jam kerja di kampus untuk masuk pukul 8 dan pulang pukul 14.00. Namun meski demikian, saya masih doyan datang terlambat. Hehhehe… 😅😅

Saya masih menjalani malam taraweh di Mesjid Asy Syifa RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi. Sama seperti Ramadhan sejak beberapa tahun yang lalu,  masih dengan keriuhan anak-anak yang selesai sholat Osya langsung berhamburan ke luar mesjid untuk nongkrong di teras mesjid sambil mencatat ceramah agama, kemudian untuk berlarian *dengan sedikit teriakan* ketika orang-orang sedang menjalani sholat Taraweh. Ya… Sama persis dengan aktivitas kita ketika masih menjadi bocah cilik mungkin.
Tahun lalu saya sungguh-sungguh kesal dengan tingkah anak SD yang ‘mamokak’ begitu. Namun setelah membaca sebuah postingan di facebook tentang:
Children in Masjid – Hanya di Turkey.
Pesanan Sultan Muhammad Al Fateh (Penakluk Constantinople)
“Jika suatu masa kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising gelak ketawa kanak kanak riang diantara saf saf solat di masjid masjid, maka sesungguhnya takut lah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian masa itu”

Sejak itu saya mulai anteng meskipun ada seorang bocah under lima tahun yang seenak udelnya berlarian melintasi shaf dan menginjak-injak sajadah kita ketika sholat taraweh. Atau ada yang secara sengaja berlari sambil melangkahi Al Quran di dalam tas yang saya taroh di depan sajadah *astagfirullah, kalau yang ini murni salah saya yang suka naroh Mushhaf dekat tempat sujud.

Dan saya tidak tahu apakah ini akan menjadi Ramadhan terakhir saya di Bukittinggi atau tidak. (*semoga masih bisa berjumpa Ramadhan di Bukittinggi di tahun-tahun selanjutnya).

“Ya Allah meskipun Ramadhan datang setiap tahun, namun kami tidak pernah tahu apakah kami akan bertemu dengan ramadhan di tahun depan. Hanya engkau yang mengetahui. Pertemukanlah kami ya Rabb”.

Hokeh, malam ini saya akan memulai challenge yang tetiba muncul malam tadi; semalam ketika saya mendengarkan ceramah agama dari ustadz yang sangat bagus, namun sayang nya saya tidak membawa apapun untuk mendokumentasikannya. Iya, saya tidak membawa HP ke mesjid😮. Resiko tinggi menggangu soalnya. Bukan HP nya yang menganggu tapi saya yang takutnya kalap dan kegatelan ngelirik HP.

So, malam ini saya mencoba membawa handphone, dengan niat baik untuk mencatat inti point ceramah Ramadhan secara “live” langsung dari mesjid melalui aplikasi note di wordpress.

Iyaaaa…. Itu bakalan typo banget karena saya harus mengetik satu per satu apa yang disampaikan ustadz dengan kecepatan tinggi, namun tenang, itu bakalan di save ke draft dulu sebelum diedit lagi ketika sampai di rumah dan kemudian memposting hasil bersihnya.

Malam ini ceramah disampaikan oleh seorang ustadz dari Padang, dan gomennasai saya lupa berat mencatat nama beliau.

Berikut point penting ceramah beliau malam ini:

Menurut Yusuf Al Qardawi, Ada dua nilai penting yang diraih selama ramadhan
√ Ubudiyah
√ Nilai nilai dalam kehidupan.

Kali ini yang dibahas oleh ustad adalah nilai Ubudiyah, karena kalau nilai dalam kehidupan tidak cukuo waktu semalam untuk menjelaskannya –} serius itu kata beliau.

Dalam sebuah hadist dikatakan, Rasulullah pernah bersabda: Andaikan umatku tau apa yg akan ditemukannya di dalam bulan Ramadhan, sungguh ia akan berkeinginan sepanjang hayat jangan ada bulan kecuali bulan ramadhan.

Hal ini mengindikasikan bahwa ramadhan memiliki nilai yang lebih.

Di tahun kedua hijriyah para sahabat sungguh bergembira bisa menyambut bulan Ramadhan karena mereka tau bahwasanya mereka akan mendapatkan pahala dan nilai yang luar biasa. Sepanjang jalan setiap kali bertemu muslimin mereka saling mengucakan marhaban ya ramadhan.

Ramadhan adalah bulan panen pahala, oleh sebab itu kita harus habis habis-habisan, berkonsentrasi penuh untuk meraih  pahala.
Ramadhan, satu bulan full dengan pahala ibadah yang dilipat gandakan Allah.

Barang siapa yang menjalankan sholat dalam dalam bulan Ramadhan, nilainya 70 kali lipat dibanding solat yg dikerjakan di luar ramadhan.🙌 Belum lagi amalan yang lain. Maka dengan demikian, perbanyaklah amalan di bulan Ramadhan; innfak, memberikan makan anak yatim, mengkhatamkan Al Qur’an.

Membaca Al Qur’an nilainya adalah per huruf.
Sekian banyak para ulama, yang pernah mengitung huruf Al Qur’an adalah Imam Syafi’i. Di zamannya belum ada komputer, namun Imam Syafii di usia tujuh tahun sudah hapal al quran dan beliau mengitung berapa banyak huruf Al quran. Hasil hitungan huruf Al Quran menurut imam syafii adalah 1.027.000 huruf.

Barang siapa yang membaca satu huruf Al Quran, ia diberi pahala 10. Apalagi jika bisa khatam Al Quran selama bulan Ramadhan.

Satu juz, dengan kecepatan sedang, itu bisa dihabiskan  selama satu jam seperempat *according to Ustadz*
1.027.000×10= amalan yang jumlahnya jutaan dan lebih bernilai ketika di akhirat kelak ketimbang dari membaca berhalaman-halaman koran.

Rajinlah membaca Al Quran , kela ia akan datang menolong menyongsong kamu ketika kiamat (Sabda Rasulullah).

Semakin ke ujung Ramadhan, nilai ibadah semakin tinggi. Di sepuluh malam terakhir akan ditemukan malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Meskipun kita tidak mengetahui di hari keberapa malam tersebut datang, sesungguhnya barang siapa yg mampu meraihnya ketika sedang beribadah maka nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Salah satu cara untuk mendapatkannya, adalah dengab meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Ada orang yang tidak ikut berpuasa, maka orang orang tersebut bukanlah termasuk orang yang beriman.

Mantapkan ibadah kita dengan mempelajari ilmu yang berkaitan dengan puasa. Memahaminya, Agar ibadah sempurna.

Berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak ada hasilnya selain sekedar lapar dan haus.
Puasanya sah, namun tidak berpahala –for ex: orang yang tetap  berbohong, tetap memandang lawan jenis dengan syahwat (say No to pacaran di bulan Ramadhan dan bulan bulan lainnya), tetap bergunjing. Maka rusaklah nilai puasanya.😥

Jangan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Banyak orang yang mengabaikan ibadah di bulan Ramadhan.

Kebanyakan orang saat ini lebih respon dengan HP ketimbang ibadah. Hp diisi pulsa setuip minggu, namun sangat jarang untuk mengisi kotak amal *jleb 😨. Banyak yg merasa berat mengisi kotak amal. Orang lebih sering membuka Hp ketimbang membuka Al Quran😥
Ketika hape berdering, langsung direspon, namu  ketika azan memanggil responnya lemah dan lama😥.

Agar iman mantap, hilangkan penyakit malas. Malas merupakan penyakit yang tertua. Ada yang keluar dari surga karena malas, yaitu iblis.
Al baqarah 34: Hormatlah kepada Adam, kecuali iblis karena enggan, engkar, sombong. Sehingga ia dikeluarkan dari syurga.

Sungguh rugi manusia yang malas beribadah, malas berusaha.

Ramadhan bulan beribadah dan banyak nilai nilai yang bisa diraih. Mari beroda kepada Allah agar  diberikan kesehatan lahir bathin agara ibadah kita tahun ini lebih maksimal ketimbang ramadhan sebelimnya.

*owari*

Tahun kemaren saya berhasil puasa full *kejadian langka seumur hidup*, tapi tahun ini sepertinya tidak bisa lagi. Jadi harus benar benar maksimal menjalani ibadah ketika tamu bulanan belum datang.

Semoga bermanfaat teman-teman!
Semoga saya bisa konsisten menulis hal-hal bermanfaat di Ramadhan ini.🙌🙇🙆

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s