Ringkasan Ceramah Ramadhan Malam Keenam

Assalamualaikum….
“Sup guys!!!

Oke, ringkasan ceramah Ramadhan malam keenam.
Karena hari ini saya sedang tidak berpuasa, ringkasan ceramah ini secara “live” saya ketik dari hasil mendengarkan kajian Ustad di Mesjid Asy Syifa RSI Yarsi Bukittnggi, sembari duduk manis di  kamar yang alhamdulillah tidak jauh jaraknya dari mesjid. Sehingga gelegar suara ustad yang bersemangat bisa didengar secara jelas sini.

Pengajian kali ini diisi oleh Ustad Busro, salah satu ustad kaporit saya. Beliau sering mengisi ceramah mingguan di kampus. Pembawaannya tegas, lugas, serta menggelegar bersemangat.

Mohon maaf jika ada salah kata atau salah pemaknaan. Maklum saya ngetik dengan kecepatan tinggi di atas rata-rata … So its really typoable.

Topik malam ini tentang: Iman islam dan ihsan

Surat Al Alaq 1-5: tentang membaca

÷ Iqro’ diterjemahkan  orang dengan: Bacalah olehmu dengan nama Tuhanmu. Bacalah olehmu dengan menyebut nama Tuhanmu.

÷ Kalau ada perintah membaca tentu ada perintah apa yang dibaca, kapan membaca…

÷ Iqro bismi robbika; menurut pakar diterjemahkan menjadi: baca olehmu nama Tuhanmu~~berarti disuruh untuk membaca nama Tuhan.
Tuhanmu itu sangat mulia…

Ada berapa macam nama Tuhan?

Setidaknya penggolongan nama Tuhan ada dua macam.
~Pertama nama zat: Tuhan yang menciptakan langit dan bumi: Allah
~Kedua: Ismu sifat (berdasarkan sifatnya); Karena Allah maha pengasih dan penyayang: rahman, rahim: asmaul husna.

÷ Kapan membaca nama Allah?
Ingatlah olehmu Tuhanmu dalam keadaan rendah. Jangan mengingat Allah dengan kesombongan diri.
Bacalah dalam hati, kuatkan azzam dalam hati untuk membacanya dengan baik.
Kapan? Baca waktu berdiri, berbaring, dalam setiap kesempatan.
Jadi setiap moment selalu membaca nama Allah, bukan hanya dengan menyebut “Allah” saja, namun dalam berbagai kalimat.
Ex:
√Membaca bismillah sebelum minum.
√Membaca lahaulawalakuata ketika gempa
√Membaca Innalillahi wa innailaihirojiun ketika kehilangan.
√Membaca Alhamdulillah ketika bersyukur atau melihat diri lebih beruntung dari orang lain.
√Membaca subhanallah ketika anak menangis terluka tangannya.
√Bertasbih setelah sholat.
√Membaca Lailahaillallah setiap saat ketika bekerja agar menjadi tabiat (orang yang mati dalam keadaan membaca lailahaillallah akan masuk syorga). Namun kalimat tauhid tersebut hanya akan dibaca oleh orang yang menjadikan kalimat tersebut sebagai tabiat dalam kehidupannya sehari-hari.

÷Kapan saja, dimana saja, jangan lupa untuk menyebut nama Allah.

Ternyata ajaran pertama itu: Membaca Allah. Mengenal Allah.
Orang hanya akan paham apa yang dibacanya (ajaran agama) setelah ia mengenal dan meyakini Allah.

÷Awal agama itu adalah ma’rifatullah (mengenal Allah).
Ma’rifatullah: Yakin dengan Allah, yakin dengan kitab Allah, yakin dengan utusan Allah, yakin dengan ketentuan-ketentuan Allah.

÷Orang yang yakin itu kemudian disebut dengan orang beriman.
Setelah meyakini, kemudian mengucapkan dengan lidah melalui kalimat: 
Asyhadu an laa illaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah…
Orang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat Itulah yang dinamakan dengan orang islam.

÷Ucapan tersebut kemudian diimplementasikan  melalui perbuatan.

÷Ada perintah sholat yang mereka kerjakan, perintah zakat, puasa, berhaji…
Jadi orang yang tidak sholat, membayar zakat, tidak puasa… Bukanlah orang islam namanya.

Setelah beriman mereka berislam.

÷Ihsan: ada kehadiran Allah dimanapun mereka berada.
Menyembah Allah seolah-olah melihat Allah.
Berzikir kepada Allah seolah-olah melihat Allah.
Seolah-olah ya….
Nama tidak akan terpisah dari yang diberi nama. Namanya Allah, letaknya satu, wujudnya satu.
Jika kita beribadah kepada Allah seolah olah melihat nama Allah.

÷Suatu ketika Saiyidina Ali datang kepada  Rasulullah, Ia minta diajarkan bagaimana cara berihsan. Rasulullah berkata,”Engkau pejamkan matamu.. Dengarkan apa yang aku katakan sebanyak tiga kali, kemudian ulangi.
Rasul membaca laa illaaha illallah, laa illaaha illallah, laa illaaha illallah
Ali kemudian mengulangnya dalam keadaan memejamkan mata: laa illaaha illallah, laa illaaha illallah, laa illaaha illallah.

Rasulullah mengajarkan demikia Agar kalimat tersebut benar benar tertanamkan  dalam diri

÷Ali kemudia  datang lagi, meminta kepada Rasulullah untuk diajarkan sesuatu yg spesial agar mengingat allah.
Rasulullah kemudian memerintahkan: Pejamkan mata. Rapatkan kedua bibir… dekatkan lidah ke langit-langit.
Baca olehmu Ali, Allah Allah Allah…
Ali kemudian mengerjakan, sehingga darah Saiyidina Ali juga menyebut menyebut Allah, dagingnya menyebut allah, tulangnya ikut menyebut Allah, setiap inci tubuhnya ikut menyebut Allah.

÷Maka ketika orang sudah mengerjakan zikir seperti yang diajarkan  Rasulullah, maka orang tersebut sudah mengerjakan hadist Rasulullah: menyebut allah seolah-olah melihat Allah.
Kita memang tidak bisa melihat Allah namun Allah melihat apa yang kita kerjakan.

÷Kita solat dilihat Allah
Kita bersedakah dilihat Allah
Kita berhaji dilihat Allah
Tidak ada yang lepas dari penglihatan Allah.

÷Jika kita sudah merasakan hal sepeti itu: itulah yang disebut ihsan

÷Beragama islam itu ada tiga kompenen: iman islam ihsan.

÷ Jika sudah ada rasa tersebut, kecintaan kepada Allah akan ada. Sehingga timbullah takwa: mengerjakan perintah Allah, dan meninggalkan apa yang dilarangNya, tanpa memilih dan memilah, tanpa banyak alasan.

÷ Yang paling karamah: adalah orang yang takwa, yaitu orang yang sempurna imannya, sempurna islamnya, sempurna ihsannya.

÷ Sungguh besar jasa para ulama kita di zaman dahulu dalam menyebarkan islam di Indonesia yang masih menganut paham animisme, dukun.

÷ Karena ikhlasnya para ulama, karena kokohnya iman para ulama, karena tingginya ihsan para ulama zaman dahulu, maka kita bisa menikmati islam pada saat ini.
Ulama zaman dulu tidak kasar, tidak memaksakan, tidak gampang membidahkan, tidak gampang mengkafirkan orang sehingga masyarakat yang kita zaman dahulu yang kental dengan sifat syirik bisa luluh untuk memeluk agama islam.

*owari*

Semoga bermanfaat.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s