Ceramah Ramadhan Malam Keduabelas #edisikekenyangan

Saya dan Endang berangkat ke mesjid yang tidak begitu jauh dari rumah dengan berjalan kaki. Nyaris kami tidak jadi berangkat. Bagaimana tidak! Kami kekenyangan akut! Bahkan teman-teman yang lain melambaikan tangan untuk izin tidak ikut ke mesjid malam ini.

Hari ini Rumah Hijau Darul Hufaz mengadakan ifthor jama’i pertama (karena masih ada sesi ifthor jama’i berikutnya), yang mana didahului dengan agenda memasak bersama. Yang dimasak tidak tanggung-tanggung! Semuanya dalam porsi besar. Menu kesukaan seluruh penghuni rumah hijau. Saya sih ngikut aja, karena tidak bisa terlalu berpartisipasi dalam agenda masak memasak.
Berikut foto foto makanannyabiarYangLihatNgiler *plak*

image

Menu standar masyarakat Indonesaah. Mi! Tapi ini dibuat untuk sajian mi karupuak kuah 😁

Menu standar masyarakat Endonesiaah: mi! Tapi ini dibuat untuk sajian mi kupuak kuah

image

image

image

Okay.. Cukup untuk spoiler foto-foto makanannya. Gomennasai buat yang lagi puada. Anggap saja ujian untuk anak soleh 😂😂😂
Okay tipsnya: JANGAN KALAP.
Jika nafsu perut mulai menggebu, ingatkan diri dengan tepok jidat sambil ucapkan: Jangankalapjangankalapjangankalap hahhaha😅.
Ya, porsi lambung itu sudah diatur: sepertiga makanan, sepertiga air, sepertiga udara. Jadi jangan menyalahi rumus jika tidak mau mengalami gangguan pencernaan ketika solat tarawehan (*gangguan percernaan: flatus overload, keinginan eliminasi feses, kolik abdomen) hehehhe…

Okeh, berikut beberapa kesimpulan ceramah Ramadhan oleh Ust. Abu Bakar Siddiq (*saya suka sekali dengan nama beliau :D):

Topik: Dosa dan ampunan Allah

KITÀ BUKAN MAKHLUK YANG BEBAS DOSA SEPERTI MALAIKAT, TIDAK PULA SUCI DARI DOSA SEPERTI NABI YANG MAKSUM *MAAF CAPSLOK JEBOL*

SESUNGGUHNYA MANUSIA ORANG YG BANYAK BERBUAT SALAH SIANG DAN MALAM.

Dan tentu kita tidak bisa berpura-pura menjadi manusia yang sok suci di depan Allah. Ya, manusia yang baik itu adalah manusia yang sadar akan dosa-dosanya. Celakalah manusia yang berdosa namun tidak sadar akan dosanya sendiri.

Sesungguhnya manusia ketika ia berbuat dosa, maka melekatlah bintik hitam di hatinya. Menutupi jiwa yg bersih. Semakin sering seorang manusia melakukan perbuatan dosa, maka hatinya akan semakin tertutup hitam.

Orang yang meninggal dalam keadaan berdosa dan belum sempat memohon ampun kepada Allah sebelum meninggal, maka tempatnya adalah di neraka.

Neraka dunia bagi orang yang berbuat dosa, adalah kegelisahan bathin dan jiwanya. Kemudian perasaan itu akan diikuti perasaan takut mati.

Setiap yang bernyawa akan mati.
Ada 2 kondisi orang yang mati:
Orang mati membawa dosa dan maksiat: yang kemudian ditempatkan di neraka jahanam.
Orang mati membawa amal soleh: ditempatkan di sorga.

Orang yang beramal soleh, akan merindukan kematian. Kata Rasul ada 2 hal yang paling tidak disenangi anak cucu adam:
Tidak menyukai mati
Tidak menyukai kondisi yang Sedikit harta (hidup miskin).

Tapi tidak ada satu orang pun yang bisa menggagalkan program kematian dari Allah.
Dengan kematian manusia bisa merasakan balasan sempurna atas perbuatannya selama di dunia. Untuk masuk surga pun kita harus mati dulu.

Maka solusi dari Allah adalah:
Allah memberikan ampunan
Manusia diharuskan untuk meminta ampunan

Hal yang tidak boleh dilalaikan manusia mengenai dosa:

Jangan dilupakan dosa dosa yang lalu. Banyak banyaklah mengingat dosa yang berlalu. Kalau perlu bangun tengah malam meminta ampunan atas dosa
Jangan menunda-nunda saat bertobat dan meminta ampun. Bersegeralah kamu bertobat sebelum ajal menjemput.
Jangan berputus asa atas ampunan Allah.
Jelaskan olehmu Muhammad kepada hamba-hambaKu: wahai hambaku yang terlanjur banyak berbuat dosa dalam hidupnya, jangan lah kamu berputus asa atas ampunan Allah. Karena Ia maha pengampun.

Seandainya kamu terlanjur berbuat dosa sampai menyentuh langit, kemudian kamu menyesal dan benar-benar meminta ampun, sesungguhnya ampunan Allah maha luas.

📝👮👯🍊🍒🍓👊🏰👼👼

conc: Jadi, selagi manusia bernafas dan hidup di atas dunia ini, maka ia masih berpeluang (*dan akan selalu)berbuat dosa.
Maka semacam kewajibanlah bagi manusia untuk melakukan taubat. Kapanpun, dimanapun. Untuk bertaubat, manusia harus sadar dahulu dengan segala dosanya. Jangan menjadi manusia sombong dan bodoh yang tidak sadar dengan dosa-dosanya. Jangan pula menjadi manusia sombong: sudahlah sadar punya dosa banyak, tidak mau pula bertobat.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ceramah Ramadhan Malam Keduabelas #edisikekenyangan

  1. #yangbacajangankalap #yangpostingsegeratobat😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s