Lailatul Qadar

Suatu ketika dalam taujihatnya, ummi berkata,”Ummi rasa malam ke 27 kemaren adalah malam lailatul qadar, suasana pagi nya begitu adem. Kalian lihat awannya?? Rata… Di dalam geografi kita mengenalnya sebagai awan sirokumulus. Ummi merasa terlahir sebagai manusia yang baru”.

“Iya ummi… Awan kemaren pagi memang terlihat berbeda dari biasanya”.

“Tapi bukan berarti ketika kita sudah menjumpai malam lailatul qadar kemudian kita lantas berleha-leha dan bermalas-malasan. Bisa jadi malam itu datang di malam ke 28, 29…

Yang terpenting itu adalah bagaimana kita mengakhiri Ramadhan. Meskipun di dalam prosesnya kita sudah berusaha memaksimalkan ibadah, hasil akhir adalah yang terpenting. Isi malam-malam terakhir ini dengan ibadah sepuas-puasnya, sebanyak-banyaknya. Dengan penuh keikhlasan.

Kamu tau bagaimana ibadah yang ikhlas?? Ibadah yang ikhlas itu ketika kamu benar-benar menikmati ibadah tersebut, merasakan ibadah seperti sedang berinteraksi dengan Allah”.

#liqo

View on Path

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s