Pernikahan Keempat

Pernikahan Keempat, Mendampingimu hingga ke pelaminan.

Jum’at 15 Juli 2016 telah menjadi tanggal bersejarah di dalam kehidupan Anit, dan kehidupan persahabatan kami. Ya, pernikahan keempat-pun terselenggara setelah pernikahan ketiga di tahun 2014.

Tidak banyak yang bisa saya tuliskan di sini, selain ungkapan kebahagiaan kami menyaksikan salah seorang sahabat mencapai stase penyempurnaan separoh agama. Meskipun tidak seluruh anggota yang bisa menghadiri prosesi ijab qabul, saya bahagia bisa menjadi wakil teman-teman dan tidak lupa melaporkan secara langsung (live report) di grup whatsapp detik-detik momen akad.

Ya, saya ingin mendampingi para sahabat di setiap momen besar mereka. Mendukung, dan mebisiki doa terbaik bagi mereka.

©©©©©©©©©©©©©©

Dahulu, di masa tumbuh kembang menuju kedewasaan dan berada pada fase meninggalkan dunia remaja, berita salah seorang teman karib yang sedang “dekat” dengan salah seorang pria merupakan semacam petir di siang bolong bagi kami semua. Rapat internal akan segera digelar untuk concern membahas ini. Semacam pencegahan dan bentuk kepedulian agar sahabat tidak terlanjur nyaman sehingga terdampar di zona pink menyesatkan yang bernama pacaran.

Kami tidak memaksa maupun mengucilkan, namun memberikan perhatian dan merangkulnya lebih dalam. Kami tidak ingin ia terlepas, lalu menghilang. Tidak, mereka tidak salah sepenuhnya, hanya mungkin ‘kita’ yang kurang perhatian. Sehingga tidak ada cerita yang kemudia hanya terpendam dengan ending tidak mengenakkan. Kita pasang bahu sebagai tempat sandaran untuk saling mendengarkan.

Karna kami sangat sadar, di usia-usia tersebut pernikahan hanyalah dongeng belaka. Semacam cerita indah di masa depan yang terlalu dini untuk diraih dengan penuh kesiapan (kecuali pernikahan pertama yang unik dan berkesan🙂 ceritanya pernah saya posting di blog ini bertahun-tahun lalu). Ya, tidak ada komitmen dalam hubungan lelaki-perempuan yang harus dihargai jika itu tidak bernama “pernikahan”. Kami hanya sedang berusaha untuk mengaplikasikan teoritis yang kami ketahui ketika itu.

Meninggalkan usia 23 tahun, cara berpikir kemudian berubah. Kami mulai bahagia ketika mendengar kabar satu per satu sahabat mulai menemukan tambatan hatinya, calon imam dan sosok yang memiliki prospek untuk menyempurnakan dien dalam beribadah. Tidak sama seperti bertahun-tahun sebelumnya, kami langsung mendukung dan beramai-ramai menyemangati. Ya, pernikahan sudah menjadi wacana di usia-usia ini. Kami tahu bahwa saat itu sudah memasuki usia dewasa yang tidak harus didikte lagi tentang hubungan pria dg wanita, kami anggap para sahabat sudah cukup matang dan bijak dalam bersikap. yang ada hanya saling menasehati dan mendukung untuk menyegerakan kebaikan.

@@@@@@@@@@@@

Dan inilah kisah keempat yang berujung pada ijab qabul yang menggetarkan arrasjnya. Sebuah drama kehidupan salah seorang sahabat yang kami semua sudah tau persis bagaimana permulaannya. Meskipun tidak terlalu mengikuti proses dan jalan ceritanya, adalah kebahagiaan ketika ia telah mengokohkan cintanya dalam ikatan suci bernama pernikahan. Yaaa… Kami bahagia! Sahabat kami telah menemukan imamnya yang juga merupakan sahabat kita semua. 😁😁😁

Hikmah hari ini: Yang namanya jodoh itu, meski yang satu di ujung utara satunya lagi di selatan, boleh jadi ia akan bertemu di tengah-tengah. Ia adalah sesuatu yang tak terduga. Mau nyari ke sudut pelosok bumi manapun kalau gak jodoh gak bakal ketemu, bisa jadi ketemunya malah di dekat-dekat ini, mungkin orang di sekitar kita, anak tetangga sebelah rumah, teman SMA, kenalan waktu ikut lomba jejaman SMP, saingan berat untuk merebut gelar juara, atauu bisa jadi jodohmu adalah teman satu kelompok KKN ketika remaja remaji dahulu, seperti sahabat saya Anit ini. Heheheh…:):):):):)

And now we are going to wait the fifth wedding of us. We dont know who,  But its quite fun And oh I am curious yeeah…

:)😁:)😁:)

#friendsfillah

#CiyeeeYangLangsungNgelistTemanTemanKKNnyaaaa

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s