Socialphobia

Hallo readers!! 😁😁😁

Akhir-akhir ini saya lagi doyan nonton film Korea dan Jepang. (*akhir-akhir Ni? Bukannya dari dulu?), yaaa yang kemaren-kemaren itu senengnya drama. Ini film yaaa… Taukan beda drama dengan film? Hehehehe… *plak* Kalau drama yang memiliki banyak episode, kalau film yaa seperti film biasa, satu file langsung habis.

Ternyata tidak semua film Korea dan Jepang bisa dikatakan sebagus drama (ya iyalaah), karena saya mendownloadnya random, tanpa lihat sinopsis atau rating, walhasil empat film Jepang-Korea yang saya tonton amat sangat di luar ekspektasi. Endingnya gaje dan menyebalkan. Menyebalkan karena sad ending dan ngegantung tanpa penjelasan. Tapi ada juga yang bagus, salah satunya yang mau saya share malam ini “SOCIALPHOBIA”.

Ditilik dari bahasa, socialphobia berarti ketakutan terhadap lingkungan sosial, atau antisosial mungkin? #CMIIW. Dari judulnya, saya sudah tahu film ini bakal membahas tentang media sosial, dugaan awal sih tentang orang yang anti menggunakan sosil media. Hehehe, ternyata hipotesis saya salah besar, karena ternyata film ini membahas mengenai remaja Korea yang kecanduan dengan dunia maya. Bagaimana reviewnya? Here they are…

~~~~

Kita semua pasti telah mengenal ungkapan dalam bahasa INDONESIA tentang “lidah tak bertulang”, atau “mulutmu harimaumu, yang akan menerkammu”, untuk menggambarkan besarnya pengaruh “perkataan” seseorang terhadap orang lain, terlebih jika ia tidak mampu “mengendalikan” lidah sendiri dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Agaknya, pada zaman sekarang kita sudah harus mulai pensiun untuk mengkambinghitamkan si lidah dan mulut. Karena tanpa perantara lidah dan mulutpun, saat ini perkataan buruk masih bisa disebarluaskan melalui jaringan sosial berbasis internet yang kita kenal dengan “social media” atau “dunia maya”. *mungkin kita sudah harus mulai merevisinya dengan “Socmed, jari dan gadgetmu adalah harimaumu, yang akan membullymu(?)πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜’πŸ˜’

Kenapa? Karena di era serba socmed seperti sekarang, hanya dengan menggerakkan jari, netizen (masyaraat pengguna internet) bisa bebas memposting apapun pendapatnya, makian dan kata-kata kasar, bahkan tanpa harus menggunakan identitas aslinya. Banyak yang akhirnya khilaf dan lupa bahwasanya setiap detail hal buruk yang mereka sebar, kebencian yang mereka tabur, akan dibaca oleh jutaan manusia di seluruh penjuru dunia. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

~Mungkin itulah pesan yang ingin disampaikan oleh ‘Socialphobia’~

Γ·Γ·SinopsisΓ·Γ· (saya kopass dari google dengan revisi di sana sini).

Young Min adalah siswa sekolah polisi yang hobi ngetwitter dan tidak bisa lepas dari gadgetnya. Dia selalu eksis menanggapi isu apapun yang lagi happening di internet. Suatu hari, bergulir trending topic tentang seorang tentara yang bunuh diri. Forum internet pun ramai dengan komentar tentang kasus itu, mulai dari tanggapan simpati sampe tanggapan sinis. Salah satu akun dengan username @infernosister , tiba-tiba jadi target bullying netizen karena tweet-nya yang dianggap kelewatan tentang kasus itu. Akun ini tudak tanggung-tanggung ngeledekin sang tentara yang udah jadi almarhum itu dengan menyuruhnya pergi ke neraka.

Young Min kemudian mengajak teman sekelasnya Ji Woong (*yang sudah mati-matian mengkarantina HP nya supaya gak sering ngesocmed) untuk ikut bergabung dalam forum Mr. Babble untuk mebully pemilik akun @infernosister dengan tweet bernada ejekan sampe ancaman. Terungkaplah bahwa akun itu adalah milik seorang cewek bernama Min Ha Young. Min bahkan nantangin forum Mr. Babble buat mendatangi dia di apartemennya.

Jadilah Ji Woong dkk mendatangi apartemen tersebut, bahkan gak tanggung-tanggung mereka juga menyiarkan secara live proses kopi darat tersebut (*mungkin menggunakan semacam apikasi periskop tau V-app di Korea, ituuu yang sering dipakai untuk ngevlog secara live plus langsung bisa berinteraksi dengan yang lagi ngestreaming).

Sialnya, di tengah siaran langsung β€˜eksklusif’ itu, mereka justru mendapat β€˜kejutan’ yang tidak terduga dari Min. Min ditemukan sudah mati tergantung di apartemennya. Kontan siaran langsung itupun berubah jadi petir di siang bolong buat Ji Woong dan teman-temannya.

Kasus ini langsung meledak dan jadi trending topic di internet. Semua orang yang terlibat di kejadian itu pun jadi sasaran kemarahan netizen, termasuk Ji Woong dan Young Min. Mereka dituding jadi penyebab bunuh dirinya Min Ha Young. Ji Woong dan Young Min bahkan terancam gagal jadi polisi karena ulah iseng mereka yang berbuah petaka itu.

Tapi mereka merasa ada sesuatu yang aneh dengan kematian Min. Mereka berpikir kalau Min sebenernya tidak gantung diri, melainkan dibunuh. Terlebih melihat rekam jejak Min selama ini, banyak orang membenci Min yang dikenal sebagai β€˜Pendekar Keyboard’ yang selalu kritis terhadap semua isu yang lagi hangat di internet. Petualangan forum Mr. Babble untuk mengungkap kebenaran pun dimulai.
Saling tuding dan curiga pun terjadi bahkan di dalam tubuh anggota forum, terlebih ketika mereka menemukan fakta bahwa Young Min yang ikut bersama mereka ketika menemukan mayat Min, memiliki riwayat perseteruan dengan Min. Young Min kemudian menjadi target bullyan selanjutnya. Young Min yang lelah karena dituduh dan disudutkan beramai-ramai di forum dunia maya kemusian frustasi, menantang bertemu langsung mereka yang membully. Sesaat sebelum Mr. Babble datang, ia juga memutuskan untuk gantung diri seperti yang dilakukan Min.

Apakah Young Min meninggal bunuh diri? Hahhaha….find the answer by yourself. πŸ˜‹

Γ·Γ·ReviewΓ·Γ·

Film ini mengangkat isu yang sedang kekinian tentang kecanduan gadget dan cyber bullying (hokeh, ini kita banget…. Kita??? Lo aja kali Ni πŸ˜“:|). Digambarkan tiap orang gak bisa lepas dari gadgetnya dan terus tenggelam di dunia maya.

Banyak orang yang tampil garang bak singa kelaparan di internet, tapi di dunia nyata aslinya bagaikan tikus kecemplung oli, lengket dan gak berdaya πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’.

Jadi menurut saya, yang dimaksud dengan sosialpobia disini adalah orang yang takut menghadapi dunia sosial dan masyarakat secara langsung, yang beraninya cuma dibelakang keyboard atau touchpad gadgetnya.

Di sini jelas tergambar penggunaan internet yang tidak sehat bahkan bisa menjadi penyebab kematian seseorang, seperti tokoh Min yang cemas dan panik ketika forum pembully benar-benr menjawab tantangannya untuk datang menemui secara langsung. Frustasi, Min menggunakan Kabel Lan (ethernet) nya untuk gantung diri. Internet juga bisa menghancurkan kehidupan dan masa depan seseorang, seperti tokoh Young Min yang tanpa bukti kuat dituduh sebagai pembunuh Min, ia dibully sampai harus keluar dari sekolah.

Saya cukup terkesan dengan penggambaran kecepatan internet dan kegilaan remaja Korea terhadap internet di film ini. Hahaha, Korea gethooo loooh. Dan saya semakin menyadari bahwa K-Net (Korean Netizen) itu memang superrrrrb gilaaaaaa pedas omongannya. Tidak heran di sana kasus bunuh diri terus meningkat. Saya pikir orang di sana masih memiliki koping individu yang tidak efektif, kepercayaan diri rendah, terlalu sesitif, agak rasis, sehingganya gampang dibully dan berakhir frustasi sendiri.

Berbicara tentang cyber bullying, saya teringat tentang seorang teman yang memutuskan vakum untuk menulis di social media karena tidak tahan dengan komentar-komentar mengandung sindiran (*jika tidak ingin dikatakan komentar jahat) dari teman-temannya. Pendapat saya, sejauh apa yang kita tulis bukan merupakan postingan berbau kriminalitas; kriminalitas versi Aini adalah sesuatu yang akan merugikan atau menyakiti orang lain, ada baiknya tidak terlalu memusingkan tanggapan netizen. Niatkan untuk menulis sesuatu yang baik agar pembaca juga mendapatkan hikmah atau nilai positif. Namun, jika kemudian ditanggapi negatif, wallahu’alam… Itu urusan mereka. Belajarlah mengendalikan diri untuk berlapang dada terhadap orang yang kadang sok tahu. Memilih tidak menanggapi komenan orang-orang bukan berarti kita kalah, itu semacam bentuk pertahanan diri sendiri demi menghindari sakit yang lebih perih (*bahasaammuuu Niii), yaaaah seperti kata da Roih “No problem it’s okay aja”.
Hahahaha… πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Saya sudah pernah berada pada titik lelah dan muak dengan orang-orang yang merasa diri mereka lebih tau segalanya dan berhak men-judge-, memaki, menyindir apapun yang saya posting di internet. Rasanya memang pait-pait gitu, makanya saya mulai belajar untuk tidak ambil pusing. Laaah akun-akun siapa, yang beli paket data siapa, yang nguras otak buat mikirin apa yang akan ditulis siapaaa… πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜‚

But, sampai detik inipun saya masih belajar untuk menjadi pengguna internet yang cerdas. Tidak hanya cerdas secara pemikiran, namun juga cerdas secara emosional dan sikap.

Oleh sebab itu, sebelum menulis dan mengungkapkan pendapat, thinks smart! Jangan sampai hawa nafsu mengalahkan akal dan nurani ketika memposting sesuatu!

Β©ainicahayamata

http://www.ainicahayamata.wordpress.com

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Aside | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

7 Responses to Socialphobia

  1. assa says:

    Seneng kalau ada teman2 WPers yang ngereview filem.πŸ˜€

    Wah kalau aku sebelum nonton, ngelihat thriller filem-filemnya di youtube. Dan lebih enakan daripada ngesearch di google tentang review dan sinpopsisnya. *kadang rada susah nemuπŸ˜€

    Nice review Aini..

    • Hehehe soalnya gak ngedownload dr youtube. Dan waktunya kasip banget utk sekedar ngeliat thrillernya 😊 jadi yaaa download yg paling rekomended dari temanteman, trus kalau ada waktu download berdasarkan mana posternya yg kece dan judulnya yg seru 😁😁😁

  2. hasani says:

    Makasih review annya, sist. πŸ‘πŸ˜‰
    Susah banget nyari review an film film movie korea, padahal sangat membutuhkan sangat
    kadang aku nyari review-an kmovie untuk lebih ngedongin aku yang habis nonton film itu, tentang sesuatu yang aku kurang dong dalam film itu.hahah salah satunya socialphobia
    Makasihh banget yak, min
    Nice post, sist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s