Another 212

Meskipun kita menganggap kehidupan ini amatlah lucu, namun sesungguhnya Allah tidak sedang melawak hanya untuk sekedar membuat kita tertawa.

Sungguhpun begitu banyak rima tak menyenangkan dari semua bait kedukaan ini, saya yakin Allah tidak pernah sekedar bertujuan membuat manusia menangis tergugu.

Kisah waktu itu memang mengesalkan, menyulut amarah, mengganggu stabilitas emosional, mengubah drastis mood, membuat suasana negara ini seperti bergejolak secara berjamaah.

Namun, peristiwa atau apa yang kita anggap sebagai kejadian tak menyenangkan ini telah menjelma menjadi agenda yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Ya, ternyata ini dia pembelajarannya. Pembelajaran yang para intelektual soleh sebut sebagai ‘hikmah’.

Sebut saja ini berhikmah tentang: Persatuan, ukhuwah islamiah, panggilan keimanan, berbagi, memberi, berbuat baik, kedamaian, syiar islam itu indah, kekompakan, kerukunan, gotong royong, kedisiplinan, keteraturan, kebersihan, tenggang rasa, tanggung jawab, kebersamaan, kepatuhan…

Hei, lihatlah! Bukankah seluruh nilai-nikai pekerti yang diajarkan melalui buku PPKN ketika kita berada di sekolah dasar beemunculan melalui aksi ini???

Ya, sebut saja… “Beginilah cara Allah mentarbiyah kami…”

View on Path

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s