Lagi, Langit….

Sepertinya sudah lama tidak ada postingan tentang langit.
Apa daya… Langit kelabu yang saban hari menggantung menurunkan minat untuk memotret apalagi untuk sesaat mendongak demi bercengkrama dengan narasi hati ketika memandangnya.

Sampai pada suatu kala di senja yang cerah, saya mendapati langit dengan kilau keemasan begini. Tetiba ada perasaan hangat dan bahagia, seperti perasaan ketika dikunjungi teman lama ūüėä Long time no see dear sky!!!.

Hitungan bulan yang akan segera berakhir menyadarkan otak saya bahwa tahun akan segera berganti dan hei…semester satu juga akan berlalu! Saya tidak berani menyebut ini terlalu cepat karena memang seperti itu adanya. Proses ini seperti bergulir begitu saja. Dan tanpa disadari ia akan mencapai penyelesaian satu per satu tahapannya.

Ya! Nyaris serupa dengan apa yang kita prediksikan di awal. Hitungan beberapa semester itu tidak akan lama! Jadi bersabarlah! Nikmati proses.

Hari ini saya belajar tentang bagaimana mencintai ilmu pengetahuan. Bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan pernah kamu kuasai ketika kamu belum merasa tertarik dan mencintainya.

Induk dari ilmu pengetahuan yang dipelajari dengan suatu bingkai bernama filosofi itu sendiri telah menafsirkan begitu. Bahwa filo itu adalah cinta dan sofi itu adalah kebijaksanaan. Ya, mencintai dengan penuh bijaksana.

Bagaimana kita bisa mencintai? Kita tidak akan memiliki rasa cinta itu jika tidak dibentuk. Maka untuk bisa mencintai ilmu pengetahuan, salah satu caranya adalah mempelajarinya. Agar kita menjadi manusia yang lebih tahu, agar kita menjadi manusia yang lebih baik karena kita ‘mengetahui’, dan untuk menjadikan kita manusia yang lebih bijaksana.

Ada banyak hal yang menunggu untuk kita ketahui dan pelajari satu per satu di dunia ini. Ada begitu banyaaaaak! Bahkam dosen yang mengajarpun tidak akan mampu untuk menyajikannya semua. Dosen di kelas hanya menyajika cara bagaimana kita mencari ilmu-ilmu tersebut.

Dimana?
Mereka ada di mana-mana. Namun tidak semua orang yang mampu melihat penampakannya.
Jadi bagaimana??
Itulah gunya sense of curiosity.
Keinginan untuk mencari tahu dan mempelajari hal-hal yang tidak diketahui orang lain.

Ya, memang betul pepatah yang mengatakan:”Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Jika sama sekali tidak ingin mengenal ilmu pengetahuan tersebut, bagaimana kita bisa mencintainya??.

Hmmm… Dear langit. Ada banyak hal yang ingin manusia ketahui, namun mereka tak membentuk cinta itu sehingga tidak ada usaha untuk mencari tahu.

View on Path

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s