Senja Terakhir di Tanggal 31

Pada senja di tangga ke tiga puluh satu bulan Desember.

Saya selalu bertanya-tanya, kenapa ketika senja datang, ia selalu menghadirkan nuansa perpisahan, aura kehilangan, namun bersamaan dengannya bermunculan semangat baru, rasa tak sabar menyongsong hari esok??

Hal itu seperti tergambar dari temaram warnanya yang semakin meredup, namun juga gemilang, padu padan keemasan, antara cahaya yang semakin menghilang, sekaligus rona membiru yang perlahan berubah merah. Mempesona, sekaligus penuh misteri.

Senja sejatinya adalah gerbag pergantian hari. Ia menutup hari ini dengan mega langitnya yag semakin menggelap, mengajak kita untuk berdiam diri sejenak bersama kegelapan, sembari merenungi segala kejadian hari itu.

Senja mengantarkan kita pada indahnya rapalan-rapalan rencana yang sudah mengantri rapi untuk dieksekusi pada keesokan hari. Menuntun kita untuk menyusun segala persiapan.

Temaram senja adalah perpaduan kegelisahan, ketakutan, kesedihan, kebahagiaan, sekaligus luapan euforia mengakhiri hari ini untuk mempersiapkan hari esok yang lebih baik.

View on Path

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Senja Terakhir di Tanggal 31

  1. rangtalu says:

    kecek nenek2 di kampung, “jan kalua sanjo-sanjo” 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s