Prolog 2017

Postingan pertama di tahun 2017 Masehi ini tertanggal di Lima Januari dua ribu tujuh belas.

Barusan saja saya membaca kembali postingan-postingan di beberapa bulan Januari, dan sepertinya memang agak spesial karena di beberapa tulisan terdapat topik yang berisi catatan rangkuman tahun sebelumnya, semacam kaleidoskop akhir tahun begitu (*iya saya memang serajin itu dahulu). Tiba-tiba terbersit keinginan untuk menulis dengan topik yang sama, saya ingin mereview kembali beberapa kejadian yang terjadi dalam satu tahun belakangan, bulan per bulannya. Namun ‘agaknya’ saya sedikit malas untuk menulis kembali karena sebagian besar sudah saya ceritakan di postingan pada bulan-bulan sebelumnya 😀  .

Jadi, saya banting stir saja ke topik mainstream tahun baru lainnya, yaitu: Me-list daftar impian yang ingin saya wujudkan di tahun 2017 Masehi ini, biar seperti orang-orang yang menuliskan impian mereka, meski agak sedikit ekstrim karena saya mempublishnya di sini, khkhkh. Namun agaknya saya tidak suka terlalu mainstream begitu, jadi saya akan menuliskan beberapa impian yang ingin saya wujudkan terkait dengan skill menulis, membaca, mendengar, melihat, menggambar yang saya punya. Dan menjadikannya sebagai challenge untuk diri pribadi.

Setelah memikirkannya secara baik, berikut daftar keinginan challenges yang ingin saya wujudkan:

  1. Menulis sesuai dengan aturan baku, baik dan benar

Jujur, saya suka dengan bahasa gaul, nyeleneh, dan tidak baku-baku amat. Intinya, saya suka menulis ‘sakalamak hati’ saya saja. Namun, semenjak kembali ke bangku sekolahan, saya mulai terpana dengan bahasa-bahasa baku nan ilmiah, namun renyah untuk dicerna. Saya ingin membuat challenge bagi diri saya sendiri, untuk menulis secara hati-hati, sesuai kaidah tata bahasa yang efektif, baik dan benar. Hal ini akan sangat bermanfaat kedepannya dalam proses pengerjaan makalah ilmiah, paper, artikel, dan lainnya. HANYA, untuk postingan di blog, saya akan mulai belajar untuk menulis secara baik, dan mengkolaborasikan antara bahasa baku dengan istilah tak baku namun masih menjaganya dalam lingkup yang sepadan dan serasi (*maaf kalimat ini agak susah dicerna, namun kira-kiranya begitulah).

Saya menargetkan adanya tiga postingan ‘berfaedah’ setiap bulannya, dengan bahasa baik ala-ala penulis profesional di kolom pembaca surat kabar atau kompasiana, disamping postingan tak berfaedah gaje galau lainnya. Ya, cukup tiga dulu, jika sedang dalam mood yang cukup bagus atau sedang termotivasi, mudah-mudahan saya bisa lebih produktif. Tulisan tersebut akan memiliki hashtag #tulisanberfaedah

  1. Membaca dan meriview setidaknya 5 jurnal per minggu

Saya ingin sedikit membebani diri terkait hal ini. Suatu ketika saya pernah mendapatkan nasehat yang sangat bagus dari seorang doktor bidang kedokteran, seorang peneliti hebat yang mulai memasuki usia renta; beliau menasehati untuk bangun pagi di pukul 04.00 subuh, solat malam, mandi, kemudian membaca 1 buah jurnal sebelum subuh. Itu adalah waktu-waktu terbaik untuk melahap ilmu.

Di kemudian hari, saya mendapatkan nasehat tambahan dari seorang dosen untuk menuliskan kembali intisari setiap jurnal yang dibaca ke dalam sebuah buku catatan yang bisa kamu buka kapanpun. Kenapa harus menuliskan kembali? Ternyata ketika hanya membaca (*apalagi jika jurnal tersebut dalam bahasa Inggris), resiko lupa dan gak nyambung (*terutama jika kurang konsentrasi) akan sangat besar, dan ya… dengan menuliskan kembali, akan membuat otak lebih lama mengingatnya PLUS bisa diakses kapan saja kamu mau.

Karena saya orangnya gak mau ribet, ide ini akan saya modifikasi menjadi: Membaca jurnal kemudian membuat salinannya di aplikasi doc handphone. why? Karena pertama: ringan, mudah dibawa kemana-mana, kedua: akan langsung terhubung ke google drive sehingga bisa diakses melalui internet di Laptop, dan ketiga: saya merasa keren saja, khkkhkhkkh. Sedikit berbagi cerita, sejak menginstal aplikasi doc (*sebenarnya sudah tahu dari lama, cuma saya baru bisa memanfaatkan secara maksimal sejak HP lebih ringan semenjak diinstal ulang kembali), segala catatan agenda mulai dari seminar, liqo, kajian, saya tulis di sana. Dan manfaatnya, jika lagi berbaik hati, saya tinggal copass dan share ke grup whatsapp yang membutuhkan. Saya jadi tidak perlu membawa buku agenda yang tebal kemana-mana.

Namun jika kamu kamu adalah orang yang menikmati untuk mencoret-coret di atas kertas, akan sangat baik juga jika menggunakan buku agenda kecil.

  1. Saya ingin merekam setiap perkuliahan, kajian, ceramah, dan lainnya dengan voice recorder.

Hal ini sudah mulai saya jalankan di paruh semester lalu, namun hanya  terhadap perkuliahan dengan dosen yang menurut saya kuliahnya bagus, sarat akan nasehat kehidupan, atau pada perkuliahan tertentu yang saya tidak bisa berkonsentrasi penuh (*apakah karena ngantuk, gak ngerti, ngebosenin, atau karena saya malas mencatat). Sehingga saya bisa mereplay ulang di rumah nantinya. Selanjutnya saya menjadi ketagihan untuk merekam ceramah di seminar-seminar, kajian, dll.

Rasionalnya; saya hanya akan kuliah magister satu kali dalam kehidupan ini, dan dosen di sini begitu hebat untuk sekedar didengar satu kali ceramahnya. Saya ingin mendengarkan kuliah beliau berkali-kali, mendengarnya ketika saya merasa low motivasi, bahkan ketika saya sudah menjadi alumni kelak untuk mengingat kembali para dosen, dan tentu saja ini sangat bermanfaat untuk review pelajaran sebelum ujian. Tidak ribet kok! Cukup mengandalkan recorder di Handphone. Jangan lupa memindahkan file nya ke laptop setelahnya jika tidak mau memory HP penuh. Pengalaman saya pernah merekam 2 jam lebih ceramah dosen, hanya menghabiskan 100-an Mb. Dan aktivitas merekam ini memiliki efek positif karena saya akan segera mengincar bangku paling depan agar kualitas suaranya lebih bagus.

Saya akan menjadikan ini sebagai challenge berikutnya.

  1. Belajar menggambar dengan baik dan benar

Saya memiliki dua buah sketchbook nganggur, koleksi berbagai jenis pensil, drawing pen yang belum termanfaatkan secara maksimal. Mumpung masih free begini, saya ingin menggambar dengan baik. Satu gambar satu bulan cukup. Temanya? Apa saja, sesuka hati.

***

Demikan daftar challenges yang sudah saya persiapkan untuk tahun ini. Ini hanya beberapa, dikemudian hari akan ada tantangan-tantangan lain yang ingin saya pecahkan. Dan akan sangat menyenangkan jika saya mampu mewujudkannya 🙂 . Jika sedikit rajin, kelak akan saya ceritakan di blog ini.

Terimakasih bagi siapa saja yang masih bersedia mengintip blog kuno ini 🙂

img_20161029_135006.jpg

 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

5 Responses to Prolog 2017

  1. Ami says:

    Keren kaak, semoga tantangannya berbuah hasil yang manis 🙂

  2. Aan Sandurezu (サンデゥレズ) says:

    Ide untuk mereview jurnal boleh juga tu kak.. Semoga istiqomah ya

    • huaaa iya An… InsyaaAllah mudah-mudahan, untuk review jurnal awalnya mungkin akan disimpan untuk koleksi pribadi, cuma akan lebih bermanfaat juga kalau topik topik tertentu di posting di sini ya 🙂

  3. Hafidh Frian says:

    Semangat mewujudkan resolusi 2017nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s