SuperMom

Aku menyelesaikan rakaat terakhirku diiringi suara-suara bujukan kak Mirna kepada putra semata wayangnya Akhyar. Sudah sedari tadi beliau menyuruh Akhyas untuk segera tidur. Sementara Akhyar masih bergerak rusuh kesana kemari sambil berteriak “gak…gak…gak”.

Ayunan sederhana sudah terpasang di bingkai pintu keluar. Berlatar teras lantai dua dengan pemandangan kelam bertabur bintang.

Akhirnya menurut, Akhyar bocah 3 tahun dengan keterlambatan perkembangan motorik tersebut akhirnya naik ayunan yang sengaja dibawa kak Mirna dari Depok ke Cianjur, demi memfasilitasi anak kesayangan yang harus ikut Mamak-nya pelatihan yang akan berlangsung selama 10 hari.

Selanjutnya, kak Mirna menyenandungkan sholawat Nabi dengan ritme pelan sebagai “lullaby”, pengantar tidur Akhyar. Membuat hati siapapun yang mendengar akan terenyuh, seketika ingat dengan kehangatan kasih sayang ibu di rumah.
“Gak ribet bawa ayunan kak?”.
“Di Jawa anak-anak gak ada yang diayunin lo Mir”. Komentar teman-teman.
“Iya, si Akhyas kalau tidak diayun gak bisa tidur, udah terbiasa sejak kecil”. Jawab kak Mira sambil tersenyum.

Selesai dua kali senandung sholawat, selanjutnya bergumam nyanyian Khas Tanah Rencong dari bibir Kak Mirna.

Ah, tak pelak lagi, diiringi lagu berbahasa Aceh yang tak kupahami artinya tersebut, namun kuresapi dengan bersungguh-sungguh iramanya, membuat do’a selesai solat Isya’-ku terasa lebih khusyuk, untuk kemudian berlanjut pada sebuah perenungan,”Dear Rabb, bisakah aku menjadi seorang ibu yang baik seperti kesabaran Kak Mirna mengasuh anak semata wayangnya yang tidak sama dengan kebanyakan anak normal lainnya? Sementara si ibu masih harus melanjutkan pendidikan. Atau, seperti Ama yang selalu bisa menemukan solusi untuk semua permasalahan hidup yang kuhadapi, mulai dari hal remeh temeh hingga persoalan serius, bahkan hingga usiaku yang sudah sedewasa ini?”

Benarlah ucapan instruktur pelatihan pertolongan persalinan pada pembukaan pagi ini,”Menjadi suami, menjadi istri itu lebih mudah ketimbang menjadi seorang ibu atau ayah”.

View on Path

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s