Rantang

Kau tau?
Ada begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari lingkunganmu.
Bahkan penggalan ayat pertama yang Allah turunkan adalah “bacalah”.
Baca? Ya, bacalah apapun yang bisa engkau baca untuk memungut hikmah indah di dalamnya.

Mungkin beginilah salah satu cara saya membaca, membaca lingkungan, berusaha menarik hikmah dari sebuah pemandangan rantang sederhana dengan tempat minum yang tak kalah sederhana berbungkus plastik yang semakin menjauhkannya dari kesan mewah merk Tupperware atau Lock and Lock.

Kepunyaan seorang bapak yang sesederhana rantangnya, dengan Handphone poliponik menempel di telinga. Tampak sedang berkomunikasi dengan lawan bicaranya di seberang.

Otakku tak kuasa merangkai cerita khayalan di balik rantang itu.

Tentang seorang istri sederhana, dengan daster yang tak mewah, pasti telah menyiapkan semua bekal itu dengan penuh kasih sayang untuk suaminya. Tampak kotak nasi terbungkus rapi dua tingkat. Cukuplah untuk pengisi perut siang hari dan sore menjelang malam di saat suami berdagang di pasar hari ini.

Satu tabung berisi 750ml air, mungkin tidak akan cukup untuk melepas dahaga seharian penuh. Namun memiliki prospek bagus untuk menghilangkan dahaga hingga siang.

Ah, bekal itu akan menghemat sepuluh hingga duapuluh ribu setiap harinya. Akan menekan biaya harian rumah. Meski kecil, tapi akan sangat membantu jika dikumpulkan setiap harinya.

Memang itu tidak akan seenak makanan di Foodcourt Mall atau selezat restoran Padang. Namun, selalu ada bumbu ketulusan, dan kesederhanaan serta harapan, agar ada keberkahan mengalir dari setiap butir nasinya, agar energi yang dihasilkan bermanfaat dalam kesehariannya.

Bapak dengan rantang bertingkat dua, dengan pongah membawanya dalam perjalanan menuju tempat bekerja. Tanpa malu maupun sungkan, ia tetap menentengnya. Karena ia tahu, ada doa di setiap makanan yang dibuat oleh istrinya.

#BudayakanBawaBekal
#HematBergizi
#SayNoToKantin
#TapiTadiNurainiMakanDiKantin
#IyeeeNasinyaBelumMasakKeburuTelatNgampus
#TapiSayaSelaluBawaSatuLiterAirKemanaManaDanSeringbawabekal
#Ketularanmamakmamakdikampus

View on Path

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s