Book Review: Matahari ~ Tere Liye

IMG_20170425_205548

Judul Novel    : Matahari

Penulis            : Tere Liye

Penerbit          : (PT Gramedia Pustaka Utama)

Tebal Buku    : 400 Halaman ; 20 cm

Tahun Terbit : 2016 

Kota Terbit    : Jakarta

SINOPSIS NOVEL MATAHARI

    “ Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.

    Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.

    Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.

    Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.”

TERLAMBAT BEBERAPA HARI UNTUK MEMPOSTING BOOK REVIEW. Namun rasanya tidak lengkap jika belum menuliskan sedikit review tentang buku ini setelah saya melakukan hal yang sama pada dua buku sebelumnya: BUMI dan BULAN.

Berbicara tentang Matahari, sama seperti asumsi saya sebelumnya, setting perjalanan tiga sahabat (Raib, Seli, dan Ali) kali ini akan berada di Klan Bintang (bukan di klan Matahari seperti judul buku), yang merupakan Judul buku keempat dari serial ini yang masih dalam proses penggarapan.

Yap, akhirnya setelah menempuh petualangan seru di klan Matahari yang merupakan klan leluhurnya Seli, mereka melanjutkan petualangan seru di liburan semester berikutnya di klan Bintang. Sebuah klan yang tidak diketahui seluk beluk maupun letaknya (bahkan oleh para petinggi tiga klan lainnya), namun dengan kejeniusan Ali, mereka berhasil menempuh perjalanan panjang menuju klan Bintang. Ternyata klan Bintang itu bukan di atas langit pada bintang-bintang yang bertaburan, namun justru klan Bintang teradapat di dalam perut bumi, beribu-ribu kilometer di dalam perut bumi, mendekati inti bumi. Tidak ada yang tahu tentang ini, namun berbekal dari tabung kecil yang diberikan oleh Av dari klan Bulan kepada Ali, yang berisi semua buku dan ilmu pengetahuan dari Klan Bulan dan Matahari, Ali berhasil menemukan Hipotesis dan membuktikan sendiri dugaannya tentang dimana lokasi sebenarnya Klan Bintang.

Perjalanan yang awalnya hanya bertujuan untuk berpetualang, melihat dan menemukan sesuatu yang baru, berubah menjadi perjalanan yang penuh konflik dan pertempuran. Klan Bintang yang notabene merupakan klan yang paling maju di antara klan lainnya (diceritakan bahwa Klan Bintang didirikan oleh para ilmuan dari Klan Bulan dan Matahari, yang tidak memiliki kekuatan seperti penduduk Klan Bulan dan Matahari, namun mengandalkan ilmu pengetahuan untuk menciptakan kekuatan baru), ternyata menyimpang begitu banyak permasalahan politik, dan konflik antar penduduk dengan dewan kota. Raib, Seli, dan Ali seolah menjadi katalisator dalam pertempuran yang sebenarnya hanya soal menunggu waktu akan tetap pecah di antara pihak yang berkonflik.

Jika di buku Bumi lebih menceritakan dan menggambarkan tentang Raib dari Klan Bulan, dan di buku Bulan mengsahkan Seli dan Klan Matahari, maka di Buku Matahari adalah penggambaran tentang kemajuan teknologi dari Klan Bintang dan kejeniusan Ali. Ya, Ali sangat cocok sekali dengan Klan Bintang, si pecinta ilmu pengetahuan tersebut jika tidak ada konflik, mungkin akan betah berlama-lama berada di Klan Bintang karena semua sistem mereka adalah sistem terbaru, yang menggunakan teknologi paling mutakhir di antara keempat Klan.

Di dalam buku Matahari, Tere Liye benar-benar menyuguhkan fiksi “ilmiah”, I mean, jika kita membaca Harry Potter, yang di dalamnya dibahas tentang kekuatan sihir dari para pemerannya, yang kekuatan tersebut ada dan sudah melekat pada diri masing-masing pemeran dengan cara mempelajari atau diwariskan, namun tidak dijelaskan bagaimana proses ketika mantra disebutkan benda bisa melayang dan sebagainya, namun pada novel fiksi serial dari Tere Liye ini, meski tidak masuk akal, namun selalu ada penjelasan ilmiah dari setiap kekuatan, kejadian, dan peristiwa. Pembaca juga akan mendapatkan pengetahuan baru tenang alam, tentang apa yang sebenarnya ada di dalam perut bumi.

Buku Matahari tidak menceritakan ending yang spesifik, justru makin membuat pembaca gemas dan geram karena Matahari lebih merupakan pengantar sebelum titik nadir konflik yang lebih besar, yang akan dikisahkan pada buku keempat “BINTANG”.

Fiuf, saya yang membaca jadi lemes seketika, karena masih tingginya rasa penasaran dan tidak sabar ingin segera mendapatkan Bintang untuk melanjutkan petualangan Tiga Sekawan di empat klan.

Berbicara mengenai Cover buku, jelas ini merupakan cover baru yang berbeda tema dengan cover sebelumnya (Bumi dan Bulan), bahkan Bumi dan Bulan sekarang sudah dengan cover baru yang lebih elegan dan cantik, saya masih mengkoleksi Bumi Bulan cover lama, jadi Matahari ini akan terlihat jomplang dengan cover Bumi Bulan lama saya. Hahahah…

Last but nit least, serial Bumi-Bulan-Matahari, sangat cocok untuk dinikmati oleh kamu kamu pecinta genre fiksi fantasi petualangan (dan di serial ini sangat minus romansa). Namun kekurangannya di buku Matahari adalah, tidak ilustrasi wilayah dan peta Klan Bintang yang sedikit banyaknya dapat membantu imajinasi pembaca (ingat di Bulu Bulan, ada peta petualangan tiga sekawan). Tapi, nevermind, ini jadinya juga membuat pembaca bebas berkhayal.

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Book Review: Matahari ~ Tere Liye

  1. Aan Sandurezu (サンデゥレズ) says:

    Dari dulu masih belum juga berniat membeli serial fiksi ini kak, takut nguras dompet, haha. Pengen sih, seandainya ada yg gratisan 😂 *dasarmentalngirit, wkwk. kapan ya keluar di ipusnas?

    Like

    • Emang nguras dompet An 😂😂😂 tapi kakak terlanjur kecanduan. Untungnya ceritanya aman dibaca anak SD, jadi masih bisa dimanfaatkan adik adik di rumah.
      Mungkin bumi dan bulan sudah ada tuh an. Cari aja 😁😁

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s