Akibat Menunda

– at Planet Ban

Betul-betul perjuangan bisa mencapai tempat ini, dengan mengendarai motor yang kondisi bannya kempes sekempes-kempesnya dari gang H. Atan, bergerak tidak stabil sembari diklakson mobil-mobil di belakang karena bergerak lambat. Diteriaki mamang angkot yang ngasih tau “bannya bocor neng”. 🤒🤒.

Yosh, sudah dari tahun lalu Uda mengingatkan “Ni, ban belakang tu sudah harus diganti. Sekalian aja beli tubeless”.

Tapi dasar Aynoon babilih bana ka bengke karna angko-angko nya yang selalu tidak bersahabat dan terlebih saya yang tidak paham dengan onderdil permotoran sehingga saya lebih banyak curiga ‘jangan jangan kang bengkel ini cuma meada-ada tentang peralatan ini itu yang harus diganti’.

Jadilah saya bertahan dengan ban yang sering berteriak bocor melewati parahnya jalan *baca: sawah* gang Atan-Pocin-UI. 

Setelah dua kali terpaksa ganti ban dalam karna abang-abang tambal ban nyeraaah gak bisa nambal *katanya harus ganti habis*, jadilah menjelang pulkam motor ini saya niatkan harus diservice extra maksimal.

Termasuk mungkin… eghem… dicuci *setelah 1 semester nganggur ketemu tempat cucian. 

Iyaaaa… Saya memang tidak pandai merawat motor dengan baik 🙁🙁🙁🙁

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s