Mater FM

Saya ingat percakapan singkat sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika Ama bertanya kenapa saya tidak mau menjadi bidan (bagi Ama, jika tidak menjadi dokter, mungkin pilihan kebidanan lebih worthy).

Saya menjawab, “Karena membantu orang melahirkan itu pekerjaan yang mengerikan Ma. Bagaimana jika bayinya kenapa-kenapa? Bagaimana jika ibunya juga tidak tertolong? Lagian jika menjadi dokterpun, kelak saya tidak akan mengambil spesialis kebidanan. Sekolahnya susah dan lama kata orang-orang. Siapa pula yang mau kuliah 9 tahun. Hiiiy… “. Saya menjawab sambil bergidik ngeri. 

Benarlah kiranya, takdir mengantarkan saya kepada pilihan lain yang tidak pernah seumur-umur hingga SMA saya bayangkan. Menjadi perawat. Dan yang paling mengejutkan justru skenario hebat dariNya malah menjerumuskan saya kepada salah satu pilihan yang paling saya hindari sejak dulu. Aini akhirnya bergerak menuju spesialis Keperawatan Maternitas. Yang notabene kompetensinya harus berjibaku dengan ibu-ibu bersalin, janin-janin yang siap dilahirkan, termasuk bagaimana penanganan pertama bagi bayi baru lahir dengan komplikasi pada pernafasan, ples kuliahnya 4+1+3 tahun persis seperti hal yang paling dihindarinya sejak dulu. 🙄🙄🤒. (Kalau kata teman sekelas: itu karna gen kamu sudah gen Mater FM, ceunah!).

Ya, tak kenal maka tak sayang. Jika saya kembalikan posisi ini pada sepuluh tahun yang lalu, saya yakin tidak akan ada rasa percaya diri untuk melewati semua proses ini. Namun semakin mengenali, perasaan khawatir, cemas, ngeri itu semakin terkikis. Tinggal melanjutkan pada tahapan menambah jam terbang untuk melatih skill dan berpraktik lebih lanjut. 

Benarlah nasehat Mark Zuckerberg pada pidato kelulusannya di Harvard kemaren, bahwa kamu tidak akan pernah tahu kecuali mengambil langkah untuk memulai. Tidak ada orang yang langsung sukses ketika mereka memulai sesuatu. Kesuksesan itu by proses. Kalau kata Coldplay “But if you never try, you’ll never know, just what you Worth“.

“No one does when they begin. They only become clear as you work on them. You just have to get started”

…………………………

~btw, saya bukan bermaksud pamer, cuma foto sertifikat ini cukup representatif, karna selain biaya pelatihannya yang ‘muahaaaaaal ceunaah’, untuk lulus dan mendapatkan sertifikat dengan titel ‘Profider’ juga susah. Bukan berarti ketika kamu sudah bayar mahal kamu bisa langsung lulus! Pelatihan Resusitasi ini, peserta diharuskan untuk menyelesaikan 9 kali test plus ujian praktik dengan syarat tes 1-4 dan ujian praktik WAJIB lulus (nilai batas lulusnya gak main-main,  85! Cuma boleh salah 3!!🤒 🤕). Jika tidak, sertifikat yang diberikan hanya sebagai “Peserta” bukan provider. Alhamdulillah 8 dari 9 tes saya berhasil tuntaskan dengan nilai batas lulus 😂😂😂. Bisa nangis bombay Aynoon kalau tidak lulus, sayang duitnyah 😁.

Lain Resusitasi, lain pula ngeri-ngeri sedapnya pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal), yang saya ikuti Februari lalu selama 10 hari. Selain ‘juga mahal’, peserta diwajibkan untuk menolong minimal 3 persalinan normal. Menolong eaaa, bukan asisten doang 🤒🤒. Saya sih cuma berhasil 2, sisanya jadi asisten beberapa kali. Mau gimana lagi, lha ibu hamil yang datang tidak sebanyak peserta dan mahasiswa yang sedang berpraktik. 😂😂😂.

Next, saya ingin sekali untuk mengikuti pelatihan untuk menjadi counselors ASI. Salah satu kompetensi yang konon kabarnya ‘wajib’ juga bagi Perawat Maternitas. Kabarnya lagi, pelatihan ini eeeerrrr cukup Mahal . 🙄. Makanya saya lagi ngumpulin uang.

#thugFact menjadi tenaga kesehatan: sekolah lama, mahal, susah, setelah tamat musti uji kompetensi, urus STR yang riweuh, trus terlalu banyak pelatihan pasca kampus yang wajib diikuti dan MAHAL pulak.

Disenyumin aja shay 🙁🤒

Depok, 27.05.17

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s