#NulisRandom2017 D-4 Keputusan 

Suatu ketika saya duduk di kursi wawancara menghadapi 3 orang pewawancara dengan berbagai latar belakang profesi. Saya kemudian ditanya oleh seorang pewawancara yang saya ketahui berprofesi sebagai seorang Psikolog. 

“Apa kelemahan dan kekurangan yang Saudara ketahui tentang diri Anda?”

Saya berpikir sejenak, kemudian automatically mulut saya seperti tidak bisa dikendalikan berkata,”Memilih… Saya tidak ahli dalam menentukan pilihan. Terutama dalam mengambil keputusan hidup. Saya orang yang mudah bimbang. Tidak bisa membaca mana yang baik dan mana yang lebih baik untuk kehidupan saya kedepannya. Saya sering galau ketika di hadapkan pada suatu pilihan. Saya tidak senang memilih. Tapi kemudian saya harus menentukan pilihan, dan biasanya terdapat kekecewaan setelah memutuskan sesuatu yang tidak saya sukai. Butuh waktu lama untuk saya merecovery hati dan kemudian berdamai dengan takdir”.

“Hmm… Berdamai dengan takdir. Apa contoh pengambilan keputusan yang sering kali menimbulkan penyesalan?”.

“Dulu, saya pernah akhirnya sama sekali tidak memilih Kedokteran di kolom pilihan SPMB, meskipun hampir sepanjang daur kehidupan saya menginginkannya. Saya tidak tahu kenapa, saya hanya merasa frustasi dengan diri sendiri karena tidak mampu memutuskan hal yang lebih tepat. Dan ketika itu saya sedikit kesal dengan orang tua yang tidak memperbolehkan saya untuk memilih kampus di luar Sumatera Barat. Jadi saya sama sekali menghapus impian bersekolah di FK dan memilih jurusan lain. Satu tahun berikutnya saya mencoba ikut lagi dengan pilihan FK, namun kondisi tidak pernah sama. Saya tidak berhasil”.

“Apakah sekarang Saudara masih menyesal? “.

“Tidak, saya sudah berdamai dengan pilihan tersebut”. Saya menjawab dengan senyuman tipis di bibir, namun selalu ada kegetiran sekaligus bangga setiap kali mengenang peristiwa itu. Salah satu keputusan paling emosional di dalam kehidupan saya, dan saya sudah melewatinya sejauh ini. Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menerima keputusan tersebut. Iya, saya memang tidak mudah untuk Moving On. 

Di dalam kehidupan, tentu akan lebih menyenangkan jika pilihan yang ada merupakan hal-hal menyenangkan, seperti sesuatu yang kita inginkan, hal yang kita impikan… Tapi Tuhan kadang menentukan lain. Ia hendak menunjukan kepada HambaNya, bahwa tidak selamanya yang kamu inginkan itu adalah sesuatu yang cocok denganmu, sesuatu yang betul-betul kamu butuhkan untuk bertahan hidup.

Tidak selalu sesuatu yang kamu pikir ideal, terbaik, adalah hal yang paling pas untuk dirimu jalani. It’s too good to be true. Tidak ada yang tahu seperti apa angan-angan semu-mu akan memberikan pengaruh dan membawa kebaikan di dalam kehidupan. Dan Allah lebih mengetahui apa yang hambaNya tidak ketahui. 

So, meskipun pahit, selalu libatkan Allah dalam mengambil keputusan. Kenali tanda-tanda dan petunjuk dari Allah secara cerdas, dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar Allah menjauhkan kita dari pilihan-pilihan yang tidak baik. 

Namun tetap, saya benci harus merasakan ‘kegalauan’ dalam menentukan suatu pilihan 🙁🙁🙁. Membedakan antara keputusan yang diambil dengan hati atau hanya sekedar emosi, the feel was like you want to escape from this afterlife. 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s